Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Awal Kisah


__ADS_3

Semua kisah bermula dari sini sebuah perkampungan kecil yang cukup jauh dari hiruk pikuk kota besar, di sini tinggallah seorang gadis muda yang cantik dan ceria bernama Sekar Atmadja semua sering menyapa dia dengan panggilan Sekar. Sekar tinggal bersama ibu dan adik-adiknya, ibunya bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi anak-anaknya


Sekar berusaha sekuat tenaga membantu ibunya sebisa mungkin, baik itu dalam pekerjaan rumah ataupun membantu di pabrik tetangganya selepas pulang sekolah. Semua dia lakukan dengan tersenyum agar melihat beban ibunya dapat sedikit berkurang


"Bu Sekar ke sekolah dulu ya" mencium tangan ibunya


"Ya hati-hati"


"Ayo dek, nanti kak Sekar telat"


"Iya kak" ke dua adiknya ikut mencium tangan ibunya


Sekar kini duduk di kelas satu SMA, Sekar termasuk anak yang pintar dan kurang mampu sehingga dia mendapatkan bea siswa dari sekolah tersebut. Sekar selalu mengantarkan adiknya terlebih dahulu sebelum dia berangkat ke sekolah


Pintu gerbang sekolah Sekar menjulang tinggi ke atas, karena itu adalah sekolah SMA favorit di daerah situ. Sekar mulai melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah hingga tiba-tiba ada beberapa orang anak sekolah yang selalu saja mengganggu dirinya


"Hai Sekar, baru datang ya" berjalan beriringan dengan Sekar


"Ya kak" menundukkan kepalanya dan berjalan lebih cepat


"Gimana ajakan aku kemarin?" merangkul pundak Sekar


"Maaf kak saya ga bisa" dengan sopan


"Ya elah sombong amat sih, dia nolak ajakan lo lagi tuh bro"


"Kenapa Sekar? aku yang bayar tiket nontonnya kok" memandangi wajah Sekar


"Soalnya dia ada janji sama gw" menghempaskan tangan anak tersebut, dan orang itu adalah Alvin sang ketua OSIS


"Ya elah lo ganggu aja si Vin"


"Lo yang udah ganggu cewe gw bro"


"Sejak kapan Sekar jadi cewe lo?" menatap tajam

__ADS_1


"Sejak kemarin, iya kan Sekar?" tersenyum


"Aduh dari pada di gangguin terus tiap hari mending aku jawab iya aja kali ya"


"Tuh Sekar diam aja berarti lo bohong kan Vin?"


"Bener kok" menundukkan kepalanya


"Tuh udah denger kan Sekar bilang apa? udah jangan ganggu cewe gw lagi" merangkul pundak Sekar dan membawanya masuk ke dalam area sekolah


"Makasih ya kak"


"Ga masalah, memang mereka suka gitu. Kamu dari kelas berapa?"


"Satu lima kak"


"Ya udah ya aku ke kelas aku dulu"


"Ya kak" itulah pertemuan pertama mereka


Semenjak itu hampir setiap berangkat sekolah dan pulang sekolah Alvin selalu menunggu Sekar di gerbang sekolah, agar Sekar tak lagi mendapatkan gangguan dari kakak-kakak kelasnya. Dan semuanya pun berjalan dengan yang di rencanakan


Hingga tidak terasa satu tahun berlalu Alvin sang pujaan hati lulus dari sekolah tersebut sedangkan Sekar masih duduk di kelas dua, dengan berat hati Sekar harus merelakan kekasih hatinya pergi ke ibu kota untuk melanjutkan pendidikannya


Mereka saling berjanji untuk tetap saling berkirim surat tentang keadaan mereka, Sekar saat itu tidak memiliki ponsel jadi hanya melalui surat mereka dapat saling melepaskan rindu. Semua pun berjalan lancar di awal hubungan mereka, surat dari Alvin selalu tiba setiap minggunya. Tetapi semakin lama Alvin semakin jarang mengirimkan surat


Sekar berusaha meyakinkan dirinya bahwa Alvin sedang sibuk dengan segala urusan kuliahnya di ibu kota sana, sedangkan Sekar terus saja mengirimkan surat kepada Alvin walaupun surat-surat tersebut jarang di balas oleh Alvin


Alvin kini asik dengan dunianya sendiri pergaulan ibu kota, mempunyai kekasih hati yang baru dan juga kota metropolitan yang sudah tak lagi perlu di ceritakan. Lambat laun akhirnya Alvin benar-benar melupakan tentang Sekar


Alvin yang merasa mulai terganggu dengan surat-surat yang di kirimkan Sekar, mengirimkan Sekar sebuah surat. Di dalam surat itu dia menuliskan bahwa jangan selalu mengirimkan dia surat karena itu menjadi bahan ejekan teman-temannya. Alvin mengatakan akan menunggu Sekar di ibu kota, dan bila suatu saat nanti dia berhasil dia akan datang dan menjemput Sekar


Bermodalkan surat terakhir dari Alvin Sekar pun menguatkan hatinya dan menjaga hatinya, bagi Alvin itu hanyalah sekedar cinta monyet tetapi bagi Sekar dia menganggap bahwa Alvin adalah cinta pertamanya


Hari demi hari pun berlalu Sekar terus menjalani hidup dengan senyuman dan keceriaan, sedangkan Alvin di kota besar sana sudah kembali menjalani sebuah hubungan dengan seorang gadis cantik dan kaya raya. Dia benar-benar sudah melupakan tentang Sekar

__ADS_1


Sekar pun melaksanakan hari kelulusannya dengan suka cita, dia mendapatkan nilai yang cukup bagus bahkan di seluruh kota kecil tersebut. Sehingga dia mendapatkan bea siswa untuk melanjutkan kuliah di salah satu universitas di ibu kota


Setelah sekian lama akhirnya Sekar kembali mengirimkan sebuah surat kepada Alvin, di dalam suratnya Sekar menyatakan akan menyusul dirinya ke ibu kota karena dia mendapatkan bea siswa untuk melanjutkan kuliah di universitas ibu kota


Sedangkan Alvin yang kembali menerima surat dari Sekar menjadi sedikit kesal, tanpa membacanya terlebih dahulu Alvin langsung membuang surat tersebut


"Kamu yakin nak mau ke kota?"


"Tapi ini kesempatan aku bu, aku dapat uang makan dan biaya semua di tanggung bu. Nanti di sana aku juga bisa cari-cari kerja sampingan bu"


"Ingat pesan ibu ya, itu kota besar kamu jangan salah bergaul. Kita orang kampung harus ingat tentang semua tata cara"


"Sekar pasti ingat semua pesan ibu"


"Kamu tau Sekar ibu bangga banget sama kamu, ingat ya kamu harus bisa jadi sarjana dan buat ibu bangga"


"Siap ibu negara" mengangkat tangan ke dahinya seraya memberi hormat di hiasi oleh tawa kecil


"Dan selalu ingat kita perempuan harus pintar jaga diri, karena ibu ga mungkin selamanya bisa jaga kamu" mengelus rambut Sekar dengan lembut


"Ibu ngomong apa sih bu? ibu ga boleh ngomong yang aneh-aneh gitu. Ibu harus sehat terus Sekar belum bikin ibu bahagia" berkaca-kaca


"Dasar kamu ini udah gede kok masih cengeng"


"Pokoknya ibu harus sehat terus sampai nanti Sekar kaya dan bisa beliin ibu apapun yang ibu mau" tersenyum


"Dasar kamu ini" mencubit pipi Sekar


"Ibu selalu berdoa agar panjang umur sayang bukan untuk menikmati hasil kerja keras kamu, tapi setiap orang tua berharap agar bisa melihat anak-anaknya sukses dan bahagia. Tapi kita sebagai seorang hamba hanya bisa berdoa dan berharap tetap Tuhan lah sang Maha Penentu sayang"


Malam itu pun terlewatkan begitu saja, Sekar malam itu menghabiskan waktu untuk mulai merapikan segala keperluannya selama di ibu kota walaupun jadwal keberangkatannya ke ibu kota masih lama


Sedikit pengumuman untuk yang mau mulai baca cerita iniπŸ˜…


Aku buat cerita ini agak ekstem dan berakhir dengan beberapa orang yang marah 🀭🀭

__ADS_1


Tapi tetap berujung bahagia kok karena semua cerita aku berakhir bahagia 😊😊 sama kayak aku yang berharap semua yang baca cerita aku akan bahagia πŸ₯°πŸ₯°


Terima kasih


__ADS_2