Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Tersenyum


__ADS_3

Nino yang tidak ingin membuat Sekar kecewa pun langsung menghubungi Ervan agar datang ke ruangan nya, dan tak butuh waktu yang lama Ervan sudah berada tepat di hadapan Adit


"Gimana cara ngomong ke Ervan ya? dia sama istrinya aja cuek apa dia mau berkorban buat Sekar? aku ingat waktu istrinya hamil tua dia tinggal ke luar kota cuma untuk urusan bisnis"


"Maaf ada apa ya pak?"


"Van kamu tau kan Sekar lagi hamil" tersenyum canggung


"Iya pak"


"Kamu juga tau kan, semenjak dia hamil dia sering minta hal yang aneh-aneh"


Ervan langsung mengerutkan keningnya sambil menatap curiga ke arah Nino


"Apa ada hal yang di inginkan ibu Sekar?"


"Iya Van, apa kamu bisa bantu?"


"Apa yang bisa saya bantu pak?"


"Dia minta ketemu kamu setelah pulang kantor, tapi permasalahannya saya ga tau kenapa dia minta ketemu sama kamu?"


"Baik pak"


"Kamu serius Van?"


"Kalo memang itu keinginan ibu Sekar, pasti saya laksanakan pak"


"Karena cuma dengan cara ini saya bisa menebus kesalahan saya yang telah gagal melindungi dia"


"Tapi kamu harus tau ya Van, semenjak dia hamil dia sekarang agak aneh"


"Selama saya sanggup pasti akan saya kerjakan pak"


"Makasih ya Van buat pengertian nya" tersenyum lega


"Sama-sama pak, kalau begitu saya permisi dulu pak"


Nino pun menjawab dengan anggukkan kepalanya, setelah Ervan keluar dari ruangannya Nino segera menghubungi Sekar. Dia memberitahukan kepada Sekar bahwa Ervan akan datang untuk menemui nya, dan sudah pasti kabar tersebut membuat Sekar bahagia


Saat pulang kantor Nino pun mengajak Ervan untuk ke kediamannya, dan saat itu Nino memberitahukan kepada Ervan sebisa mungkin dia harus bisa mengikuti keinginan Sekar. Karena bila Ervan mengecewakan Sekar akan timbul masalah baru di antara mereka


Ervan pun mengikuti Nino kembali ke kediamannya dengan mengendarai mobilnya sendiri, dia membuat posisi. mobilnya berada di belakang mobil Nino. Setibanya mereka di sana Sekar sedang berada di ruang tamu dan asik dengan ponselnya


"Lagi apa sayang?"


Nino mencium ujung kepala Sekar dengan lembut, dan mendudukkan dirinya di samping Sekar

__ADS_1


"Kak Ervan mana?"


"Tadi mobilnya ada di belakang mobil aku, mungkin lagi parkir mobilnya"


Tak lama kemudian Ervan pun tiba di antara mereka


"Selamat sore bu Sekar"


"Sore kak Ervan" tersenyum bahagia


Ervan sedikit terkejut dengan sapaan Sekar yang di tujukan untuk dirinya


"Kata pak Nino ibu mau ketemu saya, ada apa ya bu?"


"Sini kak duduk samping aku" tersenyum sambil menepuk tempat kosong di sebelahnya


Ervan langsung menatap Nino dan Nino pun memberikan kode untuk mengikuti keinginan Sekar, dengan berat hati Ervan mendudukkan dirinya di samping Sekar


"Kamu apa kabar kak?"


"Baik bu, maaf bu apa ga sebaiknya ibu panggil saya seperti biasanya saja?"


"Ga akh.. Aku mau panggil kak Ervan aja, karena mulai sekarang aku mau kak Ervan jadi kakak aku"


Nino dan Ervan pun di buat tak dapat berkutik dengan sikap Sekar yang seperti itu


"Kan kamu kakak aku, masa panggil ibu sih mulai sekarang panggil nama aja" dengan entengnya


"Maaf bu tapi sepertinya saya ga bisa lakukan itu, karena ibu adalah istri dari pak Nino. Jadi saya rasa hal itu kurang pantas untuk di lakukan bu"


Sekar langsung memutar wajahnya ke arah Nino dan memasang wajah sedih, Nino pun hanya bisa membuang napasnya dengan kasar


"Ga apa Van, saya juga selama ini udah anggap kamu sebagai kakak saya sendiri"


"Tapi pak..."


"Kamu anggap aja Sekar sebagai adik kamu"


"Baik pak"


"Nah karena sekarang aku udah jadi adik kak Ervan, aku mau minta sesuatu dari kak Ervan" tersenyum


Nino sudah menunjukkan wajah panik mendengar hal tersebut, dia sangat takut Sekar akan meminta hal yang aneh dan membuat Ervan marah. Sedangkan Ervan masih berusaha mengikuti keinginan Sekar


"Ibu..."


Kata-kata dari bibir Ervan langsung tertahan karena melihat Sekar yang menatap tajam ke arah dirinya

__ADS_1


"Bukan ibu tapi Sekar" dengan tegas


"Kamu mau minta apa dari saya?"


"Aku mau minta kak Ervan tersenyum" dengan entengnya sambil tersenyum dengan tulus


Rasanya ingin sekali Nino langsung menutup mulut Sekar dengan erat pada saat itu, tetapi dia tidak memiliki keberanian sebesar itu. Akhirnya Nino mengambil langkah yang bisa dia lakukan, dia pun menggenggam tangan Sekar


"Sayang kamu ga boleh begitu dong, jangan paksa orang lain melakukan hal yang dia ga suka"


"Apa kalo saya tersenyum kamu bisa senang dan memaafkan saya?"


Sekar terdiam sambil terus menatap ke arah Ervan. Sedangkan Nino benar-benar terkejut mendengar ucapan dari Ervan


"Aku ga tau kenapa aku harus maafin kak Ervan? karena aku ngerasa kak Ervan ga punya salah sama aku. Tapi aku pasti senang kalo liat kak Ervan senyum"


"Saya punya salah sama kamu, dan kesalahan yang sudah saya lakukan sangat besar sama kamu"


"Apa ini alasan dari mimpi aku?"


Sekar pun menatap jauh ke dalam mata Ervan, dia seperti dapat melihat sebuah penyesalan yang sangat besar dari mata Ervan


"Kalo yang namanya keluarga harus bisa saling memaafkan, sebesar apapun kesalahan yang sudah di lakukan orang itu. Karena menurut aku ga boleh ada kata maaf dan terima kasih di dalam sebuah keluarga" dengan yakin


"Keluarga?" mengerutkan keningnya


"Ya kan kak Ervan sekarang udah jadi kakak aku, berarti kita sekarang sudah jadi keluarga dong" tersenyum dengan sangat tulus


"Ya walaupun bagi aku kak Ervan memang ga melakukan kesalahan apapun"


"Seandainya yang namanya keluarga seperti yang kamu ucapkan, pasti dunia ini akan jauh lebih indah" tersenyum sinis


"Ikh senyum apaan yang kayak gitu, jelek banget ga enak buat di liat" memajukan bibirnya


Ervan pun tersadar dari lamunannya dan melihat Sekar yang sedang menunjukan wajah cemberut dan bibir maju ke depan, tanpa Ervan sadari akhirnya dia pun tersenyum


"Akh!!" Sekar berteriak histeris


Sontak saja hal tersebut membuat Nino dan Ervan sama-sama terkejut, dan secara bersamaan menatap serius ke arah dirinya


"Sayang kamu liat kan tadi kak Ervan senyum loh" bersemangat


Nino pun melihat ke arah Ervan sambil tersenyum


"Sekarang kamu pasti lebih mengerti, apa yang membuat Sekar lebih istimewa dari pada wanita lainnya?"


Hari itu Sekar menunjukkan perhatian yang sama ke Ervan seperti ke adik-adiknya, Sekar juga meminta Ervan untuk ikut makan malam di situ

__ADS_1


Nino hanya bisa menahan diri melihat perhatian yang Sekar berikan kepada Ervan, hingga dia merasa sedikit cemburu dengan itu semua


__ADS_2