Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya

Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya
Eiffel aku kecewa


__ADS_3

Terimakasih bagi yang setia membaca cerita ini, mulai sekarang akan ada beberapa cerita dengan alur waktu yang maju-mundur, termasuk kisah Riri ini, semoga kalian nggak bingung dengan jalan ceritanya ya gengs 😃


...Happy Reading ✌️...


-------------------------------------------------------------


Malam harinya aku menunggu Rezky menjemputku di apartemen, aku meminta Reni untuk menjaga Papa sebentar karena kubilang aku tak akan lama berada di Eiffel, Reni menyetujuinya karena sebelumnya aku telah bercerita tentang Adit yang mengajak wanita lain ke Puncak Bintang.


"Ya sudah Ri, tapi kamu hati-hati ya." Kata Reni dengan wajah serius.


Tak lama Rezky menjemputku dan kami pergi bersama, kami berjalan menuju Eiffel, dalam perjalanan Rezky mencoba memegang tanganku, tapi aku menolaknya, dia terus saja memandang wajahku, memandang sangat dalam membuat aku risih sebenarnya, tapi tak apa karena memang aku yang memintanya untuk menemaniku ke menara Eiffel.


Sesampainya di sana aku mengajaknya naik ke menara itu.


"Wah maaf Ri, sebenarnya dompetku hilang seminggu lalu, aku tak tahu menjatuhkannya di mana, semua credit cardku ada di sana, sedang uang cashku habis untuk keperluan hidupku seminggu ini, tapi 2 hari lalu aku sudah mengurusnya sih, mungkin besok sudah selesai." Katanya menjelaskan dengan detail.


"Iya nggak apa-apa Rez, lagian aku yang ngajak kamu ke sini, ya sudah pakai uangku saja ya." Jawabku dengan senyuman.


Akhirnya kami sudah berada di atas menara Eiffel, aku memandangi Kota Paris malam itu.


"Kamu tega Dit... bisa-bisanya kamu ajak wanita lain ke Puncak Bintang." Kataku bergumam.


"Kamu kenapa Ri bengong aja?" Tanya Rezky.


"Ah nggak apa-apa kok Rez." Jawabku.


"Kamu terlihat sedih, pasti karena laki-laki itu kan." Kata Rezky lagi.


Aku lalu menceritakan apa yang terjadi kepadanya.


"Wah lelaki itu bisa-bisanya ngajak wanita lain ke tempat kenangan kalian." Ucap Rezky.


"Iya maka dari itu aku sangat kecewa Rez." Jawabku.


"Eh lihat di atas Ri, itu ada bintang jatuh." Kata Rezky.


"Oh iya benar, kalau begitu ayo kita buat permohonan."

__ADS_1


Kami berdua memejamkan mata, permohonanku agar aku bisa kembali bersama Adit dan dia dapat di jauhkan dari wanita yang bernama Jessica itu, terdengar jahat dan egois memang, tapi aku tak akan pernah rela bila Adit memberikan hatinya pada gadis lain secepat ini.


Aku membuka mata setelah permohonanku usai, tapi alangkah terkejutnya aku ketika melihat wajah Rezky di hadapan wajahku, dia terdiam, matanya tak berkedip menatapku.


"Rez kamu ngapain?" Tanyaku.


"Ah maaf, aku hanya mengagumi kecantikanmu dari dekat." Jawabnya.


Aku merasa Rezky sedikit aneh malam ini, setelah itu aku mengajaknya untuk kembali ke Rumah Sakit karena memang aku merasa tak enak hati pada Reni yang kuminta untuk menggantikanku menjaga Papa.


Dalam perjalanan pulang kami melewati jalan bersejarah untuk hubunganku dan Adit, karena jalan ini tempat pertama kali Adit mencium bibirku.


"Kamu tahu Rez, jalan ini adalah jalan penuh kenangan untukku dan Adit." Kataku kepada Rezky sambil mengingat masa lalu.


"Bersejarah kenapa Ri, jalan sepi begini." Ucap Rezky.


"Karena di jalan ini aku mendapat ciuman pertamaku dari pria yang paling aku cintai." Kataku sambil tersenyum.


Rezky menghentikan langkahnya, dia tertunduk, nafasnya terdengar cepat, aku ikut menghentikan langkahku dan menoleh kearahnya yang tertinggal beberapa langkah olehku.


"Kamu kenapa Rez?" Tanyaku.


"Pria sialan?" Kataku.


"Iya, mantanmu itu, si Pria sialan itu masih saja ada di pikiranmu, mengganggu saja." Kata Rezky.


"Apa maksudmu menyebut Adit dengan pria sialan, kamu keterlaluan Rezky." Kataku mencoba meninggalkannya.


Sebelum aku sempat meninggalkan jalanan sepi itu tiba-tiba Rezky berjalan cepat ke arahku, dia memegang kedua tanganku dengan sangat kencang.


"Lepaskan aku Rez, apa yang kamu lakukan?" Kataku mencoba melepaskan genggaman tangannya.


Rezky lalu memelukku dengan sangat erat, aku terus mencoba berontak, tapi itu sia-sia saja, karena tenagaku kalah telak olehnya, dia mendekapku semakin erat, bahkan membuatku kesulitan bernafas.


"Kamu tahu Ri, aku sangat mencintaimu, aku ingin kau menjadi milikku." Katanya.


"Apa maksudmu Rez." Kataku sambil terus mencoba bernafas dalam dekapan eratnya.

__ADS_1


"Aku tak rela kau menyebut lelaki sialan itu di hadapanku, kau ini milikku, hanya milikku, karena sewaktu kecil kita sudah berjanji akan menikah." Katanya.


"Tapi Rez, itu hanya permainan anak-anak, sekarang kita telah dewasa, dan aku sudah menemukan tambatan hatiku."


"Aku tak Rela...Aku tak Rela, jadi kau menolakku? Jika aku tak bisa memilikimu maka lelaki itu pun tak akan bisa." Katanya berteriak.


Rezky mengeluarkan pisau bedah dari sakunya, dia menempelkan pisau itu di leherku, aku takut sekali saat itu, aku tak tahu mengapa sahabat kecilku yang dahulu sangat baik bisa menjadi seperti ini.


Rezky coba menciumku, dia berkata bila aku bergerak maka pisau yang berada di leherku pasti akan melukaiku, aku memejamkan mataku, aku tak tahu harus bagaimana karena sangat ketakutan, sebelah tangan Rezky terus membelai tubuhku, sedang tangan satunya masih ada di leherku bersama pisau itu.


"Setelah ini kamu akan kubawa kerumahku dan menjadi istriku walau dalam keadaan mati sekalipun." Katanya membuatku semakin takut.


Wajah Rezky semakin mendekat, hembusan nafasnya terasa semakin dekat ke wajahku,


aku pasrah, mungkin inilah akhir dari hidupku, sekilas aku terbayang wajah Papa dan juga Adit, aku berkata dalam hatiku, sepertinya aku akan pergi ke Surga mendahului mereka.


Sedikit lagi Rezky berhasil menciumku tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya dan menjauhkan pisau itu dari leherku.


"Akhirnya ketemu." Kata orang itu sambil membanting tubuh Rezky ke jalanan aspal.


Aku membuka mataku, ternyata itu adalah Bams, Bams datang di saat yang tepat menyelamatkanku.


"Kamu nggak apa-apa bos?" Kata Bams.


"Bams, syukurlah, bagaimana kamu tahu kami ada di sini."


"Aku dari tadi mencarimu karena Reni memintaku untuk mengikuti kalian, lagipula aku merasa ada yang aneh sama orang ini." Kata Bams sambil menunjuk ke arah Rezky yang terbaring karena bantingannya.


Rezky kembali bangkit, dia meraih pisau bedah yang ada di dekatnya.


"Hahahaha sang pengawal datang pada waktu yang tepat, tapi karena itu kamu juga harus ikut mati." Kata Rezky sambil menghunuskan pisau bedah ke arah Bams.


Bams dapat menghindarinya, perkelahian tak terhindarkan, mereka tampak imbang, hingga akhirnya Rezky berhasil menyudutkan Bams.


"Lari bos." Bams berteriak padaku.


Rezky mendorong Bams hingga terjatuh dan kepalanya terbentur trotoar, terlihat Bams tak sadarkan diri karena benturan itu.

__ADS_1


Aku yang mencoba berlari karena perintah Bams kemudian di kejar oleh Rezky hingga akhirnya dia berhasil menangkapku.


__ADS_2