Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Seseorang Yang Di Kirimkan Tuhan


__ADS_3

Detik demi detik terus berlalu bahkan Sekar sudah mulai terbangun dari tidurnya dan upaya para dokter untuk menyelamatkan nyawa Ricardo tetap belum selesai di lakukan, saat Sekar terbangun Nino sudah menyiapkan dia pakaian ganti karena hampir seluruh pakaian Sekar terkena percikan darah dari Ricardo


Setelah cukup lama akhirnya dokter pun keluar dari ruang operasi dan sudah pasti semua langsung menghampiri sang dokter


"Bagaimana keadaan adik saya dok?"


Nino dan papanya langsung secara serentak menoleh ke arah Sekar


"Operasinya berjalan lancar tetapi pasien masih dalam keadaan kritis, saat ini yang bisa kita lakukan hanya menunggu sambil terus berdoa. Karena hanya semangat hidup dari pasien yang bisa menyelamatkan pasien"


Sekar langsung menjatuhkan tubuhnya ke dalam pelukan suaminya sambil menangis tersedu, bila ada yang melihat hal tersebut mereka pasti akan mengira bahwa Ricardo adalah keluarga dari Sekar


"Kamu harus tenang sayang, kasihan anak kita pasti ikut sedih kalau kamu seperti ini" dengan lembut


"Dia begitu karena menyelamatkan aku dan anak kita sayang"


"Ya aku tau sekarang kita harus kuat dan berdoa untuk dia" mengeratkan pelukannya


"Aku ga sangka orang yang berniat menghancurkan aku adalah orang yang menyelamatkan sesuatu yang terpenting di dalam hidup aku"


Ricardo sudah berada di ruang rawat dengan pemantauan yang intens dari pihak rumah sakit, bahkan Nino sudah mendatangkan para dokter terbaik ke tempat itu untuk membantu menyelamatkan orang yang paling berjasa di dalam hidupnya


Sedangkan di tempat yang berbeda Alvin sudah berada di sebuah ruangan yang lembab dan gelap, secara perlahan dia pun mulai membuka matanya dan mulai panik karena posisi tubuhnya terikat di sebuah bangku. Alvin kembali mengingat bahwa terakhir kali dia di buat pingsan oleh beberapa orang yang tidak dia kenal


"Di mana aku? siapa orang-orang ini? atau jangan-jangan mereka orang yang Nino kirim, sial lepas dari sarang buaya aku sekarang harus masuk ke kandang macan"


"Sudah bangun?"


Alvin mencoba mencari dari mana asal suara tersebut berasal, Ervan pun mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Alvin sambil tersenyum dengan sangat mengerikan


"Semoga istirahat kamu sudah cukup, karena sekarang saya mau memulai perhitungan dengan kamu"


Tidak ada satu orang pun yang berani masuk ke dalam ruangan tersebut bahkan mereka sudah mendapatkan perintah untuk menjauh dari ruangan tersebut, hanya terdengar suara pukulan demi pukulan dan suara teriakan kesakitan


Tidak ada satu pun orang yang tau apa saja yang sudah di lakukan oleh Ervan di dalam ruangan tersebut, yang pasti Ervan akan membalas segala rasa sakit yang di alami istrinya berpuluh puluh kali lipat. Dan yang pasti ini adalah pembalasan terkejam yang pernah Ervan lakukan

__ADS_1


Ervan keluar dari ruangan tersebut dengan tangan yang sudah memar akibat memukul Alvin secara bertubi-tubi, dan bercak darah sudah berhamburan di pakaian Ervan. Ervan hanya membersihkan bekas darah yang berada di tangannya dan meninggalkan tempat itu begitu saja


"Tugas aku di sini sudah selesai, sekarang saatnya aku membawa kamu pulang. Aku sudah pernah bilang cuma Tuhan yang bisa memisahkan kita"


Di alam yang berbeda Ricardo merasa seperti sedang berjalan tanpa arah, dia hanya terus melangkahkan kakinya ke arah sebuah pintu yang mengeluarkan cahaya. Dan tiba-tiba saja mamanya sudah berada di depan pintu tersebut menatap tajam ke arah dirinya


"Kenapa kamu bisa ada di sini?"


Ricardo hanya bisa terdiam karena seperti itu lah bayangan mamanya yang ada di dalam benaknya


"Mama minta kamu balas mereka semua, dan apa yang kamu lakukan!!"


"Maaf mah"


"Seharusnya kamu sudah bisa membalas semua sakit hati mama!! dan apa yang kamu lakukan?" berteriak


"Maaf mah aku ga bisa, karena dia kakak aku" dengan penuh keyakinan


"Aku ga akan pernah menyesal dengan apapun yang sudah aku lakukan"


"Dasar anak ga berguna!!"


"Kalau kamu anggap aku sebagai kakak kamu, kamu harus ikut pulang" dengan suara yang lembut


Ricardo pun menoleh ke arah suara berasal dan di sana Sekar sedang berdiri sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya


"Ga!! kamu ga boleh ikut dia!! kamu harus ikut mama!!"


"Apa kamu sudah ga mau jaga kakak dan keponakan kamu yang belum lahir ini?"


"Kakak dan ponakan aku? apa aku boleh memiliki keluarga?"


"Kalau kamu ga mau kembali, aku ga akan anggap kamu sebagai adik aku lagi"


Secara perlahan Ricardo mulai mendekat ke arah Sekar dan meraih uluran tangan Sekar, dan di dunia nyata ternyata kata-kata tersebut sedang Sekar bisikan di telinga Ricardo. Dan secara perlahan Ricardo mulai membuka ke dua bola matanya

__ADS_1


"Pokoknya aku akan pukul kamu sekuat tenaga kalau kamu masih ga mau bangun"


Nino dan papanya hanya bisa terdiam dengan semua yang Sekar lakukan, mereka pun menyadari bahwa Ricardo mulai membuka matanya sedangkan Sekar masih sibuk membisikkan kata-kata di telinga Ricardo


"Berisik kak" dengan suara yang pelan


Sekar pun langsung berdiri dengan sempurna karena terkejut, lalu menatap Nino sambil meneteskan air mata


"Sayang dia sudah bangun, aku sudah bilang kan ke kamu dia pasti bangun"


Nino hanya membalas dengan senyuman dan mulai mendekat ke arah Sekar


"Selamat datang kembali" tersenyum


Ricardo hanya bisa terdiam melihat sambutan hangat dari Nino, karena dia juga bingung harus menunjukkan rasa ekspresi seperti apa. Lalu tiba-tiba papa mereka pun muncul setelah memanggil para dokter


Ricardo masih tak dapat percaya bahwa orang-orang itu setia menunggu dirinya tersadar, sedangkan para dokter segera memeriksa keadaan Ricardo


"Keadaan pasien sudah mulai stabil, ini sebuah pertanda yang baik"


"Terima kasih dok"


"Kalau begitu saya permisi dulu"


Setelah dokter meninggalkan ruangan tersebut sang papa mulai mendekat dan berdiri tepat di samping tempat tidur Ricardo


"Gimana keadaan kamu nak?"


Ricardo hanya terdiam sambil memaksakan diri untuk tersenyum tipis, tiba-tiba saja Sekar memegang kepala Ricardo dan berhasil membuat semua orang di tempat itu terkejut


"Selamat datang di tengah keluarga kita" tersenyum hangat


Ricardo sendiri pun tak tau harus merasa kesal atau senang, di satu sisi dia merasa kesal karena Sekar menjadi orang pertama yang berani memegang kepalanya. Tetapi di sisi lain tangan Sekar tersebut mengalirkan sebuah kehangatan di dalam hatinya, kehangatan yang selama ini belum pernah dia rasakan


"Terima kasih kak"

__ADS_1


"Sekali ini kamu aku maafin, tapi lain kali kalau papa dan kak Nino ngomong kamu harus jawab ya" tersenyum hangat


Ricardo hanya menjawab dengan senyuman, sedangkan yang lain benar-benar merasa Sekar bagaikan seorang yang di kirimkan Tuhan untuk menyelamatkan keluarga mereka


__ADS_2