Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya

Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya
Minggu itu


__ADS_3

Siang hari di minggu yang cerah itu Riri sudah berada di kontrakanku.


"Jalan yuk." Ucap Riri.


"Gak ah cape kalo jalan kaki." Kataku menggodanya.


"Naik mobil."


"Mau kemana emang?"


"Kamu kan udah mulai kerja masa berantakan gitu, lihat tuh rambut kamu kan udah gondrong."


"Gak mau ah, pasti ke salon lagi kan? Cukup sekali aku kapok, nanti aku pergi ke pangkas rambut depan aja."


"Kan sekalian beli keperluan kerja kamu."


"Ngga usah repot-repot kan masih ada kemeja sama tas yang lama, sepatu juga masih bagus kok."


"Huh kamu tuh ya selalu aja nolak kalo aku tawarin apa-apa."


"Karena aku nggak mau kalau sampai kita nikah nanti aku terus bergantung sama kamu, aku mau menghidupi kamu dengan usaha dan hasil kerja kerasku sendiri."


Mendengar jawabanku Riri pun lalu terus memandangi wajahku.


"Kenapa? ada beleknya ya." Ujarku.


"Ngga kok, cuma terharu aja denger kata-kata kamu."


"Kalo terharu itu nangis bukan liatin muka."


Keesokan paginya seperti biasa aku sarapan bersama Riri dan kemudian kami pun berpisah ke tujuan kami masing-masing, Riri ke kampus dan aku ketempat kerja.


Kemudian aku pergi ke alamat kantor baruku dengan menggunakan angkutan umum dan sesampainya di alamat itu kemudian aku bertanya kepada security yang berjaga.


"Maaf mas ini benar Kantor Surya Cipta Mandiri?"


"Benar mas mau bertemu siapa? Atau sudah ada janji sebelumnya?"


"Saya Aditama Prakasa mas, kebetulan hari ini di suruh datang kesini."


"Oh mas Adit ya, langsung saja ke lantai 3 mas, karena dari kemarin kepala HRD sudah menitipkan pesan agar menyuruh mas langsung menemuinya."


"Oh begitu mas, terimakasih saya langsung ke lantai 3 saja ya."


"Iya mas langsung saja tadi sepertinya beliau juga baru datang."


Aku pun masuk ke kantor itu karena belum tau jam kerja di tempat tersebut, sepertinya aku datang kepagian karena suasana di kantor itu yang masih sepi, untunglah jika kepala HRD itu sudah datang sepagi ini.


Sesampainya aku di depan lift aku bertemu dengan seorang wanita cantik, dan kami pun akhirnya menunggu lift bersama, tapi tak sedikitpun dia menoleh kepadaku seakan aku tidak ada di situ, setelah di dalam lift ternyata wanita itu sama sepertiku menuju ke lantai 3.

__ADS_1


Karena wanita itu masih terlihat sangat muda aku mengira dia sama sepertiku, datang kesini untuk melamar pekerjaan, aku lalu mencoba mengajaknya bicara untuk memecah keheningan di dalam lift itu.


"Maaf mbak mau melamar pekerjaan juga?"


Lalu wanita itu melihatku dari ujung kepala sampai ke ujung kaki.


"Nggak." Jawabnya singkat.


"Oh karyawan baru ya mbak?"


Dia diam saja tidak menghiraukanku, dan itu membuat aku ikut terdiam karenanya.


Setelah sampai di lantai 3 wanita itu lalu mendahuluiku dan masuk ke sebuah ruangan, ternyata ruangan yang dimasuki nya itu adalah ruangan HRD.


Kemudian aku pun masuk keruangan yang masih sepi itu dan wanita itu tak kulihat ada disana, hingga akhirnya kutemukan sebuah ruangan yang tertuliskan "Kepala HRD" lalu kemudian aku ketuk ruangan itu dan terdengar suara dari dalam yang menyuruhku masuk.


Setelah di dalam ruangan aku sedikit terkejut karena wanita cantik itu berada disana, duduk di kursi kepala HRD.


"Maaf mbak, saya mau bertemu kepala HRD." Ucapku.


"Duduk, saya Sinta kepala HRD disini dan peraturan pertama jika di kantor kamu harus memanggil saya dengan sebutan Bu Shinta."


katanya dengan ketus.


"Baik Bu saya Aditama..."


"Ini surat lamaran kerja dan semua kelengkapannya bu."


"Tidak usah, karena Pak Dirut memerintahkan saya untuk langsung menerima kamu."


Entah kenapa kurasa wanita itu tidak suka dan seperti orang yang marah-marah kepadaku.


"Peraturan di sini sederhana, tidak terlambat masuk kerja tidak membuat ulah dan harus bisa bekerja sebagai tim, dan jangan karena kamu merasa kamu adalah bawaan dari pak Direktur langsung kamu bisa seenaknya di sini, di mata saya semua karyawan disini sama, jika kamu bermalas-malasan saya tidak akan segan-segan untuk memecat kamu, mengerti."


"Baik Bu, saya mengerti."


"Sekarang kamu pulang, besok pagi kamu mulai kerja disini jangan lupa jam masuk adalah jam 08.00 pagi dan jam pulang adalah pukul 16.00 Sore."


"Baik Bu saya mengerti kalau begitu saya pamit."


Aku pun keluar meninggalkan gedung itu dan tak kuduga Riri sudah menunggu diluar ditemani oleh pak Iwan.


"Lho kok pagi-pagi ada di sini, kamu nggak kuliah?"


"Tadi aku ke kampus dan ternyata Dosennya nggak masuk jadi hari ini full nggak ada kelas, aku langsung kesini aja."


"Kangen ya, belum juga aku mulai kerja pacarku ini sudah kangen aja."


"Ngga kok, aku cuma mau lihat hari pertama kamu kerja."

__ADS_1


"Aku belum mulai kerja hari ini, baru besok aku mulai bekerja, tadi cuma wawancara aja sama kepala HRD."


"Terus gimana wawancaranya?"


"Cantik."


"Lho kok cantik, siapa yang cantik?"


"Itu kepala HRD di kantor papa kamu, cantik."


"Terus kalau cantik kenapa, suka ya?"


"Nggak kok, iya sih cantik tapi galak."


"Terus kalo nggak galak kamu mau gitu?"


"Mungkin iya hahaha."


Riri pun lalu mencubit perutku.


"Sebel, dasar Adit genit."


"Ya ngga dong sayang, memang banyak wanita cantik di Dunia ini...Banyak sekali..Tapi walau secantik apapun mereka, yang aku cintai cuma satu yaitu..."


"Aku kan?" Sambung Riri.


"Ibuku." Aku berlari di depan kantor itu dan Riri pun mengejarku, setelah berhasil menangkapku lalu dia memelukku dari belakang.


"Riri sayaaaaang banget sama Adit, jangan sakitin Riri ya."


Kemudian aku membalikan badanku dan kutatap matanya dalam-dalam.


"Nggak akan pernah aku bisa menyakiti kamu..Nggak akan pernah."


Lalu kami berdua pergi meninggalkan gedung itu dan Riri mengajakku ke cafe tak jauh dari situ untuk sekedar mengajakku ngobrol sambil menunggu jam makan siang karena hari itu sudah menunjukan pukul 10.30 siang.


"Adit mau pesen apa? Sebelum jam makan siang kita pesen camilan sama minum dulu ya." Ucap Riri sambil memberikan menu kepadaku.


"Teh manis hangat."


"Kok teh manis hangat sih Dit, mumpung lagi disini pesen yang lain ya, kalo teh manis hangat sih di rumah juga bisa bikin."


"Hehehehe terserah kamu aja deh, Adit bingung."


"Ya udah kita pesen menu minuman paling favorit di sini aja ya."


"Siap bos."


Lalu kami pun memesan minuman paling favorit di cafe itu dan kentang goreng untuk camilannya, setelah lama mengobrol akhirnya jam makan siang pun telah tiba.

__ADS_1


__ADS_2