Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Peringatan


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan siang Nino langsung mengantarkan Sekar kembali ke kediaman mereka, dan Sekar pun hanya bisa menuruti keinginan Nino karena dia pun merasa sedikit lelah dengan semua masalah yang sudah dia hadapi pada hari itu


Sedangkan di tempat lain Alvin sudah berada di depan rumah Rosa, sepanjang perjalanan tadi Rosa terus saja mengomel akan sikap Nino terhadap dirinya. Sedangkan Alvin sedikit tersinggung dengan kesombongan yang Nino tunjukkan


"Udah kamu tenang aja, nanti kita cari cara buat balas mereka"


"Kamu janji ya sayangnya


"Iya aku janji" dengan yakin


Rosa pun masuk ke dalam rumahnya dan Alvin meninggalkan tempat itu, di sepanjang jalan Alvin terus memikirkan cara untuk membalas Nino. Alvin merasa harga dirinya sudah di permalukan akan sikap Nino


Rosa yang baru saja kembali ke rumahnya mendapatkan kabar dari mamanya, bahwa nanti malam akan ada pertemuan keluarga Erlangga di rumah papanya Nino


"Tumben mah kok tiba-tiba ada pertemuan keluarga kayak gini?"


"Mama juga ga tau sayang, tadi papa kamu telpon dan bilang gitu. Papa juga ga tau ada apa?"


"Atau jangan-jangan ini ulah kak Nino karena masalah tadi"


"Aku ga usah ikut ya mah, aku lagi banyak tugas nih"


Rosa pun memilih untuk berbohong agar dapat menghindari acara tersebut


"Ga bisa sayang, papa kamu tadi udah pesan semua harus datang"


"Akh kenapa aku harus takut? di sana kan nanti banyak orang, memang kak Nino bisa berbuat apa di sana?"


Rosa tak mau ambil pusing dan memilih untuk ke dalam kamarnya dengan alasan akan mengerjakan tugas dari kampus


Nino sudah memberikan kabar kepada Sekar bahwa dirinya akan pulang terlambat karena ada sebuah pertemuan penting, Nino tak memberitahukan kepada Sekar yang sebenarnya


Semua keluarga Erlangga sudah berada di rumah mewah tersebut dan tak lama kemudian Nino pun tiba di sana bersama Ervan, sudah pasti itu semua di lakukan oleh papanya Nino karena sudah mengetahui apa yang Rosa lakukan terhadap menantu kesayangannya


FLASH BACK


Nino yang baru saja mengantarkan Sekar kembali ke kediaman mereka langsung memilih untuk kembali ke kantor, tetapi ekspresi marah tak bisa menjauh dari wajahnya


Ervan yang baru saja masuk ke dalam ruangan Nino langsung menyadari bahwa saat itu Nino sedang kesal, Ervan meletakkan sebuah dokumen di atas meja


"Kayaknya tadi pas dia pergi senyum, kenapa sekarang dia marah? apa dia ribut sama Sekar?"


"Maaf pak saya butuh tanda tangan bapak"


Tanpa menjawab sama sekali Nino pun membubuhkan tanda tangannya di atas dokumen tersebut


"Apa ada masalah pak?"


"Saya lagi marah sama Rosa Van"


"Ada apa ya pak?"

__ADS_1


Nino pun menceritakan kejadian tadi di rumah makan, Ervan langsung menunjukkan wajah tidak suka melebihi Nino


"Apa perlu saya kasih pelajaran pak?"


"Jangan Van, gimana juga dia itu adeknya Rendi"


"Bagaimana kalau memberikan sebuah peringatan pak?"


"Sama mau memberikan dia peringatan, tapi dengan cara apa ya Van?"


"Bagaimana kalau meminta bantuan dari papanya bapak?"


Nino pun langsung mengerutkan keningnya


"Bapak bisa bantuan untuk mengumpulkan semua anggota keluarga Erlangga, dan di sana bapak bisa memberikan peringatan kepada semua termasuk Rosa"


"Iya benar juga, makasih Van"


"Sama-sama pak, kalau begitu saya permisi dulu pak"


Ervan meninggalkan ruangan Nino setelah mengambil dokumen tadi, sedangkan Nino langsung menghubungi papanya


"Halo"


"Aku mau minta tolong sesuatu, bisa ga?"


"Setelah sekian lama ini pertama kalinya Nino menghubungi aku untuk meminta bantuan, aku harus bantu apapun yang dia minta"


"Tolong kumpulin semua anggota keluarga Erlangga malam ini"


"Apa kamu udah siap Nino?" bersemangat


"Siap apa?"


"Memegang perusahaan Erlangga"


"Buat apa? perusahaan aku jauh lebih besar dari pada perusahaan itu" dengan entengnya


"Kalo gitu kamu mau apa?"


"Saya mau kasih peringatan sama seseorang di anggota keluarga Erlangga" dengan tegas


"Apa papa boleh tau masalahnya?"


Nino pun menceritakan semua kejadian tadi siang kepada papanya, dan dengan cepat papanya menjawab iya untuk permintaan Nino


Setelah mereka selesai berbicara papanya Nino langsung menghubungi semua anggota keluarga Erlangga, dan meminta mereka semua hadir di kediamannya malam ini


FLASH OFF


Semua yang sedang berbincang ringan di ruang tamu langsung terdiam begitu Nino dan Ervan tiba di sana

__ADS_1


"Selamat malam semuanya"


Mereka pun menjawab dengan sopan dan beberapa orang ada yang menanyakan tentang kabar Nino terlebih dahulu, Nino pun hanya menjawab dengan singkat dan dingin


Nino langsung mendudukkan dirinya di salah satu bangku yang masih kosong dan sudah pasti Ervan berdiri dengan setia di belakang Nino


"Maaf saya minta bantuan papa untuk kumpulin kalian semua di sini, karena saya mau memberikan sebuah peringatan" dengan tegas


Seluruh orang yang hadir di sana merasa tertekan dengan aura yang Nino pancarkan, bahkan semua yang lebih tua dari dirinya pun merasakan hal itu juga. Tetapi sudah pasti saat itu Rosa lah yang merasa paling ketakutan


Salah seorang tetua yang berada di sana pun akhirnya angkat bicara, karena yang lain tak ada yang berani menjawab


"Maksud kamu peringatan gimana Nino?"


Nino langsung menatap tajam ke arah Rosa dan saat itu Rosa tak berani mengangkat kepalanya sama sekali


"Saya mau memberikan peringatan keras kepada seluruh anggota keluarga Erlangga, jangan ada satu pun dari kalian yang mengganggu keluarga saya" penuh penekanan


"Maaf Nino tapi sepertinya kata-kata kamu sedikit kurang sopan, gimana juga sebagian orang yang ada di sini lebih tua dari kamu"


"Kalo kalian ga terima dengan kata-kata saya, saya bisa meladeni kalian dengan cara belakang"


"Maksudnya kamu apa Nino?"


"Van data siapa aja dari mereka yang ga terima? kita selesaikan dengan jalan belakang" tanpa menoleh sama sekali


"Baik pak"


Hampir semua yang ada di situ hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya akan sikap Nino yang seperti itu, sedangkan papanya Nino hanya bisa tersenyum tipis


"Sebenarnya maksud kamu apa Nino?"


Papanya Nino pun ikut mengambil peran di sana, untuk menambah tekanan yang ada


"Saya berbuat ini karena ada salah satu orang yang berada di tempat ini berani meremehkan istri saya"


Semua orang yang berada di sana langsung saling pandang, ada perasaan takut terselip di antara mereka semua karena ancaman Nino saat itu


"Siapa orang yang berani menghina menantu pertama saya!!?" menaikkan volume suaranya


Begitu papanya Nino angkat bicara sudah pasti nyali semua orang yang berada di sana pun semakin menciut


"Siapa orang yang berani berbuat begitu ke istri kamu Nino?"


"Aku ga perlu sebut nama pah, tapi aku bisa jamin ini semua benar. Karena dia lakuin itu di depan mata aku"


"Aku minta maaf kalo ada di antara kalian yang tersinggung, kalo kalian ga terima silahkan cari aku. Dan sekali lagi aku ingatkan jangan pernah ganggu keluarga aki, atau aku akan langsung memberikan orang itu pelajaran"


Nino pun langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan tempat itu begitu saja


Mampir ya kak ke cerita yang baru aku buat 😊😊

__ADS_1


__ADS_2