Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Awal Yang Baik


__ADS_3

Satu itu ternyata Nino langsung mencari dokter yang menangani Sekar saat ini, Nino di ajak ke ruang kerja sang dokter untuk membahas tentang keadaan Sekar. Dan kini Nino sudah duduk berhadapan dengan sang dokter


"Setelah saya melakukan pemeriksaan lanjutan saya dapat menyimpulkan, ibu Sekar kini melupakan semua kejadian di masa lalunya atau biasa di sebut dengan amnesia karena ada bagan otak ibu Sekar yang cedera"


"Apa parah dok?"


"Dari hasil pemeriksaan menunjukkan cedera pada bagian otak ibu Sekar tidak terlalu parah, Tapi saya minta untuk sementara ibu Sekar jangan di kasih beban pikiran yang terlalu berat"


"Apa dia akan begitu selamanya dok?"


"Amnesia yang ibu Sekar alami tidak permanen pak, secara perlahan ibu Sekar akan bisa mengingat kembali memori di masa lalu ibu Sekar. Kami juga akan menjadwalkan terapi kepada ibu Sekar untuk membantu proses penyembuhan"


Nino melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan sang dokter dengan perasaan sedikit hampa, ada bagian kecil di dalam hatinya yang terasa begitu kosong. Dia memutuskan untuk sementara tak akan memaksa Sekar mengingat dirinya


Nino kembali ke ruang rawat Sekar dan masih dengan wajah yang sama seperti saat dia keluar dari ruang kerja sang dokter, Sekar seperti bisa merasakan bahwa saat itu Nino sedang bersedih tetapi dia tak mempunyai nyali untuk bertanya


Nino hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar dan kembali membuka laptopnya untuk mengalihkan pikirannya saat itu, dan ternyata sesekali Sekar mulai mencuri pandang kepada Nino


Sedangkan di tempat lain Ervan masih terus menjalankan rencananya untuk mendapatkan bukti dalang di balik kecelakaan Sekar, dan sudah pasti dalang di balik semua itu yang tak lain adalah Viona sedang merasa gusar. Dia pun sudah menyusun rencana untuk melenyapkan sang supir sekaligus Sekar


"Ini foto dan keterangan tentang mereka" menyodorkan sebuah amplop coklat di atas meja


"Baik bu, tenang saja saya akan lakukan yang terbaik" dengan yakin


"Saya cuma mau mendengar kabar baik, tidak boleh ada kata gagal dalam tugas ini"


"Ibu bisa anggap ini semua sudah selesai, karena saya belum pernah gagal melakukan hal seperti ini" tersenyum jahat


"Aku ga perduli keadaannya sekarang udah begini, aku cuma berbuat nekat untuk menyelesaikan semua permasalahan ini. Lagi pula aku ga bisa biarin perempuan itu memiliki Nino karena Nino cuma boleh jadi milik aku seorang"


Viona mulai panik karena dia mendengar kabar bahwa sang supir keadaannya sudah semakin membaik, dan di perkirakan oleh para dokter akan segera sadarkan diri. Padahal itu semua adalah sebuah kebohongan besar yang sengaja di sebarkan oleh Ervan untuk memuluskan rencananya, dan sudah pasti itu bukanlah hal yang sulit untuk seorang Ervan

__ADS_1


Saat kembali dari sekolahnya adik-adiknya Sekar singgah di rumah sakit untuk menjenguk Sekar bahkan Rendi pun hadir di sana dengan tujuan yang sama, Sekar sama sekali tak dapat mengingat mereka tetapi dia dapat merasakan ketulusan dari mereka semua


Saat hari sudah menjelang malam Nino meminta adik-adiknya Sekar kembali ke kediaman mereka, Nino mengatakan mereka boleh menginap di rumah sakit saat mereka libur sekolah. Dan akhirnya tersisa Nino dan Sekar berduaan di dalam ruangan tersebut


Saat tengah malam Sekar sudah terbuai ke alam mimpinya di saat seperti itu lah Nino mulai berani mendekati Sekar, Nino memandangi wajah Sekar dengan seksama di saat seperti itulah dia menebus segala perasaan rindunya. Nino merapikan rambut Sekar yang yang sedikit berantakan lalu dia pun mencium kening Sekar dengan lembut


"Selamat istirahat cahaya hidup aku" dengan suara yang pelan


Setelah melakukan itu semua Nino melangkahkan kakinya menjauh dan masuk ke dalam kamar mandi, dia pun mensucikan diri dan memutuskan untuk sholat malam. Saat Nino sudah mulai masuk kamar mandi dan terdengar suara gemericik air Sekar mulai membuka kedua bola matanya secara perlahan


"Aku memang ga bisa inget siapa kamu, aku juga masih ngerasa takut sama kamu sampe sekarang. Tapi aku bisa yakin kalo kamu tulus sama aku"


Sekar menutup kembali kedua bola matanya saat mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi sudah berhenti, yang menandakan bahwa saat itu Nino sudah mau keluar dari dalam kamar mandi


Nino mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat malam sedangkan Sekar masih setia dengan berpura-pura tidur, Nino melakukan sholat malam dengan sepenuh hati. Setelah selesai Nino memanjatkan doa kepada Sang Pencipta, di dalam doanya dia hanya meminta kesembuhan dari Sekar


Nino tak kuasa menahan air matanya pada saat itu tanpa dia sadari dia mulai menangis dengan hebat, Sekar pun menjadi iba melihat tangisan Nino saat itu, tanpa dia sadari dia terus menatap ke arah Nino yang sedang larut di dalam doanya dan tiba-tiba saja Nino menoleh ke arah dirinya


"Ga kok, kenapa kamu keliatan sedih banget?"


"Aku cuma baru aja kehilangan hal terpenting di dalam hidup aku, walaupun aku yakin suatu saat pasti kembali. Tapi rasanya bener-bener sakit" tersenyum getir


"Kalo memang itu penting buat kamu harus terus kamu cari sampe ketemu, jangan gampang menyerah ya" tersenyum dengan tulus


"Ya kamu bener Sekar, kenapa aku harus sedih? kamu kan masih ada di sini walaupun kamu ga ingat apapun tentang kita. Bahkan di saat kamu ga bisa inget apapun kamu tetap jadi perempuan yang baik, ga salah aku kasih seluruh hati aku buat kamu"


"Makasih ya" tersenyum


"Astaga ganteng banget sih orang ini, kenapa bisa ga adil gini sih? masa orang yang jahat bisa punya muka seganteng ini" membalas dengan senyuman


"Apa kamu butuh sesuatu?"

__ADS_1


"Ga kok"


"Ya udah lanjutin istirahat kamu, aku juga mau tidur" mulai menuju ke sofa yang berada di ruangan tersebut


"Boleh aku tanya sesuatu?"


"Tanya aja, kamu mau tau apa?" tersenyum


"Aduh kenapa jantung aku jadi deg-degan gini ngeliat dia senyum?"


"Aku ngerasa kalo kita udah saling kenal sebelumnya"


"Iya"


"Jadi dulu aku panggil kamu apa? rasanya agak ga enak kalo aku panggilnya kamu terus"


"Kalo dulu kamu panggil aku kak"


"Tapi kamu bukan kakak aku kan?"


"Bukan"


"Berarti hubungan kita cukup deket dong ya, buktinya aku panggil kamu kakak"


"Ya bisa di bilang begitu" tersenyum


"Kalo gitu boleh ga aku panggil kamu kakak lagi?"


"Ya boleh dong, aku seneng kalo kamu mau panggil aku kakak lagi kayak dulu" tersenyum bahagia


"Aku cuma mau panggil dia kakak aja, dia keliatan seneng banget. Apa aku udah keterlaluan ya sama dia kemarin?"

__ADS_1


Malam itu menjadi awal yang baik bagi hubungan mereka karena jarak yang pernah tercipta di antara mereka seakan semakin menghilang


__ADS_2