Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Keanehan Pada Nino


__ADS_3

"Apa kamu bisa janji ga akan pernah tinggalin aku?"


Tatapan yang Nino berikan benar-benar menunjukkan bahwa dia sangat takut kehilangan Sekar


"Apa kak Nino ga akan kecewa dengan keadaan aku yang sekarang?"


"Sekali lagi aku bilang ke kamu aku ga perduli dengan apapun, yang aku mau kamu cuma satu. Kamu jangan pernah tinggalin aku, aku cinta kamu Sekar aku ga akan bisa lanjutin hidup aku tanpa kamu,"


Saat itu Sekar merasa bingung haruskah dia merasa bahagia atau bersedih. Di satu sisi dia merasa bahagia karena dia semakin yakin dengan cinta Nino kepada dirinya, tetapi di sisi yang lain dia juga merasa sedih karena dirinya tak bisa menjadi istri yang seutuhnya bagi Nino


"Sekarang kita lanjutin istirahat ya, anggap semuanya cuma mimpi buruk. Karena sekarang kamu udah ada di samping aku, kamu bisa tenang ga akan aku ijinkan satu orang pun menyentuh kamu lagi"


Nino mulai melepaskan pelukannya dan menatap Sekar dengan lembut, Sekar pun hanya bisa menjawab dengan anggukkan kepalanya


Nino membantu Sekar agar berbaring dan menyelimuti tubuh Sekar sambil tersenyum hangat, lalu mulai membaringkan tubuhnya di samping Sekar. Nino membelai rambut Sekar dengan lembut lalu mencium ujung kepala Sekar


"Terima kasih karena kamu sudah kembali ke sisi aku dengan selamat," tersenyum hangat lalu memeluk tubuh Sekar


Tak butuh waktu yang lama Nino pun sudah menuju ke alam mimpinya, sedangkan Sekar masih sulit untuk tertidur Sekar menatap wajah Nino yang terlihat sangat lelah


"Kenapa kak? kenapa kamu masih perlakukan aku sebaik ini? kenapa kamu masih mau peluk aku yang kotor ini? aku ngerasa ga pantas kak"


Sekar terus memandangi wajah Nino yang sudah terlelap, Sekar pun menurunkan tangan Nino dari tubuhnya secara perlahan dan hal tersebut langsung membuat Nino terbangun dari tidurnya


"Apa kamu mau pergi waktu aku tidur?"


Nino memasang wajah memelas


"Astaga kak, kamu sebenernya kenapa? aku ngerasa kamu bukan kak Nino yang biasanya" mengerutkan keningnya


"Aku cuma mau ke kamar mandi sebentar kok kak, tidur aja nanti aku balik lagi"


Bukan melanjutkan tidur Nino malah mendudukkan dirinya agar dapat mengusir rasa kantuk yang sudah menguasai dirinya


"Kenapa bangun kak?"


"Aku mau tunggu kamu aja"


"Ya udah aku ke kamar mandi sebentar ya kak" Nino hanya membalas dengan anggukkan kepalanya


Sekar pun mulai menurunkan kakinya dari atas tempat tidur, dan saat dia mau melangkahkan kakinya dia merasakan sakit yang teramat besar pada bagian intimnya


"Akh..." Sekar meringis menahan rasa sakit


"Kamu kenapa?" Nino yang panik langsung bangkit dan berdiri di dekat Sekar


"Ga kok aku ga kenapa-napa kak"

__ADS_1


"Aku panggil dokter ya," dengan wajah yang panik


Sekar langsung mencengkram baju Nino


"Tolong kak jangan ada yang tau tentang masalah aku, aku ga mau bikin kak Nino malu di hadapan orang lain," memelas


"Sekar aku ga perduli apapun tentang pandangan orang, aku cuma ga mau kamu ngerasain sakit lagi. Yang salah itu aku bukan kamu, aku ga tau harus gimana lagi Sekar? aku ngerasa jadi laki-laki yang gagal, bahkan untuk jaga kamu aja aku udah gagal..!!" Nino menaikkan volume suaranya


Sekar pun mulai meneteskan air matanya dan dalam sekejap emosi Nino langsung menghilang, Nino semakin merasa bersalah dengan melihat Sekar yang menangis. Satu hal yang Nino tidak ketahui adalah air mata itu air mata terharu bukan air mata kesedihan


"Maaf, aku minta maaf aku ga bermaksud teriak sama kamu. Aku cuma ga tau lagi harus apa Sekar?"


"Kalo kak Nino ga tau harus apa? kak Nino bisa mulai dari bantu aku ke kamar mandi,"


Nino yang terkejut hanya diam terpaku


"Kalo ga mau bantu ya udah aku bisa sendiri," mulai melangkahkan kakinya sambil meringis menahan sakit


"Jangan bergerak, aku bilang kamu jangan bergerak lagi Sekar"


Sekar pun menghentikan langkahnya dan dengan cepat Nino mengangkat tubuh mungil Sekar, sesampainya di depan kamar Sekar sudah minta untuk di turunkan. Tetapi Nino tak mau mendengarkan dan tetap membawa Sekar masuk ke dalam kamar mandi, lalu menurunkan tubuh Sekar secara perlahan


"Apa mau aku tungguin di sini?"


"Ga lah, malu aku kak"


Setelah semua urusannya selesai Sekar melangkahkan kakinya secara perlahan ke arah pintu, dan di saat membuka pintu ternyata Nino masih setia berdiri di sana


"Kok ga panggil aku?"


"Malu kak"


Nino langsung mengangkat tubuh mungil Sekar dan membawa kembali ke tempat tidur lalu membaringkan tubuh Sekar secara perlahan


Nino pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Sekar sambil terus menatap ke arah dirinya, Sekar yakin saat itu Nino sudah merasa lelah tetapi Nino memaksakan dirinya untuk tetap terjaga


"Kok ga tidur kak?" Nino hanya menjawab dengan gelengan kepalanya


"Kenapa?" mengerutkan keningnya


"Kamu aja belum tidur, gimana kalo pas aku tidur kamu butuh bantuan aku?"


Sekar pun tersenyum mendengar alasan konyol dari Nino, entah mengapa dia merasa Nino hanya takut bila dia akan pergi dan menghilang. Sekar semakin yakin bila sikap Nino benar-benar menjadi aneh


"Mana tangan kak Nino?"


Nino pun memberikan tangannya dan Sekar langsung mengaitkan tangan Nino ke tangannya

__ADS_1


"Ya udah ayo tidur, nanti kalo aku butuh sesuatu aku bangunin kak Nino"


"Apa aku boleh peluk kamu aja kayak tadi? jadi kalo kamu bergerak aku tau"


"Sebaiknya nanti aku bilang sama Ervan tentang keanehan kak Nino"


Sekar meletakkan tangan Nino yang dia genggam untuk menjadi bantal dan mendekatkan tubuhnya ke arah Nino, lalu meletakkan tangan Nino yang satunya ke atas tubuhnya


"Sekarang udah bisa tidur kan?"


"Terima kasih ya, terima kasih karena kamu udah ada di samping aku"


Mereka berdua pun akhirnya sama-sama terlelap ke alam mimpi mereka masing-masing, malam panjang dan menyakitkan bagi mereka berdua pun akhirnya terlewati


Pagi itu Sekar sudah terjaga dari tidurnya dia sudah berusaha membangunkan Nino tetapi Nino tetap terlelap, akhirnya Sekar memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri


Akhirnya air mata Sekar dapat meluncur dengan bebas, Sekar menangis di dalam kamar mandi tanpa mengeluarkan suara sama sekali


Nino yang baru saja terjaga langsung panik karena Sekar tak berada di sampingnya, tanpa berpikir panjang Nino langsung keluar dari dalam kamarnya dan berteriak-teriak memanggil nama Sekar


"Mana Sekar Van?"


"Sepertinya ibu Sekar belum keluar dari kamar pak"


"Kamu jangan bohong sama saya Van" mencengkram kerah baju Ervan "periksa semua ruangan dan cctv di rumah ini, saya mau Sekar ketemu secepatnya"


"Kamu kenapa Nino? kamu ga seperti Nino yang biasanya"


"Baik pak"


Ervan ikut merasakan kejanggalan pada sikap Nino, tetapi untuk menenangkan Nino dia segera memerintahkan untuk memeriksa rekaman cctv. Dan benar saja Sekar belum keluar dari dalam kamar


Buat semua maaf ya kalo cerita yang aku buat kurang berkenan โ˜นโ˜น


Tapi ya aku mau gimana lagi? aku memang dari awal rencanain ceritanya begini ๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”


Aku ga bisa paksa kakak semua yang ga tertarik sama ceritanya untuk tetap baca ๐Ÿ˜Ÿ


Ya tapi sedih juga liat beberapa komentar yang kayak nya kecewa dengan alur ceritanya ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ’”


Padahal aku udah berusaha bikin penyelesaian di setiap akhir cerita yang aku buat dengan baik kok ๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”


Aku mau jelasin sedikit kenapa harus ada tragedi yang agak ga enak itu, sebab kan di awal cerita Nino udah pernah selamatin Sekar sekali, kalo sampe ada yang kedua kali aku takut jadi kayak cerita sinetron


Sekali lagi aku minta maaf kalo ceritanya bikin kecewa..


Dan terima kasih buat yang tetap kasih dukungan ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2