Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya

Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya
Gembok Cinta


__ADS_3

"Gembok cinta..Apaan tuh Ri?"


"Nanti juga kamu tau, ayo cepetan makannya."


Setelah sarapan kami menuju tempat yang Riri sebut sebagai gembok cinta tersebut.


"Nah ini tempatnya Dit, ini namanya jembatan Ponts Des Art."


"Wah di pagar jembatannya benar-benar banyak gembok ya Ri."


"Iya, dan di gembok-gembok ini ada nama pasangan kekasih Dit, coba deh kamu cek."


"Oh iya bener disetiap gembok ada nama 2 orang ya."


"Konon katanya setiap pasangan yang datang kesini dan mengunci gembok nya di jembatan ini maka cinta nya akan abadi."


"Jadi karena itu ya dinamakan gembok cinta?"


"Iya betul, nih aku udah siapin gembok yang sudah ada nama kita berdua."


"Jangan khawatir sayang, tanpa gembok pun cintaku sama kamu tetap abadi kok, sampai maut memisahkan kita."


"Iya aku percaya kok, tapi kan nggak ada salahnya selagi kita ada disini, buat seru-seruan aja kok, yuk kita taruh ditempat yang masih kosong." Kata Riri tersenyum.


Kami pun mengunci gembok cinta kami berdua di jembatan itu.


"Nah sekarang kunci nya kita buang ke sungai yang ada dibawah jembatan ini."


"Lho kok dibuang."


"Ya memang seperti itu peraturan nya Dit, mungkin agar gemboknya tidak bisa dibuka lagi."


Kunci gembok pun akhirnya kami lemparkan ke sungai sesuai dengan ketentuan yang berlaku di jembatan gembok cinta tersebut.


"Semoga cinta kita bener-bener abadi ya Dit."


"Amin, selanjutnya kita kemana Ri?"


"Kita ke museum yuk karena nggak jauh dari sini ada museum Dit."


"Museum? Ah pasti membosankan banget kalau ke sana Ri."


"Nggak kok pasti kamu suka, ayo kita jalan."


Kami pun beranjak dari jembatan gembok cinta itu menuju museum yang berada tak jauh dari situ.


"Nah sampe Dit ini namanya museum Louvre ini salah satu museum terbesar lho di dunia."


"Wah keren ya museum nya dari depan tampak seperti Piramida."


"Kamu lihat deh itu antrean nya panjang kan, oh iya disini ada lukisan terkenal lho Dit."


"Lukisan apa Ri?"


"Monalisa."


"Pantes antrean nya panjang, nggak kayak museum di negara kita ya, Sepi hehe."


Lalu kami pun mengantre untuk masuk kedalam museum itu, dan akhirnya setelah beberapa lama kami bisa masuk ke museum itu.

__ADS_1


"Wah gila gede banget museum nya Ri."


"Yuk kita keliling Dit."


Akhirnya kami mengelilingi museum yang sangat besar itu hingga sampailah kami di salah satu spot yang telah banyak dikerumuni pengunjung.


"Antrean apalagi ini? Rame banget."


"Maklum Dit pada mau lihat Monalisa, kamu mau lihat?"


"Mau dong, kan selama ini aku cuma lihat lukisan Monalisa di film-film aja, kapan lagi aku bisa lihat secara langsung."


"Nah sekarang kita sudah di depan nih, itu lho Monalisa yang terkenal dengan senyumannya itu, cantik ya."


"Nggak ah lebih cantik senyuman kamu."


"Ah Adit gombal banget sih, kita istirahat dulu yuk di cafe."


"Di museum ini ada cafe nya juga Ri?"


"Ada dong."


Lalu kamipun beristirahat sejenak di cafe itu untuk sekedar minum dan melepaskan lelah.


"Adit mau minum apa?"


"Teh manis anget."


"Apaan sih Dit kemana-mana pesen nya teh manis anget mulu." Kata Riri sambil tersenyum.


"Ya udah deh kopi."


Sore itu kami bersantai dan mengobrol di cafe museum Louvre hingga tak terasa waktu sudah hampir gelap.


"Wah Ri sudah mau gelap nih, yuk balik ke hotel kita kan mau makan malam disana."


"Nggak kok, malam ini kita mau makan malam romantis di sungai Siene."


"Sungai Siene, kita makan di pinggir sungai?"


"Hahaha nggak dong, ayo Dit kita berangkat."


Kami pun pergi dari museum itu dan menuju sungai Siene.


"Lho Ri ini kan arah pulang ke hotel." Kataku dalam perjalanan.


"Memang tempat yang mau kita datangi kan nggak jauh dari Eiffel Dit, nah sudah sampai ayo sekarang kita turun dan naik ke kapal."


"Kapal? oh perahu, asik naik perahu."


Lalu kami makan malam di atas perahu itu sambil menyusuri sungai Siene.


"Wah indah banget ya Ri, lihat itu menara Eiffel terlihat indah dari atas kapal ini."


"Iya Dit, kamu kelihatan seneng banget hari ini."


"Seneng dong Ri, kalau bukan karena kamu dan papamu mana mungkin aku bisa sampai disini, terimakasih ya."


"Apaan sih Adit pake bilang terimakasih segala."

__ADS_1


"Suatu saat aku pasti ajak kamu kesini lagi bersama Ibu dan Rai dengan uangku sendiri tentunya."


Riri tersenyum mendengar kata-kata ku dan makan malam kami di sungai Siene pun berakhir.


"Ayo Dit kita pulang, besok kan kita mau ke Nice, katanya kamu mau lihat Kota tua nya Perancis."


"Iya aku penasaran sama kota tua disini, bagusan mana ya sama kota tua yang ada di Jakarta?"


"Sama kok bagusnya, sekalian besok kita belanja oleh-oleh untuk Ibu dan Rai disana."


"Oh iya hampir lupa aku, Rai kan nitip oleh-oleh kemarin."


"Yuk kita jalan sampai hotel."


"Jalan, terus sopir dan mobil nya gimana?"


"Tadi udah aku suruh balik ke hotel duluan kok."


"Ok siap tuan puteri, pegang dong tangan aku biar lebih romantis."


"Dit, kamu bahagia nggak sama aku 1 tahun ini?"


"Bahagia nggak ya? Bahagia deh."


"Tuh kan jawabnya gitu kayak orang terpaksa banget sih, sebel."


"Bercanda sayang, jelas dong bahagia kalo nggak ngapain aku jalanin sampe 1 tahun kayak gini."


"Aku juga bahagia sama kamu."


"Lho aku kan gak nanya hahahaha."


"Ih kamu tuh ya nyebelin banget sih."


Aku pun berlari dan kemudian Riri mengejarku hingga akhirnya menangkap dan memelukku dari belakang.


Malam itu di jalanan yang sepi di kota Paris akhirnya kami berciuman untuk pertama kali nya dari awal kami berpacaran.


Sungguh malam yang sangat indah dan tak akan kulupakan seumur hidupku.


Lalu kami pun melanjutkan perjalanan menuju hotel, Riri tampak malu-malu dengan apa yang baru saja terjadi, sambil kulihat sesekali dia tersenyum sendiri.


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri? Coba sini keningnya aku periksa, jangan-jangan panas."


"Riri malu sekaligus seneng karena tadi itu ciuman pertama Riri sama cowok yang Riri sayang."


"Hahahaha baru pertama...Payah."


"Iiiiih Adit udah sering ya? Ayo sama siapa cerita, kamu bilang aku ini cinta pertama kamu." Kata Riri sambil mencubit pinggangku.


"Aku juga sama kok baru pertama kali."


"Ah Adit bikin kaget aja, hampir aku cemburu, Dit istirahat sebentar ya Riri cape."


"Tanggung sebentar lagi juga sampai hotel, sini naik di punggungku biar aku gendong."


Malam Indah di kota Paris pada hari ke 2 pun berakhir dan malam itu dikamar hotel aku tidak bisa tidur karena terus memikirkan kejadian tadi sambil sesekali tersenyum sendiri.


__ADS_1


__ADS_2