
Pagi hari itu kami berdua bersiap berangkat ke kota Nice dengan menggunakan mobil hotel, jarak antara kota Paris dan kota Nice kira-kira memakan waktu 9 jam perjalanan menggunakan mobil.
"Ri seneng banget aku, akhirnya kita akan ke kota tua yang kata kamu bagus, sekalian aku mau nyari oleh-oleh buat Rai dan Ibu."
"Iya sayang, aku seneng kok kalau kamu seneng, nanti kita jalan-jalan di pasar bunga ya sambil cari oleh-oleh."
"Lho Ri, masa oleh-olehnya bunga sih, nanti layu kalau kita bawa pulang ke Indonesia."
"Adit sayang cuma namanya aja kok pasar bunga tapi isinya bukan cuma jualan bunga aja." Kata Riri sambil menertawaiku.
"Oh aku kira pasar bunga cuma jual bunga aja hehehe."
Mobil pun terus melaju menuju ke kota itu dan tanpa sadar aku tertidur hingga akhirnya Riri membangunkanku.
"Dit bangun sudah sampai." Kata Riri seraya membangunkanku.
"Lho Ri aku tidur ya? Maaf abis perjalanan nya lumayan jauh juga ya."
Kami pun turun dari mobil dan menuju kota tua yang sangat membuatku takjub itu.
"Woaaaaah keren kota tua nya Ri, bangunan nya warna-warni."
"Ayo Dit kita keliling cari oleh-oleh untuk keluarga kamu."
Akhirnya setelah beberapa lama berkeliling kemudian kami membeli beberapa barang dan buah zaitun untuk oleh-oleh keluargaku kami membeli buah zaitun karena kata Riri Nice terkenal dengan buah zaitun nya.
"Dit makan dulu yuk Riri laper."
"Makan? Ayo siapa takut, Adit juga laper abis keliling tadi." Kataku sambil tertawa.
Kamipun menuju tempat makan yang ada di pasar itu dan kemudian duduk di salah satu meja yang kosong, kemudian Riri memesan makan siang berupa daging sapi entah apa namanya, rasanya lidahku kaku bila harus menyebutkan nama makanan itu.
"Ri habis ini kita kemana?"
"Laut, sayang kan jauh-jauh kesini kita nggak jalan-jalan ke laut."
"Berapa jam perjalanan lagi kalau kita mau ke laut Ri?"
"Deket sayang, di depan kota tua ini kan laut, karena Nice itu perpaduan antara daratan dan lautan."
__ADS_1
"Wah serius kamu? Emang nggak salah kamu ajak kita kesini."
Setelah makan kami beranjak menuju laut yang Riri bilang terletak di depan kota tua ini,dan ternyata memang benar, itu membuat aku semakin kagum akan keindahan kota Nice.
"Dit ini namanya Promenade des Anglais yang artinya jalanan orang Inggris karena dulu katanya banyak orang Inggris yang suka berlibur kesini, karena Nice terkenal dengan cuaca nya yang hangat."
"Wah keren ya Ri, sepanjang jalan ini dipinggir nya dikelilingi laut, untung aku bawa kamu jadi tour guide kalo nggak kayaknya aku bisa nyasar nih hehehe."
"Adit kalo ngomong jangan sembarangan nanti kesasar beneran baru tau kamu."
"Iya maaf tapi masa pergi sama kamu aku bisa nyasar sih, kita foto dulu yuk Ri pake ponselku buat mengabadikan momen kita ini."
"Ayo, nanti aku minta fotonya ya buat aku update di sosmed aku."
Akupun membuka tas kecil yang aku bawa untuk menaruh dompet dan ponsel, tapi ternyata ponselku tidak terbawa dan sepertinya tertinggal di hotel.
"Wah Ri, kayaknya aku lupa bawa ponsel deh, seingatku tadi sebelum berangkat aku charger di kamar hotel."
"Ya udah nggak apa-apa, kan masih ada ponsel aku."
Setelah mengambil beberapa foto kami menikmati kebersamaan kami di laut kota Nice itu hingga sore tiba.
"Dit pulang yuk, nanti kemalaman sampai hotel, perjalanan kita kan 9 jam."
Kami berdua hendak menuju parkiran tempat sopir hotel memarkirkan mobilnya tapi dalam perjalanan aku melihat seorang nenek yang sepertinya kesulitan untuk menyebrang jalan, tanpa pikir panjang akupun membantu nenek tersebut menyebrang hingga ke sisi jalan satunya.
"Merci jeune homme." Kata nenek itu sambil menjabat tanganku.
Karena tak tahu apa artinya akupun hanya tersenyum kepada nenek itu, hingga akhirnya nenek itu pergi dan aku kembali ke sebrang jalan lagi.
Sesampainya di sebrang jalan aku terkejut karena Riri sudah tak berada disana, mungkin Riri tak mengetahui bahwa aku menyebrang untuk membantu nenek itu dulu karena tadi Riri memang berjalan di depanku.
Oh Tuhan sepertinya aku tersesat, akupun berkeliling tempat itu untuk mencari Riri tapi tak ketemu juga, aku mencari tempat mobil kami terparkir tapi itu justru membuatku semakin tersesat dan semakin menjauhi lokasi awal kami terpisah tadi.
Hari sudah menjelang malam dan aku belum menemukan Riri dimanapun, bagaimana ini bisa-bisanya aku tersesat di negri orang, aku tak bisa menghubunginya karena ponselku tertinggal di hotel, hendak pulang ke hotel pun aku tak tahu jalannya karena jarak nya sangat jauh.
Perutku pun sudah terasa lapar, kubuka dompetku dan ternyata isinya hanya mata uang Rupiah saja karena mata uang Perancis semuanya kuberikan pada Riri setelah berbelanja oleh-oleh tadi.
Akupun berjalan mencari tepian pantai tempat kami tadi dan akhirnya aku bisa kembali ke pinggir pantai itu.
Aku termenung di kursi itu berharap Riri bisa menemukanku, perutku pun semakin lama semakin terasa sakit karena kelaparan, tak lama aku lihat seorang gadis yang lewat di hadapanku, sepertinya dia orang Indonesia juga lalu akupun menyapanya.
__ADS_1
"Halo nona apa kamu orang Indonesia?" Ucapku kepadanya.
"Iya benar, ada apa ya mas?"
"Namaku Adit, aku tersesat karena terpisah dengan pacarku, kamu bisa bantu aku?"
"Aku Rinjani mas, aku juga sedang mencari pacarku yang baru pertama kesini, dan dia juga tersesat seperti mas Adit."
"Mbak Rinjani bisa antar aku ke pos polisi terdekat."
"Kebetulan sekali saya juga mau kesana, ayo kalau begitu kita sama-sama."
Syukurlah aku selamat karena bertemu gadis ini, tiba-tiba saja dalam perjalanan perutku berbunyi karena kelaparan.
"Lho mas Adit belum makan?" Tanya Rinjani.
"Belum mbak sejak siang tadi."
"Kalau begitu ayo kita makan dulu sebelum ke pos polisi itu."
"Wah nggak usah Mbak aku nggak mau ngerepotin."
Akhirnya karena Rinjani memaksa akupun menerima tawarannya, kemudian kami menuju restoran di sekitar situ.
"Mbak Rinjani nggak makan?"
"Mas aja, aku tadi sudah."
"Makasih sebelumnya mbak, jika nggak bertemu kamu aku nggak tau gimana jadinya aku malam ini, pasti terlantar kelaparan di pinggir jalan."
"Iya mas sama-sama, oh iya mas Adit kerja atau liburan di Perancis ini?"
"Aku sedang liburan sama pacarku dan kami menginap di Paris, baru saja hari ini kami jalan-jalan kesini, kalau mbak Rinjani liburan juga?"
"Aku kerja di toko kue di dekat sini mas, hari ini rencananya pacarku terbang dari Indonesia ke Nice untuk menghabiskan waktu libur nya bersamaku tapi dia malah tersesat begini."
Selesai makan kami pun beranjak dari restoran itu menuju ke pos polisi, akan tetapi baru saja kami keluar dari restoran tersebut tiba-tiba saja ada dua orang asing berbadan tinggi besar memanggil kami.
"Hey wait." Kata salah satu dari pria asing itu.
Karena takut mereka berbuat jahat kepada kami aku dan Rinjani pun berlari menjauhi mereka tapi tak kusangka kedua orang asing itu ternyata mengejar kami.
__ADS_1
PS (kisah Rinjani dapat dibaca di novelku yang lain dengan judul Rinjani).