Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya

Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya
Belitung day 2


__ADS_3

Aku melompat menerjang Riri yang merebahkan tubuhnya di atas kasur, aku membuka pakaian tipis yang sepertinya sengaja ia pakai malam itu.


Kubelai tubuh Riri yang putih bersih itu, tanganku mulai menjelajah, lekukan demi lekukan kubelai perlahan.


"Dulu ada seorang pemburu, dia pergi ke hutan karena mencari burung langka, dalam perjalanan tiba-tiba saja dia di kejar beruang, karena ketakutan lalu dia bersembunyi di dalam goa." Kataku sambil memasukan jariku.


Riri mengerang, mengerang karena nikmat sepertinya, aku terus menciuminya malam itu sambil kedua jariku masih ada di dalam sana, kumainkan lidahku hingga kulumat pegunungan kecil itu, Riri menarik rambutku sambil sesekali terdengar desahan dari mulutnya, aku lalu mencium bibir mungilnya. tak lama kurasakan kedua jariku telah basah.


"Pemburu itu terus bersembunyi di dalam goa sana, dan betapa beruntungnya dia ketika melihat burung langka itu ikut masuk ke dalam goa." Kataku sambil menarik kedua paha Riri saling berjauhan.


Riri terus mendesah dan itu membuatku semakin bergairah, kugerakan tubuhku maju-mundur secara perlahan, Riri kemudian melingkarkan tangannya ke pinggangku, tak lama kugerakan tubuhku semakin cepat hingga aku merasa ada sesuatu yang akan menyembur di dalam sana dan akhirnya membuatku lemas.


"Udah?" Kata Riri.


"Istirahat dulu." Jawabku.


Kami berdua merebahkan diri di atas kasur tanpa mengenakan sehelai benang pun, dan malam itu berlalu, entah berapa kali aku dan Riri melakukannya malam itu.


Pagi itu ketika aku terbangun tampak Riri telah duduk di sampingku sambil tersenyum, sepertinya dia sangat bahagia dengan apa yang terjadi semalam.


"Adit hebat, Riri sampe nyerah semalam?" Ujarnya.

__ADS_1


"Iya dong, Adit gitu lho." Jawabku.


"Ya udah kalau begitu cepat mandi, sebelum pemandu tour datang." Katanya


Aku bangkit dan menuju kamar mandi, entah mengapa lututku terasa lemas pagi itu, hingga akhirnya aku berjalan sambil memegangi tembok.


"Hahahaa katanya hebat, kok lemas gitu." Kata Riri menggodaku.


"Lemas? Siapa bilang, aku sesaat tadi merasa ada gempa bumi, kamu ngerasa nggak?" Kataku beralasan.


"Gempa bumi? Adit Riri takut." Katanya mendekat dan kemudian memelukku.


"Nggak usah takut kan ada aku, mau mandi bareng?" Ujarku.


Setelah selesai kami pun bergegas menuju lobby, ternyata semua sudah menunggu untuk makan pagi bersama si restoran hotel.


"Lama banget lu, gw udah laper tau." Ujar Pay.


"Lah lagian siapa suruh nunggu gw, kan bisa makan duluan." Kataku.


"Nggak enak lah kalau nggak bareng." Jawab Pay.

__ADS_1


"Jessica..." Ucap Riri memanggil Jessica.


"Iya Kak Riri, ada apa?" Kata Jessica.


"Perut kamu terlihat makin besar, boleh aku pegang? biar nular gitu hamilnya." Ucap Riri kemudian memegangi perut Jessica yang tengah hamil.


"Nular? Kamu kira penyakit." Kataku membuat mereka tertawa.


"pssssst....Bos...sini bos." Kata Bams berbisik.


"Iya Bams kenapa?" Tanyaku.


"Bos semalem ada apa, aku dengar bos Riri menjerit, kalian bertengkar?" Tanya Bams.


"Nggak kok."


"Lalu kenapa suaranya keras sekali, aku dan Pay sampai keluar kamar dan mendengarnya dari balik pintu kamarmu." Kata Bams.


"Jadi kalian dengar semuanya?" Tanyaku.


"Iya Bos, kami khawatir tapi tak mau ikut campur masalah rumah tanggamu." Kata Bams dengan wajah polosnya.

__ADS_1


Aku hanya tertawa menanggapinya, ternyata malam tadi suara desahan Riri terdengar hingga kamar Bams dan Pay yang tepat berada di sebelah kamar kami.


__ADS_2