Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Masalah Besar Yang Sedang Menanti


__ADS_3

Hari demi hari pun terus berganti dengan sangat cepat, Nino sudah mempersiapkan segala urusan untuk acara pernikahannya dengan Sekar. Hari itu Sekar dan adik-adiknya di ajak oleh Nino ke suatu tempat, mereka pun sudah melakukan perjalanan dari pagi hari


Perjalanan yang mereka tempuh cukup jauh karena Nino akan membawa Sekar dan adik-adiknya pulang ke kampung halaman untuk berziarah ke makam ke dua orang tuanya, Nino melakukan hal tersebut untuk meminta izin sebelum menikahi anak mereka


Sekar dan adik-adiknya merasa sangat bahagia dengan perjalanan tersebut, setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka pun tiba di area pemakaman di perkampungan tersebut. Dengan langkah yang pasti mereka memasuki area pemakaman tersebut, dan kini mereka sudah berada tepat di hadapan makam kedua orang tua Sekar yang berdampingan


"Ayah, ibu maaf kami baru bisa datang"


Sekar mungkin memang belum bisa mengingat kenangan yang ada tentang kedua orang taunya, tetapi dia tetap bisa merasakan sedih di dalam hatinya saat berada di tempat itu. Nino yang menyadari hal tersebut pun langsung merangkul pundak Sekar dengan lembut


"Jangan sedih, sekarang ada aku yang akan gantiin posisi kedua orang tua kamu. Aku janji akan jaga kamu dan adik kamu dengan baik," berbisik, Sekar hanya bisa menjawab dengan sedikit anggukkan kepalanya


Mereka pun mulai berjongkok di hadapan makam dan melantunkan doa untuk ke dua orang tua Sekar, setelah puas melepaskan rindu Ajeng dan Dimas sudah terlebih dahulu meninggalkan area pemakaman tersebut. Hanya tersisa Nino dan Sekar berdiri di hadapan kedua makam tersebut


"Bapak dan ibu perkenalkan nama saya Nino Erlangga saya adalah calon suami anak kalian yang bernama Sekar, saya harap kalian bisa beristirahat dengan tenang di sana karena saya akan berusaha menggantikan tanggung jawab kalian. Saya janji akan menjaga Sekar dan adik-adiknya dengan baik, mencurahkan semua rasa kasih sayang yang saya punya selama saya masih bernapas," dengan penuh keyakinan sambil menatap ke arah kedua makam tersebut


Kedua mata Sekar pun berkaca-kaca mendengar semua ucapan Nino yang terlihat sangat bersungguh-sungguh, saat Nino melihat ke arah Sekar yang sedang menatap dirinya dengan mata yang berkaca-kaca. Nino pun langsung memeluk tubuh Sekar dengan erat


"Kamu mungkin lupa tapi aku dulu sudah pernah bilang sama kamu, aku larang kamu jatuhin air mata kamu. Dan mulai sekarang kamu cuma boleh tersenyum bahagia," berbisik


"Terima kasih ya kak," Nino pun semakin mengeratkan pelukannya


Nino saat itu tidak langsung kembali ke ibu kota dia memilih untuk mengunjungi rumah lama Sekar terlebih dahulu, selain memperkenalkan diri kepada anggota keluarga Sekar yang lainnya. Nino juga yakin Sekar dan adik-adiknya pun rindu dengan rumah yang memiliki banyak kenangan antara mereka dan kedua orang tuanya


Saat dulu Sekar mendapatkan pekerjaan Sekar langsung mengurungkan niatnya untuk menjual rumah yang memiliki banyak kenangan antara dirinya dan kedua orang tuanya itu, itu lah alasan mereka masih bisa mengunjungi rumah tersebut

__ADS_1


Dalam sekejap rumah tersebut menjadi ramai oleh sanak keluarga Sekar dan para tetangga yang takjub melihat deretan mobil mewah yang terpampang di depan rumah itu, Nino juga sudah menyiapkan berbagai hadiah untuk sanak keluarga Sekar


Tak lupa Nino menyampaikan niatnya kepada para tetua keluarga Sekar bahwa dia akan menikahi Sekar dan pernikahan mereka akan di adakan di ibu kota, Nino juga menyampaikan bahwa dia sudah menyiapkan segala keperluan untuk sanak keluarga Sekar yang akan menghadiri acara tersebut. Dan sudah pasti niat baik Nino di terima oleh mereka


Perasaan bahagia yang Sekar rasakan saat itu tak bisa lagi di ucapkan dengan kata-kata, dia merasa sangat di hargai sebagai seorang wanita. Dia benar-benar tak menyangka bahwa dirinya yang hanya gadis kampung biasa bisa mendapatkan seorang Nino Erlangga


Sedangkan di tempat yang berbeda Jonathan sedang menceritakan tentang wanita yang telah menyelamatkan nyawa sang papa kepada papanya, pria paruh baya tersebut benar-benar tak menyangka bila wanita yang menyelamatkan nyawanya adalah wanita yang ingin di lenyapkan oleh putrinya sendiri


Dia pun akhirnya mengalahkan rasa amarahnya dan memilih untuk menyerah, dia langsung menghubungi sahabatnya yang tak lain adalah papanya Nino meminta untuk mengatur jadwal pertemuan dirinya dan Nino


Papanya Nino pun langsung menghubungi Nino dan saat itu Nino sedang dalam perjalanan pulang, di mobil yang dia tumpangi hanya ada dirinya dan Sekar dan Ervan berperan sebagai seorang supir


"Halo"


"Ga perlu aku udah urus semua"


"Bagus kalo begitu, tapi Nino apa papa bisa minta waktu kalian berdua sebentar? ada yang mau ketemu sama kamu"


"Siapa?"


Ervan sempat melirik dari kaca spion untuk memastikan ekspresi wajah Nino saat itu, dia langsung menyadari pasti panggilan tersebut berasal dari papanya Nino


"Papanya Viona"


"Mau apa?" dengan dingin

__ADS_1


"Dia cuma mau minta maaf atas kesalahan Viona ke kamu dan Sekar"


"Itu ga perlu"


"Nino kamu sudah mau menikah, mungkin bagi kamu yang seorang pebisnis biasa untuk mempunyai banyak musuh tapi ga untuk perempuan yang ada di sebelah kamu. Dengan begini kamu bisa mengurangi satu musuh kamu, setidaknya pernikahan kalian akan lebih baik saat mendapatkan lebih banyak restu dari orang lain"


"Kenapa harus bawa nama Sekar sih?"


"Ok, nanti kalo sudah sampe kota aku kabarin,"


"Ok, papa tunggu ya kabar dari kamu,"


"Hem..." Nino pun langsung memutuskan sambungan teleponnya


Nino dan Sekar mengantarkan Ajeng dan Dimas terlebih dahulu, setelah membersihkan diri dan beristirahat sejenak mereka pun segera menuju ke tempat janji bertemu


Di sana Jonathan dan papanya meminta maaf dengan tulus kepada Sekar atas perbuatan Viona, mereka juga merestui hubungan Nino dan Sekar dan berjanji akan segera meninggalkan kota tersebut. Mereka juga sudah menyampaikan hal tersebut kepada Viona dan Viona pun berpikiran sama dia tak mau lagi berurusan dengan Nino atau Ervan


Satu persatu masalah yang mereka hadapi pun mulai bisa di selesaikan, hari terus dengan hari yang lainnya dan kini Nino sedang mengadakan jumpa pers untuk mengumumkan tanggal pernikahan mereka. Tetapi di tempat yang berbeda ada seorang pria yang menatap ke layar televisi dengan penuh kebencian


"Saya beri kalian berdua kesempatan untuk tersenyum saat ini, kalian pikir kalian bisa bahagia dengan mudah? tunggu waktu yang tepat saya akan membuat kalian hancur berkeping-keping"


Waktu pun terus bergulir akhirnya hari yang paling di nantikan oleh Sekar dan Nino pun tiba, hari di mana mereka akan mengikrarkan janji suci mereka dan mereka akan menyatu menjadi satu. Tapi satu hal yang tak mereka ketahui adalah sebuah masalah yang sangat besar sedang menanti mereka berdua


Sebuah masalah yang akan menguji kadar cinta mereka berdua, sebuah masalah yang akan menghancurkan hati mereka berdua

__ADS_1


__ADS_2