
"Wah indah ya A suasana pagi Kota Bandung dari atas sini." Ucap Jessica.
"Iya Ri...." Tanpa sadar ternyata aku salah menyebut namanya.
"Ri siapa A?"
"Ah nggak...Udah lupakan aja."
Jessica terdiam sambil memandang wajahku, mungkin dia tahu jika aku salah memanggil namanya dengan nama orang lain, bukan maksudku juga untuk menyembunyikannya, tapi jika aku membahas mengenai Riri lagi, kapan aku bisa melupakannya.
Tanpa kusadari tangan Jessica semakin mendekat ke arah tanganku, aku terkejut lalu menjauhkan tanganku darinya.
"Maaf A, aku terbawa suasana romantis di tempat ini." Ucapnya.
"Iya nggak apa-apa." Kataku sambil memandangi suasana Kota Bandung di bawah kami.
"A, aku selama ini nggak pernah pacaran lho, jadi aku nggak tau harus bagaimana bersikap di depan cowok yang aku suka." Katanya.
"Ya bersikap sewajarnya aja Jess, memangnya kamu lagi suka sama siapa?" Tanyaku lagi.
"Udah A lupakan...!!!" Ucapnya terlihat kesal.
Siang harinya kami kembali pulang kerumah untuk makan bersama keluargaku, tampak Jessica tak banyak bicara selama perjalanan, aku tak tahu kenapa dia seperti itu, sesampainya di rumah terlihat Iman yang sedang duduk di teras rumah.
"Lho Man, sama siapa?" Tanyaku ketika melihatnya.
"Ini A nganter si Mamah buat ketemu Bi Yanti, A sendiri darimana?" Ucap Iman sambil memandang ke arah Jessica yang berdiri di sebelahku.
"Oh ini aku habis anter Jessica jalan." Jawabku.
Pandangan Iman ke wajah Jessica semakin tajam setiap detiknya, aku sungguh tak mengerti dengan situasi yang tengah terjadi.
"Man....Kenapa kamu bengong." Tanyaku.
"Eh maaf A, cuma aneh aja kok A Adit bisa jalan sama Jessica." Kata Iman.
"Ya bisa lah, kenapa emangnya?" Jawab Jessica ketus.
"Ya nggak apa-apa sih, cuma aneh aja kenapa tiap aku ajak jalan kamu nolak." Kata Iman lagi.
"Terserah aku dong mau jalan sama siapa? kenapa kamu mesti aneh." Ucap Jessica.
Karena suasana semakin tidak enak aku kemudian mengajak mereka masuk untuk makan bersama, tampak di dalam Ibu dan Bibi sedang mengobrol di ruang tamu rumah kami.
__ADS_1
"Keponakan Bibi yang ganteng darimana?" Ucap Bibi.
"Habis jalan Bi, biasa anak muda." Jawabku.
"Wah siapa gadis cantik ini, kelihatannya Adit sudah move on ya dari Riri." Kata Bibi lagi.
"Kenalkan Bi ini Jessica, dia temannya Rai dan Iman juga."
"Oh maaf, Bibi kira pacar baru kamu."
"Perkenalkan Bi nama saya Jessica." Kata Jessica mengenalkan diri.
"Iya cantik, aku Bibinya Adit, ngomong-ngomong Iman kenapa kok cemberut aja." Tanya Bibi.
"Nggak apa-apa kok Mah, sebaiknya kita pulang yuk Mah, Papa pasti udah nunggu kita di rumah." Jawab Iman.
"Lho kalian nggak makan siang bareng aja di sini." Tanya Ibu.
"Nggak Ceu, aku kesini cuma mau tanya Rai mau melanjutkan kuliah dimana, karena kata Iman dia cuma mau kuliah bila bareng sama sepupunya itu." Jawab Bibi.
Setelah itu Bibi dan Iman pamit untuk pulang, entah kenapa sebelum pulang Iman selalu memperhatikan wajah Jessica lalu tak lama dia melihat kearahku seperti ada yang mau dia katakan.
"Rai, Pay dan Tiwi belum pulang Bu?" Tanyaku.
Aku, Ibu dan Jessica makan bersama siang itu, kali ini Jessica yang terus memandangi wajahku, aku tak tahu mengapa hari ini orang-orang senang sekali saling memandang wajah, selesai makan Jessica pamit untuk pulang, aku pun mengantarkannya sampai mobil.
"A....!!!" Ucap Jessica.
"Iya kenapa Jess?"
"Riri itu pacar kamu? Tadi di Bukit Bintang tanpa sengaja kamu memanggil aku dengan namanya, barusan Bibi juga menyebut nama Riri."
"...........Bukan, dia hanya masa lalu." Jawabku.
"Ya udah kalau begitu aku pamit ya A." Kata Jessica yang kemudian berlalu pergi.
Tak lama setelah kepulangan Jessica tampak Rai dan Pay telah pulang ke rumah, mereka langsung menuju meja makan, setelah Rai selesai makan aku pun memanggilnya untuk berbincang denganku.
"Kenapa A, tumben manggil aku." Ucap Rai.
"De aku mau cerita, tadi ketika di Puncak Bintang aku tanpa sengaja panggil Jessica dengan nama Riri, tak lama dia terlihat murung, kenapa ya De, aku sama sekali nggak ngerti."
"Ih A Adit kamu itu bener-bener nggak peka ya, ini menurut pandanganku sebagai wanita ya A, sepertinya Jessica suka deh sama kamu, dia emang nggak ngomong sama aku, tapi semenjak ketemu kamu sifat dinginnya itu berubah drastis lho A."
__ADS_1
"Emang tadi dia bilang lagi suka sama seseorang sih De, tapi masa sama aku sih, kenal aja belum lama."
"Idih A Adit sok teu ngaca (suka nggak ngaca), kamu kan dulu pernah cerita kalau kamu juga suka sama Kak Riri dari pertama ketemu kan."
Benar apa yang dikatakan Rai, dulu aku pun pernah mengalami hal yang sama dengan apa yang di rasakan Jessica, ternyata benar bahwa cinta pada pandangan pertama itu memang ada.
"Iya..Iya tunggu sebentar, Dit nih si Bambang mau ngomong." Kata Pay yang keluar rumah sambil menelpon dan lalu memberikannya padaku.
"Iya Bams kenapa?" Kataku.
"Gawat bos..." Jawabnya.
"Gawat kenapa?"
"Bos Riri...Bos Riri ada yang naksir." Ucapnya.
"Siapa..?" Tanyaku.
"Dokter muda yang menangani Papanya, dari seminggu yang lalu dia selalu mencoba mendekati bos Riri tapi aku dan Reni selalu berhasil mencegahnya, tapi hari ini kami gagal bos, dan nanti malam mereka janjian akan jalan-jalan ke menara Eiffel." Ucap Bams panik.
"Kenapa kalian cegah? Biarkan saja...Apa Dokter itu orang yang baik?" Tanyaku.
"Kelihatannya baik bos."
"Kalau begitu dukung dia untuk bersama Riri...."
"Ta...Tapi bos."
"Ya sudah ya Bams, aku mau mandi dulu, maklum baru pulang bepergian tadi belum sempat mandi."
Telpon pun berakhir, aku terdiam di dalam kamar mandi, kubasuh seluruh tubuhku tapi entah mengapa malah terasa panas, bukan hanya tubuh tapi hatiku yang panas, aku memang tak mengakui kepada Bams bahwa aku cemburu.
Ya....Aku cemburu mendengar Riri akan jalan dengan laki-laki lain, selama ini aku memang mencoba melupakannya, tapi kenapa masih ada cemburu? Bukankah cemburu itu tanda cinta?
Malam harinya saat terduduk sendiri di teras rumah aku melihat ada sepeda motor yang datang ke arah rumahku, setelah berhenti dan si pengendara turun ternyata itu adalah Iman.
"Lagi ngapain A? ngelamun sendirian di luar." Tanya Iman.
"Eh kamu Man, aku kira Siapa, mau ketemu Rai?"
"Nggak A, kebetulan aku mau ketemu A Adit kok."
"Aku....?"
__ADS_1