
Zahra terdiam sesaat dan beberapa detik selanjutnya, dia bergegas memberi segelas air putih dan langsung memberikan kepada Arga. Dengan cepat Arga segera menenggak habis air tersebut hingga gelasnya benar-benar kosong.
"Nona, saya sudah melakukan ngidam Anda, jadi jangan beri hukuman apa pun kepada Zahra," ucap Arga. Masih berusaha menormalkan lidahnya dari rasa asin.
Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan Rasya yang bertepuk tangan dan bersorak heboh. Bahkan, Pandu yang melihat itu pun sampai mengerutkan keningnya.
"Selamat, Zae. Ternyata elu bertemu dengan orang yang tepat. Gue harap kalian akan selalu bahagia." Rasanya, Rasya merasa sangat senang.
"Maksud elu apa, Ra?" tanya Zahra justru kebingungan.
"Gue tadi cuma nguji aja seberapa besar rasa sayang Kak Arga buat elu, dan ternyata hasilnya luar biasa. Kak Arga rela makan garam demi elu, supaya elu bisa terbebas dari hukuman. Bukankah itu namanya cinta?" ungkap Rasya. Mereka bertiga hanya melongo mendengar ucapan Rasya tersebut.
__ADS_1
Namun, di dalam hati Zahra merasa sangat bahagia karena ucapan Rasya memang sepenuhnya benar. Dia menatap Arga yang juga sedang menatapnya. Dengan gerakan lincah, Arga mengecup kening Zahra sekilas hingga membuat jantung Zahra berdebar-debar rasanya.
"Cieee ... padahal gue nyuruh elu makan garam biar elu terbiasa dengan rasa asin, Zae. Bentar lagi juga elu bakal sering ngerasain yang asin-asin," kelakar Rasya. Wanita itu terbahak-bahak.
"Apa maksud elu, Ra?" tanya Zahra dengan bodohnya. Sementara Pandu dan Arga yang tahu ke mana arah pembicaraan Rasya, hanya menggeleng.
"Enggak ada maksud apa-apa. Ntar juga elu paham sendiri. Mendingan elu sekarang masak aja, gue udah laper dan enggak sabar pengen makan bakmi buatan elu." Rasya mendudukkan tubuhnya dan menunggu Zahra yang mulai memasak lagi.
Satu Minggu telah berlalu, tanpa terasa malam ini acara ijab kabul Zahra dan Arga akan dilangsungkan. Zahra baru saja selesai berhias. Siapa pun yang melihat Zahra akan pangling karena malam ini, dia telihat cantik apalagi dalam balutan gaun pengantin yang terkesan elegan dan mewah.
Ketiga sahabat Zahra pun sudah memakai gaun yang senada baik model maupun warnanya. Mereka sengaja memesan gaun tersebut supaya terlihat kompak. Jika Rasya duduk di meja VIP bersama keluarga Andaksa dan keluarganya dari kampung, berbeda dengan Zety dan Margaretha yang berdiri di belakang Zahra sebagai pengiring mempelai wanita.
__ADS_1
Tepat ketika lagu Beautiful in White mengalun merdu di ruangan tersebut, Zahra melangkah anggun memasuki ruangan dengan diampit oleh Laras dan Setya. Sementara di depan panggung, Arga berdiri tegak menatap Zahra terus-menerus. Jika Zahra diampit kedua orang tuanya, Arga pun diampit oleh Gerry dan Melda. Wajah-wajah mereka tampak berbinar bahagia.
Senyum Arga mengembang sempurna saat Zahra sudah berdiri di depannya. Lalu, dia pun duduk berhadapan dengan Setya, sedangkan Zahra duduk di sampingnya. Arga tampak sangat gugup, tetapi dia mencoba untuk tetap terlihat tenang. Dalam hati Arga terus saja merapalkan doa semoga saja lidahnya tidak kesleo. Arga menghirup napas dalam-dalam saat Setya sudah menjabat tangannya dan bersiap untuk mengucapkan ijab kabul.
β’β’β’β’
Ciee yang dagdigdug serrrrr
Semoga lancar semuanya ya Babang Arga.
Hayukk guys, siapakan amplop bagi yang mau datang ke pernikahan Arga dan Zaenab ππ
__ADS_1
Othor siapin lemper dan wajik ketan ππ