Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya

Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya
Ternyata dia adalah...


__ADS_3

Kami semua duduk di tempat yang telah di sediakan di depan rumah Riri sambil menunggu Papa untuk turun dari kamar beliau.


Sesekali ku pandangi wajah Ibu yang terlihat amat sangat bahagia, bagaimana tidak, hari ini adalah hari spesial bagi anak pertamanya, karena setelah hari ini juga Beliau akan mendapatkan seorang menantu.


Selain Ibu aku pun sesekali memandangi wajah Riri yang terlihat bersinar pagi itu, Riri semakin cantik dengan gaun yang dia kenakan.


"Dit calon mertua lu kayaknya pake baju astronot ya, lama banget ganti baju doang." Bisik Pay yang ada di sebelahku.


"Maklum lah Pay, pasti Papa merasa tegang juga karena hari ini Puteri semata wayangnya di lamar orang." Jawabku.


Tak lama Papa berjalan ke luar dengan perlahan, entah kenapa wajahnya terlihat sangat tegang, aku berpikir mungkin itu karena acara ini, tapi ketika melihat Papa, wajah Ibuku tampak berbeda dengan sebelumnya, sorot matanya tajam memandang wajah Papa.


"Ka...Kamu!!!" Ucap Ibu ketika melihat Papa.


"Yanti...." Jawab Papa.


Ada yang aneh terjadi di sana, bukankah dulu Papa bilang tidak mengenal kedua orangtuaku walau kami berasal dari kampung yang sama, kutatap wajah Ibu dan perlahan Ibu meneteskan air mata.


Suasana mendadak hening sesaat hingga akhirnya pecah karena Pamanku menghampiri Papa dan lalu memukul wajahnya.


"Pembunuh...Akhirnya kita bertemu di sini, sudah lama kutunggu kesempatan ini." Kata Pamanku.


Sontak saja aku dan Iman yang berada di dekatnya menahan emosi Paman.


"Paman, ada apa sebenarnya? Kenapa Paman memukul Papa." Kataku.


"Orang ini tak layak kau sebut Papa, orang ini iblis Adit!!!" Kata Pamanku.


"Ta...Tapi kenapa Paman?" Tanyaku lagi.


"Dialah yang membuat Adikku tiada...Dia orangnya Dit." Kata Paman.


Aku mengalihkan pendanganku ke arah wajah Papa, tampak dia tertunduk tak berkata bahkan tak coba menyangkal apa yang di katakan Paman.


"Apa benar yang Pamanku katakan? Apa benar anda orangnya?" Kataku sambil memandang tajam wajah Papa.


"Ma..Maafkan Papa Nak." Kata Papa bergetar.

__ADS_1


"Kamu bukan Papaku!!! Justru kamulah yang menyebabkan Ayahku tiada." Kataku dengan nada keras.


Suasana menjadi hening saat itu, hanya terdengar tangisan Ibu, tak lama Rai pun ikut menangis, sedang Riri menghampiri Papanya.


"Jadi dari awal Anda tahu bahwa aku adalah anak dari orang yang telah anda buat meninggal?" Kataku lagi.


"Pertama melihatmu Papa teringat dengan sahabatku yang telah tiada, karena wajahmu sangat mirip dengannya, kemudian Papa mengirim orang untuk menyelidiki latar belakangmu, dan ternyata benar bahwa kamu adalah anak dari Yanti dan Sigit, dan setelah kejadian di Rumah Sakit waktu itu Aku semakin yakin bahwa kamu adalah anak mereka." Ucap Papa.


"Sahabat? siapa yang kau panggil sahabat dengan mulut kotormu itu, apakah kebaikan yang anda lakukan selama ini kepadaku untuk menebus dosa anda?"


"Ma...Maafkan Papa Nak, Papa sangat menyesal." Katanya dengan wajah sedih.


Riri berdiri di samping Papa untuk menenangkannya, tak lama Ibu pergi meninggalkan rumah Riri sambil menangis dan di susul oleh Rai dan Pay.


Aku pun berbalik, melangkah ke arah luar dan mencoba pergi dari sana, aku tak tahu harus berkata apa lagi hingga akhirnya Riri memanggilku.


"Adiiiit....!!!"


"Maaf Ri, aku rasa hubungan kita cukup sampai di sini saja." Jawabku.


"Kamu ingat, dulu aku pernah bilang bahwa aku tak akan pernah memaafkan orang yang menyebabkan Ayahku meninggal, bahkan sampai keturunannya."


"Mana janji Adit di Puncak Bintang, mana janji Adit di menara Eiffel." Kata Riri sambil menangis.


"Kalau begitu bencilah aku, bencilah aku sebagai pembohong yang tak bisa menepati janjinya...Semoga kamu bisa menemukan lelaki yang lebih baik dariku kelak." Kataku sambil melangkah pergi.


Saat itu Riri tak mengejarku karena beberapa saat setelah aku meninggalkan tempat itu Papa Riri jatuh tak sadarkan diri.


Aku terus melangkah ke luar dari rumah itu, langkahku berat, dadaku terasa sakit, sakit yang teramat sangat hingga akhirnya aku tak kuasa menahan air mataku, kuhampiri Ibu dan Rai, kupeluk erat mereka dan lalu kami bersiap pergi dari sana.


"Bos, udah selesai acaranya? Cepet banget." Tanya Bams yang baru sampai di rumah Riri.


Aku tak menjawab pertanyaannya dan kami pun pergi dari sana, terlihat Bams yang berdiri kebingungan lalu masuk ke dalam rumah Riri.


Dalam perjalanan pulang tak ada satu pun dari kami yang berbicara, semua tertunduk, hanya sesekali terdengar Ibuku terisak.


Sesampainya di rumah aku terduduk diam di depan teras, sedangkan Ibu di bawa masuk ke dalam dan di tenangkan oleh Bibiku, tak lama Paman menghampiri aku yang sedang sendiri.

__ADS_1


"Kuatkan hatimu Dit, ini semua cobaan dari Yang Maha Kuasa." Ucap Paman.


"Paman, bisakah Paman menceritakan masa lalu Ayah, kenapa orang itu menyebut Ayahku sebagai sahabatnya."


Paman pun mulai bercerita.


Dahulu Sigit dan Suryo adalah sahabat sejak kecil, mereka lahir di kampung yang sama, bahkan rumah mereka pun berdekatan, walau mereka berbeda nasib.


Suryo di lahirkan dari keluarga terpandang di kampung itu, sedang Sigit di lahirkan dari keluarga sederhana, Ayahnya hanya seorang petani, petani yang bekerja di sawah keluarga Suryo.


Tapi mereka tak pernah sekalipun memandang perbedaan itu, mereka bersahabat karena sudah bermain bersama sejak kecil, sekolah pun selalu bersama, mereka tak terpisahkan saat itu.


Suryo memiliki sifat mau menang sendiri dan agak sombong, karena memang dia di lahirkan dari keluarga berada yang selalu menuruti apa yang dia mau, Sedang Sigit adalah anak pintar, baik hati dan pendiam.


Walau memiliki sifat yang bertolak belakang, mereka saling mengisi, bahkan Suryo yang angkuh pun terlihat sangat menyayangi Sigit sebagai sahabatnya, tak jarang dia mengorbankan dirinya sendiri jika melihat Sigit di ganggu orang, bahkan hubungan mereka sudah seperti saudara kandung.


Hingga akhirnya mereka berdua masuk ke salah satu Universitas ternama di Kota Bandung, Suryo bisa masuk ke kampus itu karena koneksi keluarganya, sedangkan Sigit karena mendapatkan beasiswa atas kepintarannya.


Semua berjalan seperti biasanya, hingga akhirnya ada seorang gadis bernama Yanti masuk ke kehidupan mereka.


Yanti adalah bintang kampus saat itu, banyak pria menyukainya termasuk Suryo, Suryo pun mendekati Yanti hingga akhirnya mereka berpacaran, Suryo mengenalkan Yanti kepada Sigit dan akhirnya mereka bertiga menjadi dekat.


Hingga suatu hari, Yanti datang dan menangis kepada Sigit, dia bilang Suryo memukulnya hingga akhirnya mereka bertengkar dan kemudian putus, awalnya Sigit menanggapi Yanti karena Sigit menganggap Yanti sebagai sahabatnya juga.


Tapi lama kelamaan karena sifat baik hati dan dewasa dari Sigit membuat Yanti mempunyai perasaan kepadanya, tentu awalnya Sigit menolak karena merasa tak enak pada Suryo, tapi semakin hari mereka menjadi semakin dekat dan akhirnya mereka berpacaran tanpa di ketahui Suryo.


Suatu saat Suryo datang kepada Yanti untuk meminta maaf dan memintanya kembali berpacaran dengan Suryo, Yanti menolaknya, dia tak bilang bahwa saat itu dia sudah berpacaran dengan Sigit, tapi karena Suryo terus memaksa akhirnya Yanti jujur kepadanya.


Tentu Suryo marah, tak lama dia berhenti kuliah dan tak pernah terlihat lagi baik di kampus maupun di rumah.


Setelah lulus akhirnya Sigit menikahi Yanti, dan kemudian mereka mendirikan perusahaan kecil bersama, saat itu terdengar kabar dari keluarga Suryo bahwa dirinya tengah pindah ke Jakarta karena di jodohkan dengan seorang gadis dari keluarga kaya raya, Sigit bahagia mendengarnya dan selalu mendoakan kebahagiaan untuk sahabatnya itu.


Tahun demi tahun berlalu, perusahaan yang di dirikan Ayahmu pun telah menjadi besar, saat itu Sigit menjadi salah satu pengusaha paling sukses di Bandung.


Hingga akhirnya Suryo datang kembali, tak menganggap Sigit sebagai sahabatnya lagi, dia menghancurkan perusahaan Ayahmu hingga akhirnya bangkrut dan kalian jatuh miskin.


Sebenarnya jika saja yang menghancurkan perusahaannya bukan Suryo pasti Ayahmu bisa bertahan, tapi yang membuatnya menjadi sakit dan akhirnya meninggal adalah karena yang menghancurkannya orang yang selama ini selalu ada dalam do'anya...dan itu adalah Suryo.

__ADS_1


__ADS_2