Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya

Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya
Tamu yang cantik


__ADS_3

Karena telah selesai makan akhirnya aku yang melihat siapa yang ada di depan rumah, tampak Jessica yang berdiri di sana, dia terlihat berbeda jika tak mengenakan seragam sekolah, terlihat bertambah cantik dan lebih dewasa.


"Eh Jess, mau ketemu Rai? Rai sedang makan siang di dalam, kamu sudah makan? Ayo kita makan bersama." Ucapku.


"Terimakasih A, Jessica udah makan kok, iya aku khawatir sama Rai setelah kejadian tadi di sekolah, selain itu kedatangan aku kesini mau..." Jessica tak meneruskan perkataannya.


"Mau apa?"


"Ah nggak kok, ya udah aku tunggu Rai di teras aja."


"Ok aku temenin deh sampai Rai keluar." Kataku dan akhirnya kami berdua mengobrol di teras.


"A, aku gak sangka lho kalau ternyata Bang Pay itu pacarnya Rai." Ucap Jessica.


"Jangankan kamu, aku sendiri awalnya gak nyangka kalau mereka pacaran, eh ngomong-ngomong kamu bawa mobil? emang sudah punya SIM?" Kataku ketika melihat ada mobil terparkir di depan rumah.


"Udah dong A, aku kan udah lulus SMA, belum lama ini sih aku punya SIM."


"Oh gitu, Jess ngomong-ngomong siswa yang tadi sama Rai di lapangan basket itu siapa, apa bener pacar Rai juga?" Kataku penasaran.


"Bukan A, namanya Andi, dia ketua OSIS kami di sekolah, dia sudah lama naksir sama Rai, sudah beberapa kali juga menyatakan cintanya, tapi Rai selalu menolaknya."


"Lalu tadi kenapa mereka bisa berpegangan tangan?"


"Andi mau menyatakan perasaannya lagi tadi, tapi keburu datang Bang Pay dan mendorongnya hingga terjatuh."


"Hahaha ada juga yang suka sama Rai ya, padahal dia kan galak."


"Bukan cuma Andi A, ada beberapa siswa juga yang pernah menyatakan cintanya sama Rai, tapi dia selalu menolak dengan alasan nggak mau pacaran sebelum lulus kuliah dan punya pekerjaan bagus."


"Wah berarti Pay termasuk orang yang hebat juga ya, karena dia bisa membuat Rai melanggar sumpahnya untuk tidak berpacaran."


Tanpa kusadari ternyata Pay sudah berdiri di sebelah kursi tempatku duduk sambil tersenyum bangga, tampak wajahnya saat itu terlihat sangat angkuh.


"Eh buset kaget gw, udah kayak ninja aja lu datang nggak ada suaranya." Kataku ketika melihatnya.


"Memang banyak yang aku tolak, tapi Jessica ini lebih banyak lagi mematahkan hati para cowok A, termasuk A Iman hehehe." Kata Rai yang baru saja keluar dari dalam rumah.


"Oh jadi dulu sewaktu Udin ke sini dan salah paham sama Iman yang kamu maksud Iman suka sama temanmu itu Jessica De?" Kataku mengingat peristiwa beberapa tahun lalu.


"Iya A, tapi A Iman kelihatannya masih penasaran lho sama kamu Jess." Ucap Rai.


"Iiiih Rai apaan sih, aku kan nggak suka sama Iman, tapi sekarang sepertinya aku suka sama seseorang." Jawab Jessica.

__ADS_1


"Wah pria mana yang bisa meluluhkan hati putri salju yang dingin ini." Ucap Rai menggodanya.


"Rahasia...!!!" Jawab Jessica.


Tampak Pay yang sedari tadi terdiam menghampiri Rai dan meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi sebelumnya di sekolah.


"Maaf ya Neng, Abang kira cowok yang tadi di sekolah adalah pacar Neng, makanya Abang cemburu banget." Kata Pay dengan wajah yang memelas.


"Makanya Bang kalau ada apa-apa itu tanya dulu, Rai paling nggak suka sama cowok yang bertindak semaunya tanpa tau kebenarannya, terlebih sampai berlaku kasar." Ucap Rai.


"Iya maaf, terus kenapa Neng melarang Abang buat mengakui kamu sebagai pacar Abang?"


"Rai cuma nggak mau dianggap sebagai pembohong Bang, karena selama ini Rai selalu nolak cowok dengan alasan nggak mau pacaran dulu."


Pay terdiam lalu mengangkat jari kelingkingnya sebagai tanda permintaan maaf, Rai pun menyambutnya dengan senyuman, lalu semua kesalahpahaman yang terjadi sebelumnya pun selesai detik itu juga.


"Nah gitu dong, sekarang aku jadi nggak khawatir lagi deh sama sahabatku ini." Ucap Jessica.


Tak lama Ibu dan Tiwi keluar dari dalam rumah dan menghampiri kami semua.


"Wah ada apa ini ramai sekali kedengarannya, eh ada Jessica juga ternyata." Ucap Ibu yang sudah mengenal Jessica.


"Iya Bu, Ibu sehat? maaf Jessica beberapa minggu ini jarang main kesini karena Mamah sering minta temenin Jessica Bu." Jawab Jessica.


"Mamah sehat Bu, tadi Mamah titip salam sama Ibu setelah aku minta ijin mau main kesini."


"Salam juga ya untuk Mamahmu, baguslah jika dia tidak memikirkan masa lalunya lagi." Ucap Ibu yang sepertinya sangat mengenal Mamah dari Jessica.


"Eh ngomong-ngomong anak cantik ini siapa Bu?" Kata Jessica ketika melihat Tiwi.


"Namaku Platiwi Kak, Kakak siapa? Temannya Kak Lai ya?" Ucap Tiwi mengenalkan diri.


"Lai..? Oh Rai maksudnya ya, kamu belum bisa bilang R ya, gemesin banget sih, nama aku Jessica." Kata Jessica sambil mencubit pipi Tiwi.


"Kak Jessica cantik, sepelti Kak Lai dan Kak Lili." Ucap Tiwi.


Aku pun menghampiri Tiwi dan lalu menggendongnya karena menyebut nama Riri.


"Lili siapa Wi?" Kata Jessica tersenyum.


"Udah...Udah jangan di bahas." Kataku sambil menggendong Tiwi.


"Eh gimana kalau hari ini kita semua jalan buat merayakan kelulusan aku dan Rai." Ucap Jessica.

__ADS_1


"Wah ide bagus tuh Jess, kebetulan aku lagi BT di rumah." Sambut Rai.


"Kalau begitu ayo kita semua berangkat." Ajak Jessica.


"Kalian saja yang pergi, Ibu ada pesenan jahit soalnya, kalian ajak Tiwi saja." Ucap Ibu.


Akhirnya siang itu kami pergi dengan menggunakan mobil Jessica.


"Kita mau kemana Neng?" Tanya Pay yang membawa mobil dan Rai duduk di sebelahnya.


"Gimana kalau kita jalan-jalan ke Lactasari mini park, Tiwi suka nggak sama binatang ternak?" Tanya Jessica.


"Suka Kak." Jawab Tiwi.


Akhirnya siang itu kami menuju tempat wisata anak yang bernama Lactasari mini park.


"Loh katanya mau ke peternakan? Kok kita berhenti di Mall?" Tanyaku.


"A Adit kelamaan di Jakarta sih, jadinya nggak tau kan di atas mall ini ada peternakan mini." Ucap Rai.


Kami pun menuju ke atas gedung Mall itu dan benar saja disana ada peternakan yang bernama Lactasari mini farm.


"Kalian tunggu disini ya biar aku dan Rai yang beli tiket." Ucap Jessica.


"Nggak usah ngerepotin Jess, biar aku aja yang beli." Kataku merasa tak enak.


"Nggak apa-apa kok A, kan aku yang ngajak kalian." Kata Jessica sambil tersenyum yang tambah membuatnya terlihat cantik.


"Sikat Dit." Ucap Pay.


"Sikat apaan Pay, sikat WC?" Jawabku.


"Itu Jessica kayaknya ngasih kode sama lu, pura-pura polos aja lu." Tambah Pay.


"Waduh, ngaco lu Pay, kenal aja baru sehari, sok tau lu." Jawabku.


Tak lama Jessica dan Rai kembali menghampiri kami setelah membeli tiket, hari itu kami mengajak Tiwi mengenal tentang binatang ternak yang ada di sana, dia tampak senang, bukan hanya Tiwi tetapi Rai dan Pay pun terlihat bahagia, dan lagi sejenak aku dapat melupakan tentang Riri.


"Jess.." Kataku.


"Iya A."


"Makasih."

__ADS_1


Jessica pun tersenyum kepadaku.


__ADS_2