
Satu minggu telah berlalu dan ini adalah hari dimana kami berdua akan berangkat ke Paris, Perancis.
Pagi itu Riri sudah menjemputku di kontrakan untuk kemudian kami berangkat menuju bandara, setibanya kami di bandara.
"Udah semua kan sayang nggak ada barang yang ketinggalan?" Tanya Riri.
"Aman semua barang sudah aku bawa kok."
"Wah aku sudah nggak sabar untuk sampai disana, Paris kan terkenal kota paling romantis di seluruh dunia."
"Terkenal karena apanya sih Ri? Soalnya yang aku tahu tentang Paris cuma menara Eiffel aja."
"Ya memang itu ikon nya yang terkenal tapi ada beberapa tempat lagi yang mau aku kunjungi bareng kamu."
"Iya..Iya aku sih ikut kamu aja disana daripada nyasar hehehe."
Akhirnya pesawat kami pun tiba dan kemudian terbang menuju kota yang Riri bilang sangat romantis itu.
"Akhirnya berangkat juga, kira-kira berapa jam perjalanan kita ini Ri?"
"16 jam."
"Apa 16 jam? Wah bisa bosan banget 16 jam cuma duduk aja."
"Masa bosan sih Dit, kan ada aku disebelah kamu."
"Iya nggak bosan deh, mau perjalanan 2 hari 2 malam juga kalau kamu yang duduk di sebelahku aku nggak bosan kok."
Riri tersenyum mendengarnya seraya menggenggam tanganku.
Dan akhirnya 16 jam perjalanan pun telah kami lalui, tibalah kami di Bandara Internasional Charles de Gaulle Paris.
"Wah megah banget ya Bandaranya Ri."
"Iya Dit karena kota Paris ini kan salah satu destinasi wisata favorit, khususnya untuk para pasangan muda, kayak kita ini."
"Terus sekarang kita kemana Ri?"
"Tunggu orang yang papa kirim buat jemput kita, hari ini jadwal kita cuma istirahat aja di hotel, besok baru kita mulai jalan-jalan nya."
Tak lama ada seseorang datang membawa papan yang bertuliskan nama kami.
"Ayo Dit itu orang yang dikirim papa."
"Wah keren limosin."
"Ayo cepat naik papa udah nunggu kita di hotel."
Sepanjang perjalanan menuju hotel aku tak henti-hentinya mengagumi keindahan kota Paris dan arsitektur nya.
__ADS_1
"Wah keren banyak bangunan bergaya Eropa kuno ya Ri."
"Kamu suka arsitektur bergaya Eropa kuno Dit? Kalau begitu hari ke 3 kita pergi ke Nice ya karena disana ada kota tua yang bagus banget, pasti kamu suka."
"Ok, pasti seru."
"Dit coba lihat di sana deh itu namanya Arc The Trimpohe salah satu monumen paling terkenal dan bersejarah di kota ini."
"Keren ya Ri, aku pernah melihatnya beberapa kali di televisi, akhirnya sekarang aku bisa melihat nya secara langsung, oh iya ngomong-ngomong kamu tau banyak ya tentang kota ini."
"Iya Dit karena sewaktu kecil Papa sering ajak aku kesini untuk mengurus bisnis hotelnya."
"Jadi hotel yang kita tuju sekarang ini punya papa kamu."
Riri pun mengangguk sembari tersenyum dan kemudian kami tiba di hotel bintang lima yang ada di kota itu.
Sesampainya kami di hotel ternyata papa Riri sudah menunggu dan kemudian menyambut kedatangan kami.
"Akhirnya anak kesayangan papa dan calon menantu om sudah datang, selamat datang di kota Paris."
"Apa kabar om? Sudah setengah tahun ya Adit nggak ketemu om."
"Om sehat nak, gimana perjalanan nya?Menyenangkan?"
"Lumayan om 16 jam perjalanan, Oh iya ada salam dari Ibu beliau mengucapkan terimakasih karena selama ini om sudah baik sama keluarga kami."
Om Suryo pun terdiam sejenak lalu entah kenapa ia memandangi wajahku.
Kami diberikan 2 kunci kamar yang bersebelahan oleh papa Riri.
"Wah keren banget kamarnya pasti ini kamar paling mewah di hotel ini." Ujarku setelah sampai di kamar.
Malam harinya kami pun makan bersama di restoran yang ada di hotel itu.
"Gimana nak Adit makanannya, enak?" Ucap papa Riri.
"Enak om tapi semuanya makanan Eropa lidah Adit harus lebih membiasakan diri."
"Ya kamu memang harus beradaptasi nak, nanti kalau kamu sudah menikah sama Riri kan kamu akan sering mengurusi bisnis om di Luar negeri." Kata om Suryo sembari tertawa.
"Adit habis makan kita ke Eiffel yuk." Ucap Riri.
"Lho katanya besok kita baru mulai jalan-jalan nya, memangnya kamu nggak lelah Ri?" Jawabku.
"Menara Eiffel dekat kok dari hotel ini, kita jalan kaki sebentar juga sampe."
Akhirnya setelah selesai makan bersama kami berdua menuju menara Eiffel dengan berjalan kaki sambil bergandengan tangan.
"Wah jadi ini menara Eiffel yang terkenal itu, akhirnya aku bisa lihat secara langsung, tinggi banget ya kalau dilihat langsung." Kataku takjub.
"Iya Dit karena tinggi keseluruhan nya kira-kira 300 meter."
__ADS_1
"Kita bisa naik keatas nggak Ri?"
"Bisa kok, kalau gitu kita antri dulu ya disana."
Kamipun mengantri untuk menuju ke atas menara tersebut.
"Wah rata-rata yang ada disini pasangan muda ya Ri."
"Iya Dit apalagi pada malam hari, karena dari atas menara kita bisa lihat suasana malam kota Paris yang indah."
Akhirnya tiba giliran kami untuk menaiki menara itu dengan menggunakan lift, sesampainya diatas aku takjub melihat pemandangan lampu-lampu di kota Paris pada malam hari.
"Wah jadi Inget satu tahun lalu di puncak bintang ya Ri, tapi bedanya kita sekarang diluar negeri."
"Adit kamu masih inget aja, waktu itu kan kita belum jadian."
Aku pun memeluk Riri dari belakang sambil memandangi kota Paris dari atas menara Eiffel dan itu membuat suasana menjadi semakin indah.
"Eh Dit ada bintang jatuh, cepet buat permohonan." Kata Riri sembari menunjuk bintang jatuh.
Lalu kami memejamkan mata dan masing-masing membuat permohonan di dalam hati.
"Udah." Kataku.
"Aku juga udah."
"Apa permohonan kamu."
"Rahasia dong."
Akhirnya malam menyenangkan itu pun berakhir dan kami melewati waktu yang sangat menyenangkan di hari itu.
Kami berdua kembali menuju hotel dengan berjalan kaki, sesekali kupandangi wajah Riri yang tampak sangat bahagia dan tersenyum melihatnya.
Sesampainya dikamar kurebahkan tubuhku karena sudah sangat lelah dengan kegiatan sehari ini, tak lama terdengar ada chat masuk ke ponselku dan itu adalah chat dari Riri yang berisi.
TERIMAKASIH UNTUK WAKTU YANG MENYENANGKAN INI.
BERSAMAMU AKU BAHAGIA.
AKU MEMOHON PADA BINTANG YANG JATUH AGAR BANYAK WAKTU MENYENANGKAN LAGI YANG DAPAT KULALUI BERSAMAMU.
Malam itupun aku tertidur dan bermimpi indah, pada pagi harinya aku dan Riri sarapan bersama di hotel itu.
"Lho papamu mana Ri? Nggak sarapan bareng?"
"Papa sudah sibuk dari pagi Dit, tadi dia kirim salam aja sama kamu."
"Oh begitu, hari ini kita rencana nya mau kemana?"
"Hari ini kita akan pasang gembok cinta."
__ADS_1