Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya

Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya
Jebakan


__ADS_3

"A terimakasih ya karena tadi kamu memberi pelajaran pada Andre." Kata Jessica di telpon.


"Nggak masalah Jess, aku memang sudah lama ingin melakukannya." Jawabku.


"Kamu mau nggak kalau sebagai ucapan terimakasihku, aku ngajak kamu makan berdua besok siang." Katanya lagi.


"Makan? Mmmmm...Di mana Jess?" Tanyaku.


"Restoran yang ada di hotel bintang lima pusat kota A, gimana? Kabarnya makanan di sana enak lho." Kata Jessica lagi.


"Ngggg....Boleh deh."


"Serius nih A, makasih ya aku seneng banget, besok jam 12 siang aku tunggu di sana ya, nanti aku share alamatnya ke ponsel Rai." Ucapnya terdengar sangat senang.


"Ok sampai bertemu besok ya." Kataku.


Aku memang sengaja menyetujui ajakannya karena aku mempunyai sebuah rencana untuk menyatukan Jessica dan Iman, rencanaku adalah ketika makan siang berlangsung dan makanan sudah siap di meja aku akan meninggalkan Jessica dan Iman akan menggantikan posisiku untuk makan siang bersamanya.


Aku pun kemudian menelpon Iman untuk menjalankan rencana yang aku buat untuknya, Iman terdengar sangat senang dan berterimakasih padaku, tapi dia bilang besok akan menyusul kesana karena harus mengantar Mamahnya terlebih dahulu.


Keesokan harinya aku berangkat ke tempat yang telah di tentukan, sebuah restoran mewah hotel bintang lima yang berada di pusat kota Bandung, aku kesana dengan meminjam ponsel Rai untuk terus berhubungan dengan Iman, sesampainya di sana aku melihat Jessica yang tengah duduk sendiri menungguku, aku pun menghampiri dan lalu duduk dengannya.


"Udah lama Jess? Maaf ya jalanan macet, maklum aku naik angkutan umum." Kataku.


"Nggak apa-apa kok A, dengan kamu datang saja aku sudah senang." Jawabnya.


"Lho kamu sudah pesen minum untuk kita?" Kataku ketika melihat ada dua gelas minuman di meja.


"Iya A, kamu pasti haus, kita minum dulu ya sebelum makanannya datang, aku juga udah pesen makanan paling spesial kok di restoran ini, pasti kamu suka." Kata Jessica.


Aku pun meminumnya dan akhirnya kami berbincang sambil menunggu makanan datang.


"Jess aku mau tanya sesuatu, tapi kamu jangan marah ya." Kataku.


"Tanya apa A?"


"Aku lihat Iman sangat mencintaimu, lagipula dia anak yang baik, kamu kenapa nggak suka sama dia?" Tanyaku.

__ADS_1


"Aku tau kok A bahwa Iman sayang sama aku, tapi entah kenapa aku nggak suka sama dia, aku kan sukanya sama kamu." Jawabnya.


"Lho aku? Tapi seandainya aku nggak suka sama kamu gimana?"


Jessica terdiam tak menjawab pertanyaanku, dia terus memandang wajahku, entah kenapa tak lama kepalaku terasa pusing, mataku juga berat seperti orang mengantuk, dan setelahnya aku sudah tak sadarkan diri.


Duar...Duar...Duar


Aku terbangun karena mendengar suara pintu di pukul dengan keras, seperti ada orang yang hendak mendobrak pintu, aku membuka mataku perlahan, betapa terkejutnya aku ketika melihat Jessica berada di hadapanku tak mengenakan sehelai benang pun, dia mencoba membuka pakaianku, aku lalu mendorongnya dan berlari ke arah pintu, kubuka pintu itu dan ternyata Iman yang sedang mencoba masuk dengan paksa ke dalam kamar hotel itu.


"Kamu nggak apa-apa A?" Tanya Iman ketika melihatku.


"Lho Man, aku nggak tau kenapa aku bisa berada di dalam kamar." Jawabku.


"Aku tau A, tadi ketika aku datang aku melihatmu tak sadarkan diri dan di bopong oleh beberapa orang, aku mengikutimu hingga ke kamar ini." Kata Iman.


Kami mengarahkan pandangan kami ke Jessica yang sudah menutupi tubuhnya dengan selimut, aku tak tahu kenapa dia bisa melakukan hal sejahat ini kepadaku.


"Aku nggak nyangka ternyata orang yang aku cintai selama ini adalah seorang wanita murahan." Kata Iman sambil menunjuk Jessica.


"Jess kenapa kamu melakukan ini? Padahal aku mengira kamu adalah wanita yang baik." Kataku.


"Maafkan aku A, aku terpaksa." Kata Jessica sambil menangis.


"Terpaksa apa wanita murahan, kamu menjebak Kakakku agar kamu bisa bersama dia kan." Kata Iman emosi.


"Aku terpaksa karena aku hamil...!!!"


Aku dan Iman terkejut mendengar kata-kata Jessica, tak percaya jika wanita sepolos dia bisa mengandung anak dari seseorang.


"Kamu hamil Jess? Siapa Ayah dari anak itu? Bukankah kamu bilang kamu tak pernah pacaran?" Tanyaku penasaran.


"Aku pernah cerita sewaktu Andre datang saat Mamah tak ada dia menggodaku kan A." Ucap Jessica.


"Iya...Lalu?"


"Sebenarnya saat itu dia bukan hanya menggodaku, tapi dia menodaiku hingga dua Minggu lalu aku test kehamilan dan ternyata aku positif." Katanya sambil menangis.

__ADS_1


Kami kembali terdiam, lagi-lagi Doni melakukan kejahatan yang tak bisa dimaafkan, aku geram, ingin rasanya kubunuh orang itu saat ini juga.


"Lalu Mamahmu tau?"


"Aku tak berani bilang A, karena Andre mengancam akan menghancurkan keluarga kami jika aku memberitahukan hal ini kepada Mamah." Jawab Jessica.


"********, akan kubunuh pria itu." Kata Iman yang kemudian pergi entah kemana.


Aku menghampiri Jessica, kupeluk dia untuk menenangkannya, Jessica hanyalah seorang gadis polos yang baru beranjak dewasa, dia tak tahu apa-apa, betapa tega Iblis yang menodainya.


Aku menyuruhnya berpakaian dan berjanji akan mengantarnya pulang juga menceritakan masalah ini kepada Mamahnya.


Sesampainya di rumah Jessica tampak Mamahnya sedang terduduk lemas di teras rumah, Jessica tak sanggup bertemu Mamahnya dan berlari kedalam rumah mengunci diri dalam kamarnya.


"Tan boleh aku bicara." Tanyaku.


"Ada apa Nak?" Ucap Mamahnya.


Aku menceritakan semua masalah yang di alami Jessica dan juga semua kejahatan yang telah dilakukan Doni di Jakarta, Mamah Jessica menangis mendengar semua ceritaku.


"Sebenarnya setelah ketemu kalian kemarin tak lama Andre itu memutuskan hubungannya dengan Tante, ponselnya sekarang sudah tidak aktif." Kata Mamah Jessica.


"Wah sepertinya dia kabur karena takut kasusnya kami bongkar Tante." Jawabku.


"Bukan itu saja masalahnya Nak, dia kabur membawa mobil Tante, juga perhiasan yang dia bilang untuk investasi bisnis, dan sekarang ternyata anak kesayangan Tante mengandung anaknya." Mamah Jessica menangis dan menyesali perkenalannya dengan Andre.


"Tante tau dimana aku bisa menumui Andre?" Tanyaku.


"Percuma Nak, pasti sekarang dia sudah melarikan diri."


Aku menyesal, kenapa kemarin tidak langsung kubongkar topeng orang itu dihadapan Mamah Jessica, mungkin jika itu kulakukan dia tak akan sempat melarikan diri.


"Tapi ada satu cara." Ucap Mamah Jessica.


"Apa itu Tante?"


"Tante baru ingat bahwa mobil yang dibawa kabur olehnya terpasang GPS, kita bisa melacaknya dari ponsel Tante."

__ADS_1


Sebuah kebetulan yang menguntungkan kami, akhirnya kami melacak keberadaan mobil yang dibawa Andre melalui ponsel, betapa beruntungnya ternyata mobil itu masih ada di kota Bandung, aku lalu memberikan lokasi itu kepada Iman menggunakan ponsel Rai yang kupinjam tadi, setelah menghubungi polisi aku pun pamit kepada Mamah Jessica untuk pergi ke lokasi itu.


__ADS_2