Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya

Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya
Penjelasan


__ADS_3

Setelah mendekati dan hampir menyusul mereka akupun memanggil keduanya.


"Ri, Ren tunggu aku."


Sontak mereka berdua menoleh kearahku, akan tetapi setelah melihatku Riri malah semakin mempercepat larinya, sepertinya ia mau menghindari ku.


Aku terus mengejarnya hingga akhirnya aku berhasil memegang tangannya.


"Tunggu Ri, kamu itu sebenernya kenapa."


Riri hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Aku akan ikhlas dan terima jika kamu memang sudah jenuh sama aku atau ada laki-laki lain dihatimu, tapi kamu beri aku penjelasan, jangan terus menghindar seperti ini."


Kemudian Riri menatapku dan matanya berkaca-kaca seperti mau menangis.


"Jenuh...? Laki-laki lain..? Kamu jahat Adit, harusnya akulah yang berkata seperti itu sama kamu, selama ini aku selalu percaya sama kamu,tapi apa yang kudapat, cuma sakit hati."


"Sakit hati..? Apa maksud kamu, aku sama sekali nggak ngerti."


"Kamu munafik Dit, janganlah kamu menyakiti aku lagi, semua sudah cukup buat aku, aku kecewa sama kamu."


"Kamu bicara apa Ri..? Aku sungguh nggak ngerti maksud kamu."


Kemudian Riri mengambil ponselnya dan menunjukan beberapa foto kepadaku.


"Kamu masih nggak ngerti setelah melihat ini? Awalnya aku kira kamu tulus sama aku, tetapi ternyata kamu sama saja dengan yang lainnya, kamu pandai mempermainkan hati wanita Dit, aku benci sama kamu."


Setelah kulihat dan kuamati foto itu ternyata itu adalah foto-foto kebersamaanku dan Sinta di Bali kemarin.


Hampir semua foto ada disitu, foto di diskotik saat kami berdansa, foto aku menggandeng Sinta ketika dia mabuk, foto saat kami berlarian dan terjatuh di pantai, foto saat Sinta menarik ku waktu kami dikejar pemuda berandalan hingga kiriman foto terbaru aku dan Sinta di atap kantor.


"Siapa yang mengirim itu Ri? semua itu nggak seperti yang kamu lihat difoto, kamu cuma salah paham."


"Salah paham kamu bilang, setelah semua bukti ini kamu bilang aku salah paham, wanita mana yang tidak sakit hatinya melihat orang yang dia sayangi bermesraan dengan wanita lain."


"Ri kamu denger dulu penjelasan aku." Kataku sambil memegang kedua tangannya.


"Penjelasan apa lagi Adit, semua foto ini menjelaskan semua kelakuan kamu di belakang aku."

__ADS_1


"Aku pernah berjanji sama kamu bahwa aku tidak akan sekalipun menyakiti hati kamu dan itu masih aku pegang hingga sekarang Ri."


"Kamu pembohong Adit, ternyata selama ini hanya aku yang benar-benar sangat mencintaimu, sedangkan kamu tidak."


"Ri kamu harus percaya sama aku, hati ini tidak pernah salah memilih, dan sejak awal hatiku yang memilihmu untuk jadi pasanganku..Bukan Sinta."


"Cukup Adit, aku benci sama kamu, mulai detik ini kamu jangan pernah hubungin aku lagi, semoga kamu bahagia sama Kak Sinta."


Lalu Riri pun pergi meninggalkanku sambil menangis, melihat itu semua Reni yang daritadi terdiam melihat pertengkaran kami mendekati dan menyemangatiku.


"Sabar ya Dit mungkin kamu hanya perlu lebih meyakinkan dia, aku tahu dia sangat mencintaimu dan kamu pun demikian, aku juga tahu kamu bukan orang yang seperti itu, sekarang kamu berikan waktu sebentar padanya untuk berpikir."


Lalu Reni pun pergi menyusul sepupunya itu.


Aku pulang ke kontrakan dengan langkah gontai, duniaku terasa hancur, aku terus berpikir mengapa akhirnya harus seperti ini.


Malamnya aku masih terpikir kejadian dan semua kata-kata Riri pagi tadi, aku sama sekali tidak menyalahkan sikapnya yang tidak mau mendengar penjelasanku, karena mungkin aku pun akan seperti itu jika ada di posisinya.


Kemudian aku teringat tentang foto-foto yang Riri tunjukan kepadaku, siapakah orang yang Setega itu memfitnahku.


Hanya nama Sinta yang muncul dikepalaku saat ini, tapi apa benar dia yang mengirim foto itu? Kalau memang benar dia lalu apa tujuannya menghancurkan hubungan kami.


Akupun meraih ponselku untuk menghubungi Sinta, tapi setelah di telpon dia sama sekali tidak mengangkat telponku.


Baiklah jika dia tidak mau mengangkat telpon ku, besok akan aku tanyakan langsung kepadanya dikantor.


Esoknya di kantor ternyata Sinta tidak masuk kerja, aku tak tahu kemana dia pergi aku tanyakan kepada semua seniorku dan dari mereka aku mengetahui jika Sinta izin 3 hari untuk tidak masuk kantor karena ada keperluan keluarga di luar kota.


Apakah itu semua bohong? Apakah dia hanya menghindariku? Aku semakin bingung saat ini, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.


Siang itu saat jam istirahat seperti biasa aku makan siang bersama Wahyu.


"Kenapa kamu Dit lesu banget?" Ujar Wahyu.


"Aku lagi bingung Yu."


"Lha bingung kenapa toh? Baru ditinggal 3 hari sama Bu Sinta saja kamu sudah bingung seperti ini Dit."


Akupun kemudian menceritakan semua masalah yang sedang kualami pada Wahyu.

__ADS_1


"Wah siapa ya Dit kira-kira yang mengirim foto itu, tega sekali orang itu."


"Aku pikir ini semua pasti ulah Sinta Yu, buktinya saat ini dia menghilang, bahkan ponselnya pun tidak bisa kuhubungi."


Wahyu pun terdiam mendengar kata-kata ku lalu berkata.


"Ya sudah toh Dit kamu yang sabar, pasti ada hikmahnya dibalik semua ini."


"Iya Yu makasih ya, maaf aku jadi curhat sama kamu."


"Walah Dit kita kan teman, kalau ada apa-apa kamu bisa cerita sama aku."


Malamnya aku terus menelpon Sinta berharap dia mau mengangkat telponku dan menjelaskan semuanya, tapi dia tidak juga menerima semua panggilanku malah setelahnya ponsel Sinta tidak bisa dihubungi.


"Kayaknya gw emang harus bersabar sampai 3 hari kedepan untuk ketemu Sinta." Kataku dalam hati.


Aku baru pertama merasakan hal seperti ini, jadi inikah yang dinamakan patah hati? Tidak enak makan dan tidak enak tidur, aku sangat Rindu kepada Riri tapi dia masih tak mau menemui ku.


Arrrrgh apa yang harus kulakukan, hingga akhirnya aku teringat pada boneka yang dulu kubeli untuk Riri, dia pernah mengatakan selalu berbicara pada boneka itu jika dia Rindu padaku.


Akupun meraih boneka beruang yang ada dikontrakan ku kemudian aku berkata pada boneka itu.


SAYANG...AKU RINDU


APAKAH KAMU DISANA JUGA MERINDUKAN AKU..


AKU PERNAH MENITIPKAN SETENGAH HATIKU UNTUK KAU JAGA,DAN KAU PUN JUGA SEPERTI ITU..


SAAT INI SETENGAH HATIMU MASIH UTUH PADAKU..AKU SELALU MENJAGA NYA BAIK-BAIK DAN TAK PERNAH MELUKAINYA..


AKU HARAP KAMU TAHU ITU..


TOLONG JANGAN KEMBALIKAN DULU HATI ITU KEPADAKU KARENA AKU MASIH INGIN KAU UNTUK MENYIMPANNYA BAIK-BAIK..


BIARKAN NANTI AKU MENGAMBILNYA SENDIRI PADA HARI PERNIKAHAN KITA...DI SAAT HATI KITA TELAH MENJADI SATU..


SAYANG..AKU RINDU.


Kemudian akupun tertidur dengan boneka itu ada dipelukanku.

__ADS_1


__ADS_2