Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya

Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya
Menjadi Teman


__ADS_3

Kami hanya tertawa dan menggelengkan kepala melihat tingkah aneh Bams.


"Hahahaha tadi pagi dia sempat ngaku temen deket kamu lho Ri, makanya aku terima dia."


"Emang nggak masalah Dit kalo nerima orang yang suka berbohong kayak gitu?"


"Nggak kok, selama bualannya nggak merugikan perusahaan kan nggak masalah, lagipula sebenernya dia orang yang cerdas kok, dan ada faktor lain yang buat aku yakin sama orang itu."


"Faktor apa itu Dit?"


"Perasaanku mengatakan kami akan menjadi teman baik." Kataku sambil tersenyum pada Riri.


"Oh iya Dit tadi papa telpon aku, kata papa mobil inventaris kantor untuk kamu malam ini turun lho."


"Mobil? Wah nggak usah Ri aku sudah biasa pulang-pergi naik bus."


"Nggak apa-apa sayang, mobil dan rumah kan memang sepaket inventaris untuk orang-orang kepercayaannya papah, dulu kak Sinta nolak mobil karena dia punya mobil sendiri, lagian masa kepala HRD ngantor naik bus sih."


"Oh jadi gitu Ri, aku sekarang udah jadi orang kepercayaan papa kamu nih."


"Bukan orang kepercayaan di perusahaan aja, tapi orang yang dipercaya untuk jaga anaknya yang cantik ini." Kata Riri sambil tertawa.


"Okelah kalau begitu."


"Oh iya satu lagi Dit, besok pagi mobilnya akan diantar sama sopirnya sendiri kerumah ini."


"Sopir? Jadi aku ada yang nyopirin?"


Riri mengangguk dan tersenyum manis seperti biasa.


Keesokan harinya pada pukul 06:00 pagi saat aku hendak sarapan seseorang memencet bel pagar rumahku.


"Siapa ya yang bertamu sepagi ini, apa mungkin itu mobil yang dibilang Riri kemarin, pagi banget datangnya."


Setelah pintu pagar dibuka oleh Mbok Yem ternyata itu adalah Bams.


"Lho Bams, ada apa pagi-pagi sudah kesini."


"Hai bos, aku kesini buat mengawal bos hingga selamat sampai kekantor." Lagi-lagi orang ini bertingkah aneh lagi.


"Hadeuh Bams, pake pengawal segala kayak orang penting aja."


"Hahaha tenang bos, selama ada Bams semua aman terkendali."


"Padahal selama ini aku pergi ke kantor sendirian selalu aman-aman aja." Kataku bergumam.


"Oh iya Bams, kamu sudah sarapan? sini sarapan bareng." Ujarku lagi.


"Memang boleh bos?" Katanya sambil menghampiri lalu duduk bersamaku di tempat makan.


Akhirnya pagi itu aku sarapan dengan ditemani Bams.

__ADS_1


"Bams sebenernya rumah kamu itu dimana?" Tanyaku penasaran.


"Aku tinggal di panti asuhan belakang perumahan ini bos." Katanya sambil menyantap nasi goreng buatan Mbok Yem.


"Kamu sejak kapan tinggal disana?"


"Sejak bayi bos, kata ibu panti aku ditemukan di depan pintu panti asuhan itu."


Tak lama kemudian mobil dan sopir yang Riri bilang semalam pun datang, sebuah mobil sedan berwarna hitam yang dulu tak pernah kubayangkan aku bisa diantar-jemput bekerja dengan mobil ini, bahkan menggunakan sopir.


ketika aku keluar rumah melihat mobilnya, sopir itupun keluar dari mobil dan ternyata.


"Lho Pay, kok lu sopirnya?" Ucapku terkejut.


"Hehe iya Dit, kemarin waktu pergi sama Riri dan Tiwi, Riri nanya gw mau kerja apa nggak, ya gw bilang mau dong kan emang gw lagi nyari kerjaan, eh taunya dia langsung nelpon bokapnya trus gw diterima kerja deh hari ini di kantor lu, jadi sopir lu lagi, seneng banget deh gw."


Lagi-lagi Riri dengan kebaikan dan caranya sendiri menolong orang lain, padahal setahuku dulu Sinta pun tidak didampingi sopir kekantor, ini pasti idenya agar Pay bisa mendapatkan pekerjaan, memang pacarku itu bak bidadari yang turun ke bumi.


"Waw ada manusia jamur." Kata Bams yang baru keluar rumah ketika melihat rambut Pay.


"Siapa manusia berambut klimis ini Dit? Boleh gw tarik nggak congornya." Kata Pay emosi.


"Gw adalah pengawalnya bos Adit, lu sopir diem aja." Balas Bams.


"Udah-udah jangan berantem, mulai hari ini kan kalian bakal sering ketemu." Kataku menengahi mereka.


Akupun memperkenalkan mereka berdua, dan akhirnya kami bertiga pun berangkat bersama menggunakan mobil yang papa Riri berikan.


"Oh iya Pay, Kalo lu kerja Tiwi sama siapa?"


"Wah kasian pasti kesepian dia, kalau gitu lu sama Tiwi mau nggak tinggal bareng dirumah yang gw tempatin sekarang?"


"Wah nggak usah Dit, nggak enak hati gw."


"Nggak apa-apa kok, lagian selama ini gw kesepian tinggal dirumah sebesar itu cuma sama Mbok Yem."


"Yakin lu sama keputusan lu ngajak gw sama Tiwi tinggal bareng lu?"


"Yakin Pay, gimana lu mau kan? Itung-itung lu bisa irit gaji lu juga nggak usah mikirin biaya Kontrakan."


"Ok deh Dit gw mau kalo begitu."


"Sip, kalau begitu setelah pulang kerja kita jemput Tiwi ya."


Sedang asik mengobrol dengan Pay ternyata Bams tidur sejak kami berangkat dari rumah tadi, lalu diapun terbangun dan berteriak yang sepertinya karena mimpi buruk.


"Tidaaaaaaak." Kata Bams yang tiba-tiba terbangun dan berteriak.


"Ayam..Ayam..Ayam." Kata Pay yang kaget mendengar teriakannya."


"Kamu kenapa Bams?" Aku bertanya padanya.

__ADS_1


"Anu bos, maaf saya mimpi buruk." Jawab Bams.


"Aduuuh si Rambut klimis ini ya bikin kaget aja, udah numpang nggak tau diri juga lagi pake tidur segala." Ucap Pay.


"Diem lu manusia jamur." Balas Bams.


"Mimpi apa memangnya kamu Bams sampai histeris seperti itu?" Aku bertanya padanya.


"Mimpi panti asuhan tempat tinggal saya kebakaran bos." Jawabnya.


Sesampainya di kantor lalu aku dan Bams turun dari mobil untuk lanjut bekerja.


"Pir tunggu disini ya Bos Adit dan Bos Bams mau kerja dulu." Ejek Bams kepada Pay.


"Apaan sih lu Bambang klimis, kerja yang bener lu jangan tidur." Balas Pay.


Aku hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua, dan mulai hari ini hari-hariku akan dipenuhi tawa karena tingkah kedua orang ini.


sore itu sepulang kerja aku, Bams dan Pay kembali pulang bersama lagi.


"Dit ngapain sih nih orang diajak bareng lagi, keenakan tau." Ucap Pay ketika melihat Bams masuk ke mobil.


"Nggak apa-apa Pay, kan kita searah." Jawabku.


"Jangan banyak omong jamur ayo kita pulang." Kata Bams.


"Oh iya Pay, kita jemput Tiwi dulu ya, sekalian lu beresin barang-barang lu, malam ini lu bisa langsung tinggal dirumah." Ucapku.


"Ok kalo gitu Dit, barang gw cuma pakaian, tiker sama bantal aja kok, btw makasih ya Dit lu sama Riri udah baik banget sama gw dan Tiwi." Ucap Pay.


"Santai aja Pay, sesama teman harus saling membantu kan." Jawabku.


Beberapa saat kemudian sampailah kami di kontrakan Pay dan Tiwi.


"Hole kakak sudah pulang." Sambut Tiwi ketika melihat kami turun dari mobil.


"Iya de, ini ada kak Adit juga." Kata Pay.


"Halo Tiwi." Kataku seraya menggendongnya.


"Kak Adit, Kak Lili mana?" Tanya Tiwi.


"Oh kak Riri nya dirumah, Tiwi mau nggak kalau ikut kakak pulang kerumah."


"Mau kak..Mau kak." Jawab anak itu tanpa berpikir lagi.


"Wah lucunya, nama kamu siapa?" Tanya Bams yang baru pertama melihat Tiwi.


"Aku Platiwi kak, kakak temannya Kakak Pay juga?" Tanya Tiwi.


"Itu namanya Kak Bambang klimis de, dia bukan temen kakak tapi baru ketemu tadi dijalan karena kasihan kakak ajak Hahahahaha." Jawab Pay.

__ADS_1


"Diem jamur, iya Tiwi aku temennya Kak Adit sama Kak Pay, panggil saja aku Kak Bams."


Setelah membereskan barang Pay dan Tiwi kami berpamitan dengan para tetangga kontrakannya, lalu setelah itu kamipun beranjak pulang menuju rumah.


__ADS_2