Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya

Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya
1 Tahun kemudian


__ADS_3

Tak pernah kulihat Papa Riri semarah itu, setelah berkata seperti itu kemudian terlihat papa Riri sibuk menghubungi beberapa orang lewat ponselnya.


Aku tak tahu siapa yang dihubunginya dan apa yang direncanakan oleh om Suryo untuk membalas perbuatan pak Gondho kepada kami, yang aku tahu hari-hari berikutnya kami sudah tak menerima gangguan ataupun ancaman dari pak Gondho dan orang-orang nya.


Tak terasa satu tahun telah berlalu semenjak pertama aku berpacaran dengan Riri, selama itu pula aku merasakan bahagia melewati hari-hari ku bersamanya dan hari ini adalah tepat 1 tahun hari jadi kami dan kami pun berencana akan merayakannya.


Hari itu pada malam minggu aku ke rumah Riri dengan membawa setangkai mawar yang kemudian kuberikan kepadanya.


"Hai Pacar." Riri menyambutku dengan senyuman manisnya.


"Wah cantik banget kamu malam ini Ri."


"Emang biasanya aku nggak cantik ya Dit?"


"Ya cantik dong tapi malam ini kelihatan jauh lebih cantik apalagi pake gaun begitu bener-bener mirip puteri raja beneran."


"Kamu juga kelihatan lebih ganteng malam ini dengan setelan jas kamu, memangnya kita mau kemana sih?"


"Ada deh, rahasia perusahaan."


Kami pun berangkat menggunakan mobil dengan di temani Pak Iwan.


"Sekarang mata kamu harus ditutup."


"Lho apaan sih Adit pake tutup mata segala udah kaya penculikan tau nggak."


Akupun menutup mata Riri dengan sehelai kain,lalu kami berangkat ke tempat tujuan.


"Sudah sampai nih Ri."


"Aku sudah boleh membuka mataku?"


"Belum...Belum."


Aku menuntunnya ke tempat tujuan kami.


"Nah sekarang baru kamu boleh buka mata kamu."


"Wah ini kan warungnya Bi Eha, kok jadi mewah gini."


Memang sebelumnya aku mempersiapkan warung Bi Eha yang kuhias sedemikian rupa hingga terlihat sangat berbeda, dengan dibantu teman-teman terdekat kami tentunya.


Tampak disana telah hadir Sinta, Reni, Bi Eha, Wahyu beserta keluarganya juga beberapa orang teman terdekat kami.

__ADS_1


Disana juga telah kusiapkan panggung kecil yang menampilkan musisi jalanan sebagai musik pengiring juga layar besar dibelakangnya.


"Gimana kamu suka?"


"Wah ini sih melebihi ekspektasi aku Sayang, terimakasih ya."


"Jangan terimakasih dulu, sekarang kamu lihat layar besar di belakang panggung itu."


Seketika lampu disana dipadamkan semua dan proyektor dinyalakan untuk menyorot ke layar putih itu.


Divideo pertama yang diputar tampak Ibuku dan Rai yang mengucapkan selamat atas satu tahun hubungan kami dan mengucapkan semoga langgeng.


"Sayang ya Ibu dan Rai nggak disini kalo ada kan pasti lebih seru." Ucap Riri.


"Sssst belum selesai ada 1 video lagi dari orang spesial yang akan diputar."


Kemudian Video kedua telah siap untuk diputar dan ternyata itu dari papa Riri yang mengucapkan selamat kepada kami karena saat ini beliau sedang ada di Paris untuk mengurusi bisnis nya.


Di akhir video beliau memberikan sebuah kejutan berupa 2 buah tiket dan akomodasi untuk kami berlibur di kota Paris bersama dengannya, kami bisa berangkat satu minggu lagi karena saat itu adalah liburan kuliah dan aku diizinkan langsung oleh Direktur utama perusahaan tempat ku bekerja untuk mengambil cuti.


"Wah papa kamu memang orang yang penuh kejutan ya Ri." Ucapku.


"Yeay akhirnya kita bisa berlibur di kota paling romantis di Dunia." Ucap Riri bahagia.


Setelah video selesai diputar lampu dinyalakan kembali dan kami semua makan malam di kantin yang saat ini dihias bagaikan restoran mewah tersebut dengan diiringi live music dari para musisi jalanan yang telah kuundang.


"Ada lagi yang lebih romantis dari ini kamu tunggu disini ya."


Aku beranjak dari tempat duduk ku dan berjalan menuju panggung kecil itu, lalu aku menyanyikan lagu cinta spesial hanya untuk Riri dengan diiringi oleh musik dari musisi jalanan.


Tampak terpancar dari wajah Riri kebahagiaan di malam itu, dan kemudian acara pun selesai dengan ucapan selamat dari teman-teman kami.


"Adit kamu emang paling bisa ya buat aku bahagia."


"Siapa dulu...Adiiiit gitu loh."


"Mulai deh songongnya, eh ngomong-ngomong tadi ada Wahyu sama keluarga nya juga ya, Wahyu keliatan beda banget ya sekarang."


"Jelas beda dong Ri, sekarang kan Wahyu sudah sukses dengan usaha sayurnya, sekarang dia udah nggak berjualan keliling lagi, dia punya beberapa toko di pasar-pasar Jakarta ini, sudah jadi bos sayur dia sekarang."


"Wah serius kamu Dit? Aku ikut seneng dengernya."


"Yah itu juga kan berkat kamu, karena waktu itu kamu membantu uang perawatan ibunya dan juga sekolah adiknya jadi Wahyu bisa fokus berjualan dan keuntungan nya benar-benar dia tabung hingga bisa seperti sekarang ini, dia pernah bilang bahwa kamu adalah salah satu orang yang paling berjasa dalam hidupnya."

__ADS_1


Riri pun tersenyum mendengar ceritaku dan akhirnya kami pun tiba dirumah Riri.


"Oh iya Dit senin pagi datang kesini ya untuk mengurus paspor kamu dan visa kita."


"Iya tuan puteri, kalau begitu sekarang aku pulang dulu ya."


"Yaaaah sebentar lagi dong, aku kan masih kangen."


"Besok kan ketemu lagi, aku pulang ya."


Aku berpamitan dan sebelum pulang kukecup kening kekasihku itu, sesampainya dirumah aku lalu mengabari Ibu dan Rai bahwa satu minggu lagi aku dan Riri akan berangkat ke Perancis.


"Wah calon mertua kamu memang baik ya Dit." Ucap Ibuku.


"Iya Bu Adit beruntung bisa kenal Riri dan papanya yang sudah begitu baik sama Adit dan keluarga kita."


"Rai ikut dong A." Ucap adikku.


"Boleh, tapi dalam koper ya de."


"Ih jahat, ya udah pokoknya Rai nitip oleh-oleh yang banyak." Lanjutnya.


"Suatu saat Ibu mau ketemu langsung dengan papa nya Riri sekedar ingin mengucapkan rasa terimakasih ibu sama beliau."


"Iya Bu, cuma ya memang agak susah kalau ingin bertemu beliau karena waktunya banyak dihabiskan untuk pekerjaannya di luar kota maupun di luar negeri."


Hari itupun berakhir dan keesokan harinya Riri datang ke kontrakanku untuk membantu menyiapkan semua persyaratan membuat paspor dan visa.


"Wah kaya bulan madu aja ya kita nanti Dit jalan-jalan berdua keluar negeri."


"Kan disana kita ketemu sama papamu jadi nggak cuma berdua dong."


"Papa kan disana sibuk sama urusan kerjanya, mana ada waktu nemenin kita jalan-jalan."


"Kamu kuliah berapa lama lagi Ri?"


"Kira-kira satu setengah tahun lagi, kenapa memangnya?"


"Saat itu aku dan keluargaku akan datang buat ngelamar kamu."


"Aaaaah aku jadi nggak sabar buat nunggu waktu itu tiba."


"Satu setengah tahun sebentar kok Ri kan sama kamu waktu kerasa cepat karena waktu menjadi amat menyenangkan."

__ADS_1


"Iya ini juga nggak terasa kita udah pacaran selama satu tahun kayaknya semua baru terjadi kemarin ya."


Begitulah memang jika kita menjalani hari dengan menyenangkan waktu pasti terasa cepat berganti.


__ADS_2