Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Teka-Teki Kehidupan Ervan


__ADS_3

Semua sudah berkumpul untuk menyantap makanan yang akhirnya berhasil Nino buat, dan setelah menyantap makanan tersebut sudah pasti anak-anak pun berkumpul kembali untuk melanjutkan permainan mereka


Sekar yang merasa permainan mereka menarik ikut bergabung dengan anak-anak itu, dan sudah pasti Nino pun akan mengekor di mana pun Sekar berada. Hanya Ervan dan istrinya yang masih berada di sana


Mereka berdua memandangi ke arah Sekar dan yang lainnya yang terlihat sangat gembira dengan permainan mereka


"Apa itu yang di namakan sebuah keluarga? Nino bahkan terlihat bahagia bermain bersama mereka"


"Anak-anak keliatan nya senang main sama adiknya Sekar"


Ervan langsung menatap ke arah istrinya


"Apa dia juga larang kamu panggil dia ibu?"


Citra menjawab dengan anggukkan kepalanya dan terlihat senyuman tipis di bibir Ervan


"Maaf karena aku ga bisa seperti berbuat seperti yang Nino lakukan"


"Ga masalah kak, mungkin karena aku juga bukan perempuan yang hebat seperti Sekar" tersenyum dengan tulus


"Siapa yang bilang kamu bukan perempuan hebat? kamu perempuan yang ga pernah mengeluh dengan semua sikap aku selama ini. Aku cuma belum bisa keluar dari bayang-bayang masa lalu"


"Selama kita menikah apa kamu pernah merasa menyesal menjadikan aku suami kamu?"


Citra mengalihkan pandangannya menghadap ke arah Sekar dan yang lainnya


"Seandainya kejadian itu ga terjadi pun aku ga akan pernah menyesal menjadi istri kamu kak, tapi jujur aku sering merasa kecewa dengan sikap kamu. Tapi semakin lama aku sudah terbiasa dengan sikap kamu kak"


"Aku minta maaf"


Citra membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna karena merasa terkejut, karena dia bisa merasakan ketulusan dari ucapan Ervan walaupun posisi dirinya tidak menghadap ke arah Ervan. Dia pun langsung menatap ke arah Ervan dengan mata yang berkaca-kaca


"Kenapa?"


"Apa kamu tau? ini pertama kali kamu minta maaf ke aku yang terdengar tulus"


"Maaf karena aku ga bisa menjadi suami yang baik untuk kamu selama ini, tawaran aku yang dulu akan tetap berlaku sampai kapan pun"


Tiba-tiba saja perasaan haru Citra menghilang dan berubah menjadi senyuman getir


"Kenapa di saat seperti ini kamu harus merusak suasana sih?"

__ADS_1


Citra membuang wajahnya ke arah yang berlawanan dan tanpa terasa air matanya menetes, dengan cepat dia pun menghapus air matanya


"Tadi aku sempat terharu karena kamu minta maaf ke aku, tapi sekarang kamu tawarkan perjanjian itu lagi. Apa sampai sekarang aku masih ga ada artinya buat kamu?"


Tiba-tiba saja Sekar berada di tengah-tengah mereka dan merangkul pundak mereka berdua


"Lagi ngapain kak? gabung yuk ikut main sama anak-anak"


Ternyata sedari tadi Sekar sudah memperhatikan gelagat mereka berdua, dan saat wajah Citra tampak mulai bersedih dia pun mulai mengambil sikap dan menghampiri mereka


Citra hanya membalas dengan senyuman lalu mengikuti keinginan Sekar, sedangkan Ervan memilih untuk berada di tempat yang sama sambil terus memandang ke arah istrinya


"Aku cuma mau yang terbaik untuk kamu, apapun yang menjadi pilihan kamu pasti akan selalu aku dukung. Karena selamanya mungkin aku ga akan bisa berubah"


Citra sudah berada di tengah-tengah mereka, dia berusaha untuk tetap tersenyum tetapi Sekar dapat merasakan bahwa saat itu senyuman yang Citra berikan hanya untuk menutupi perasaannya yang sebenarnya


"Sebenarnya ada apa antara kak Ervan dan kak Citra ya? masa sebentar aja suasana di antara mereka berdua bisa berubah drastis"


Jam pun sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh malam, Ervan dan keluarga kecilnya akhirnya berpamitan untuk pulang. Ervan dan anak-anak sudah mulai melangkahkan kakinya ke arah mobilnya, tetapi tiba-tiba saja Sekar memanggil Citra


Citra menghentikan langkahnya dan berjalan ke arah Sekar, sedangkan Ervan dan anak-anaknya tetap melanjutkan langkah kaki mereka. Sekar pun memeluk tubuh Citra saat melihat Ervan sudah berada di tempat yang agak jauh


"Aku memang ga tau masalah di antara kalian berdua kak, tapi sebagai seorang istri jangan pernah menyerah ya kak. Kita para istri itu perempuan yang kuat, aku pasti akan bantu kakak buat bikin kak Ervan sadar"


Sekar pun melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Citra dengan senyuman yang tulus menghiasi bibirnya


"Kita sekarang udah jadi keluarga kak, kita harus saling mendukung"


Citra pun membalas dengan senyuman yang tulus, dia akhirnya mengerti mengapa semua orang yang berada di dekat dengan Sekar bisa berubah. Termasuk suaminya yang selama ini selalu bersikap dingin


Ervan dan keluarganya pun pergi meninggalkan kediaman Nino, di sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam dan berbicara seperlunya seperti yang selama ini selalu terjadi. Sedangkan anak-anak mereka sudah tertidur di bangku belakang


Berbeda dengan Nino dan Sekar yang kini sudah berbaring di atas tempat tidur, dengan posisi seperti biasanya menjadikan salah satu tangan Nino sebagai bantal untuk Sekar


"Sayang aku mau tanya sesuatu sama kamu"


"Kamu mau tanya apa sayang?"


"Tapi kamu harus janji kalo kamu akan jawab dengan jujur"


"Iya sayang aku janjo, kamu mau tanya apa?" mencium ujung kepala Sekar

__ADS_1


"Kenapa aku ngerasa hubungan kak Ervan dan istrinya itu agak aneh ya?"


Nino langsung mengalihkan pandangannya agar mata mereka tidak saling bertemu


"Sayang.. Kamu kan udah janji loh" mencubit perut Nino


"Kenapa kita ga bahas tentang keluarga kita aja sih sayang?"


"Kamu tadi kan udah janji loh" memajukan bibirnya


Nino pun tak bisa lagi mengabaikan Sekar yang sudah bersikap seperti itu, atau dia akan membuat dirinya menjadi susah sendiri. Dengan berat hati Nino pun memutuskan untuk mulai bercerita


"Dulu aku bisa dekat dengan Ervan karena dia yang menyelamatkan nyawa aku saat aku mencoba bunuh diri, dia menyadarkan aku bahwa mama di sana akan kecewa kalo aku sampai melakukan hal itu"


Sekar pun langsung merubah posisinya agar dapat menatap ke arah wajah Nino


"Tapi apa kamu tau alasannya Ervan yang terkenal dingin dari kecil menyelamatkan nyawa aku malam itu?"


"Apa sayang?" sambil menggelengkan kepalanya


"Karena dia tau aku akan melakukan hal itu, karena dia juga pernah hampir melakukan hal itu juga. Tapi Ervan adalah orang yang berhati kuat, dia berhasil bangkit tanpa bantuan siapapun dan tetap melanjutkan hidup"


"Masa sayang?"


"Kami sama-sama memendam perasaan kecewa dengan keluarga, yang membedakan antara kami saat itu adalah aku masih punya kenangan manis tentang mama. Tapi Ervan ga punya kenangan manis tentang siapapun"


"Apa kamu bisa cerita tentang kak Ervan sama aku sayang?"


"Cerita tentang hidup Ervan terlalu panjang sayang" mengelus rambut Sekar dengan lembut


"Aku siap kok dengerin kamu cerita" memberikan tatapan penuh harap


Nino pun tersenyum melihat tingkah Sekar, Nino pun mencium ujung kepala Sekar dengan lembut


"Ya kamu siap, terus gimana sama anak kita sayang? kita tidur aja ya udah malam"


"Tapi aku mau dengar sayang"


"Ya udah aku janji besok aku akan cerita sama kamu"


"Kamu janji ya"

__ADS_1


"Ya sayang" mencium ujung kepala Sekar sekali lagi, dan mulai memeluk tubuh Sekar agar Sekar bisa tertidur


__ADS_2