
Tangisan Laras memecah keheningan kamar. Air mata wanita itu terus saja berderai. Bahkan, sudah membasahi seluruh wajah cantiknya. Sementara Setya langsung menghubungi pihak berwajib untuk menyelidiki kasus ini.
Baby sitter yang menjaga Baby Shaqueena pun ikut menangis. Tubuh wanita itu sudah gemetar hebat. Apalagi saat pihak kepolisian menghujami dirinya dengan banyak pertanyaan. Ya, wanita itu sadar diri telah lalai. Meninggalkan Baby Shaqueena sendirian di ruang tamu untuk mengambilkan susu.
Yang membuat Setya menggeram adalah penculik itu membius semua penjaga di rumah mewah miliknya. Seolah sudah paham sekali dengan tata letak rumah itu. Dengan mudahnya, lelaki dengan memakai penutup wajah itu masuk ke ruang tamu. Setya makin diselimuti amarah saat melihat lelaki itu membawa putri kesayangannya pergi.
"Kalian harus bisa mendapatkan penculik itu, meskipun aku harus membayar mahal!" perintah Setya kepada pihak kepolisian dan beberapa anak buahnya.
Kemudian, dia berjalan menuju ke kamar untuk melihat keadaan istrinya yang saat ini sedang benar-benar terpuruk. Setya pun merasa cemas, sakit, dan gelisah dengan keadaan putrinya, tetapi dia tetap berusaha untuk menguatkan istrinya.
__ADS_1
"Anak kita, Pa." Suara Laras terdengar serak karena sedari tadi terus terisak.
"Mama harus percaya kalau putri kita sebentar lagi akan ditemukan." Dengan lembut Setya mengusap wajah Laras lalu mendaratkan banyak ciuman di sana.
Sakit? Tentu saja. Hati orang tua mana yang tidak sakit saat kehilangan buah hati mereka. Apalagi, saat kita mengetahui kalau putri kecil itu berada di tangan orang jahat.
"Lalu di mana putriku, Mel, Lis." Laras sudah lelah menangis, bahkan air mata terasa mengering karena sejak Baby Shaqueena diculik, Laras terus saja menangisi bayi itu.
"Aku yakin kalau putrimu pasti ditemukan, Ras. Kita masih terus berusaha." Melda memeluk Laras untuk memberi kekuatan pada wanita itu.
__ADS_1
"Aku takut dia kedinginan dan kelaparan. Shaqueena. Pulanglah, Nak."
Tangisan dan rintihan Laras benar-benar memilukan hati siapa saja yang mendengarnya. Satria pun sama. Lelaki itu sesekali menangis, tetapi dia berusaha untuk tetap terlihat tegar. Dalam hati, Setya terus saja berdoa semoga putri mereka dalam keadaan baik-baik saja.
Dua tahun setelah kejadian itu, keberadaan Baby Shaqueena sama sekali tidak bisa ditemukan. Setya dan Laras pun memilih pasrah pada Sang Pencipta. Kalaupun Baby Shaqueena masih hidup, mereka hanya bisa berharap semoga bisa dipertemukan suatu saat. Untuk menghilangkan rasa sakit yang terus saja membuat Laras bersedih, Setya akhirnya memilih menetap di luar negeri bersama dengan Gerry dan Melda. Sementara Lisa tetap di Indonesia karena dia tidak mungkin meninggalkan Ferdinan yang baru saja resmi sebagai pemilik ADS Group.
Flashback Off
"Shaqueena!" Pekikan suara Laras mengejutkan Setya yang baru saja tertidur lelap. Dengan gerakan cepat, Setya menarik tubuh Laras masuk dalam dekapannya. Untuk beberapa saat, Laras hanya diam membisu, tetapi setelahnya wanita itu mulai terisak.
__ADS_1