Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya

Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya
Rival dan Persahabatan


__ADS_3

Lomba kedua akan segera dimulai, para peserta sudah bersiap ditempatnya masing-masing.


Tampak Bams dan Pay sudah mengenakan karung dengan kaki yang terikat di dalam karung tersebut.


Disana tampak pula Wahyu yang bersiap untuk memberikan aba-aba, hitungan mundur pun dilakukan.


3...2...1 Mulai


Pay melakukan lompatan pertama namun Bams masih terdiam di tempatnya. Jarak keduanya sudah berbeda sejauh 2 meter, terlihat Bams menyeringai lalu membalikan badan nya.


"Lihat ngapain itu si Bams, kok posisinya terbalik?" Ujar Reni.


Kami semua kebingungan dengan tingkahnya kali ini, apa yang mau dia lakukan sekarang. Tak lama Bams mulai melompat dengan langkah mundur, membuat semua terkejut ketika melihatnya.


Jarak pun semakin terkikis, Bams mulai mendekati Pay dan hampir menyusulnya. Pay menoleh ke arah belakang lalu ia mempercepat lompatannya.


Kini jarak mereka sudah seimbang, tampak beberapa meter di depan sudah terlihat garis finish, akhirnya Bams berhasil mendahului Pay, dia menjulurkan lidahnya sebagai tanda merendahkan lawan.


Kami terkesima melihat kehebatannya, bagaimana bisa orang yang melompat paling akhir bisa menang, bahkan dengan lompatan mundur.


Terlihat garis finish di depan Bams, hanya dengan lima lompatan lagi mungkin dia bisa menang. Pay terus berusaha tak mau kalah, ia menambah lagi kecepatannya tapi tak juga bisa menyusul Bams.


Sisa 3 lompatan lagi maka Bams akan keluar sebagai pemenang. Nampak dia sudah sangat percaya diri akan keluar sebagai juara, sambil melompat dia mengangkat sebelah tangannya sebagai deklarasi bahwa dialah sang juara.


Pay tampak hampir menyerah, wajahnya tak terlihat gembira sama sekali dalam perlombaan itu. Bams menjulurkan lidahnya lagi untuk merendahkan Pay, hingga tak ia sadari di jalur lompatannya tampak sebuah batu yang lumayan besar menunggunya.


Bams masih melompat mundur, hingga akhirnya kakinya mengenai batu besar itu dan membuatnya terjatuh. Tentu saja Pay tidak membuang kesempatan emas itu, melihat rivalnya terjatuh wajah yang sedari tadi muram pun tampak punya harapan.


Pay berhasil melewati Bams yang terjatuh di tanah, hingga akhirnya ia tiba di garis finish.


Terdengar suara tepuk tangan dari kami untuk kemenangannya yang diiringi tawa karena melihat Bams terjatuh.


Pay menghampiri Bams yang masih terlihat duduk di atas tanah, Bams mengulurkan tangannya agar Pay membantunya berdiri.


Bukan nya menyambut uluran tangan Bams tapi Pay malah mendekatkan wajahnya ke arah wajah Bams sambil berkata.

__ADS_1


"Huahahaha satu sama klimis, makanya jangan songong..Kualat kan." Katanya dan kemudian pergi meninggalkan Bams.


"Cih...Jamur beruntung." Kata Bams.


Akhirnya Bams di bantu berdiri oleh Wahyu, kali ini tatapannya tajam memandang wajah sang rival, mungkin dalam hatinya ia berkata harus memenangkan perlombaan terakhir.


Sebelum pertandingan final aku memberikan mereka waktu beristirahat selama 10 menit. Tampak Pay melangkah mendekati Rai.


"Neng dukung abang ya supaya menang, kalau neng Rai bersorak buat abang pasti abang tambah semangat." Ucap Pay.


"Jangan mau Rai, mending dukung abang aja, kalo abang menang nanti hadiahnya abang kasih buat Rai." Kata Bams yang tiba-tiba muncul.


"Apaan sih bang Bams, lomba kalian kan nggak ada hadiahnya." Jawab Rai.


"Oh iya abang lupa." Kata bams lagi.


"Sekarang neng Rai dukung siapa? Bang Pay atau si klimis minyak rambut ini." Tanya Pay.


"Udah pasti gw lah jamur, ngapain dia dukung orang yang jelas-jelas bakal kalah." Ucap Bams.


"Heleh menang beruntung aja bangga." Kata Bams lagi.


Adu mulut pun terjadi antara dua rival abadi ini.


"Stop..Stop, berisik banget sih kalian. Rai netral nggak dukung siapa-siapa, aku kan juri jadi nggak boleh dukung peserta." Ucap Rai lalu kemudian pergi meninggalkan kedua orang itu.


Tampak Bams dan Pay menunduk karena mendengar jawaban Rai.


Perlombaan final pun akan segera dimulai, dan kali ini lomba yang akan di pertandingkan berdasarkan pemilihan para juri. Kami menetapkan lomba membawa kelereng dengan sendok sebagai pertandingan terakhir dan juga lomba yang menentukan sang juara.


Kedua peserta bersiap menunggu aba-aba, mereka telah menggigit sendoknya dengan kuat, hingga tibalah waktunya perlombaan dimulai.


Keduanya maju secara bersamaan, tampak kali ini Bams tidak meremehkan lawannya karena dia pasti tak mau kalah lagi.


Mereka tampak berhati-hati menjaga keseimbangan agar kelereng di atas sendok itu tidak jatuh. Pay berhasil sedikit mendahului Bams, dan melihat itu Bams seperti tidak terima lalu mempercepat langkahnya.

__ADS_1


Sungguh sial lagi Bams kali ini, karena tak memperhatikan langkahnya dia tersandung untuk kedua kalinya. Bams hampir terjatuh jika saja dia tidak menarik celana Pay untuk menghentikan laju jatuhnya.


"Ayam..Ayam..Ayam." Kata Pay yang terkejut karena celananya di tarik oleh Bams.


Melihat Pay terhenti Bams mengambil kelerengnya yang jatuh tadi dan melanjutkan pertandingan, sementara Pay terlihat sedang menutupi mulutnya.


Garis finish sudah di depan mata, sepertinya Bams akan keluar sebagai pemenangnya, tapi sebelum ia berhasil melewati garis finish tersebut tiba-tiba.


"Eh itu Bang Pay kenapa kok sekarang megangin lehernya." Kata Riri.


"Wah kayaknya kelereng yang tadi dia bawa masuk ke mulut deh." Sahut Reni.


Kami pun berlari mendekatinya, dan benar saja ternyata Pay secara tidak sengaja menelan kelereng sewaktu dia terkejut tadi, melihat itu Bams yang tinggal selangkah lagi memenangkan pertandingan kembali ke posisi tempat dimana Pay berada.


Bams masuk kedalam kerumunan kami yang mengelilingi Pay. Dan tanpa banyak bicara ia menepuk-nepuk pundak pay dengan keras hingga akhirnya tak berapa lama kelereng yang tertelan itu keluar dari mulut Pay.


Kami semua yang menyaksikan bernafas lega karena Pay sudah tidak apa-apa sekarang, dan juga kami merasa bangga pada Bams karena dibalik semua persaingan mereka ternyata Bams sangat perduli dengan keselamatan rivalnya itu.


Pay mengucapkan terimakasih dan mengulurkan tangannya untuk Bams, Bams terdiam sejenak lalu menerima uluran tangan Pay sambil tersenyum.


"Makasih klimis kalo nggak ada lu pasti gw udah mati keselek gundu." Ucap Pay.


"Jangan dipikirin mur, gw cuma nggak mau kalo lu mati disini terus panti ini jadi angker." Jawab Bams.


Kami semua tertawa mendengar perkataan Bams tersebut, akhirnya kami memutuskan tak ada pemenang dalam perlombaan ini dan berakhir imbang.


Memang tak ada juara kali ini tapi kami mendapatkan pelajaran berharga dari kedua orang yang selalu bertingkah konyol tersebut.


Sekeras apapun kalian bersaing dengan teman, ingatlah bahwa sesungguhnya persahabatan diatas apapun dari apa yang kalian pertaruhkan.


Sore itu kami semua berkumpul untuk membagikan hadiah kepada para pemenang lomba, termasuk Tiwi yang menjadi juara pertama dalam salah satu perlombaan.


Tampak rona bahagia terpancar dari anak-anak tersebut, mereka semua tertawa riang seraya membuka hadiah yang telah dibungkus dengan kertas kado itu.


Kami para juri beserta ibu panti pun ikut senang melihat keadaan tersebut hingga tak kami sadari jika ada seseorang memperhatikan kami dari jauh.

__ADS_1


__ADS_2