Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Bertemu Kembali


__ADS_3

"Kalau pun adik saya berbuat salah apa harus di perlakukan seperti itu?"


"Kalo seandainya terlambat sedikit saja, saya yakin perempuan itu ga akan selamat. Apa harus tunggu dia ga bernyawa dulu baru kalian merasa putri di keluarga kalian itu melakukan kesalahan?"


"Setidaknya kan kalian bisa bawa dia ke kantor polisi untuk bertanggung jawab, kalian ga perlu melakukan sesuatu yang berlebihan"


Jonathan sudah nampak keberatan dengan pendapat dari Ervan, Ervan tetap duduk santai sambil tersenyum


"Seharusnya kalian bersyukur sampai saat ini dia masih baik-baik saja, seandainya pak Nino memberikan perintah kepada saya untuk menghukum perempuan itu. Saya yakin kalian akan memohon agar saya menghabisi nyawanya" dingin


"Kamu...!!"


"Kalau kalian sudah ga ada urusan yang lain silahkan keluar dari sini, kami ga akan melepaskan perempuan itu dengan mudah. Dan Sebaiknya kalian ga perlu repot-repot lagi mencari cara untuk menjatuhkan Nino" penuh penekanan


Jonathan dan Ricard terkejut bukan main, bagaimana mungkin hal seperti itu pun dia sudah sampai di telinga Ervan. Mereka pun pergi dari tempat itu dengan hati yang sedikit kecewa dan marah


Mereka sudah menyediakan pengacara terbaik untuk membantu kasus anaknya, walaupun sang pengacara sudah mengatakan kepada mereka kemungkinan besar mereka akan kalah di dalam persidangan nanti


Sedangkan di tempat lain ada beberapa orang yang sedang merapikan barang-barang milik Sekar, Sekar akhirnya mendapatkan izin untuk keluar dari rumah sakit setelah merengek kepada Nino secara terus menerus


Rasanya ingin sekali Nino langsung membawa Sekar ke kediamannya tetapi hal tersebut tak mungkin dia lakukan, karena dia ingin menghormati Sekar sebagai seorang wanita. Nino menyetujui Sekar keluar dari rumah sakit dengan catatan harus mendapatkan pengawalan penuh, kini kediaman Sekar di penuhi oleh banyak pengawal pribadi


Nino mulai aktif bekerja seperti biasa saat Sekar sudah kembali ke kediamannya, tetapi dia akan selalu ada di sana saat sudah pulang kantor untuk menemani wanita pertama yang berhasil merebut hatinya tersebut


Nino ingin segera mengikrarkan janji suci kepada Sekar tetapi dia masih belum berhasil memenuhi syarat pertama yang Sekar inginkan, Nino yang mulai tak sabar dan sedikit dorongan dari Ervan akhirnya memutuskan untuk menemui papanya di kantornya


Dengan membulatkan tekadnya untuk bisa memiliki Sekar seutuhnya akhirnya dia pun tiba di sana, di sebuah kantor yang selama ini tak pernah dia datangi. Dan kini Nino sudah berada di depan meja resepsionis


"Maaf mbak saya mau ketemu sama pak Erlangga, apa pak Erlangga ada?"


"Maaf apa bapak sudah buat janji?"


"Belum, tolong bilang aja ke dia saya mau ketemu"


"Maaf dengan bapak siapa?"


"Aduh masa aku mau bilang dari anaknya, sedangkan selama ini aku ga pernah mau di sangkut pautin sama dia"

__ADS_1


"Saya telpon orangnya aja langsung mbak" resepsionis itu pun memberikan senyuman ramah


"Halo"


"Saya ada perlu sama kamu, bisa ketemu sekarang ga?"


"Ada angin apa dia inisiatif mau ajak ketemuan? dari dulu aku mau temuin dia aja susah banget rasanya"


"Kamu mau ketemuan di mana? papa masih di kantor. Biar papa langsung jalan sekarang"


"Ga usah saya ada di bawah"


Hal yang paling di nantikan kepala keluarga Erlangga selama ini akhirnya dapat terwujud yaitu Nino menemui dirinya dengan keinginannya sendiri, dan kini mereka sudah duduk saling berhadapan


"Ada apa? ga mungkin kamu datang gitu aja kan"


"Selama ini saya ga pernah minta apapun, dan sekarang saya mau minta tolong sesuatu. Jadi tolong untuk sekali ini aja jangan bikin saya semakin kecewa sama kamu"


"Tumben Nino mau minta bantuan dari aku, papa janji apapun yang kamu minta papa akan berikan"


"Saya mau kamu restui hubungan saya sama Sekar"


"Aku pikir dia ga akan pernah mau minta restu sama aku, makasih ya Nino papa seneng banget kamu ternyata masih menganggap papa orang tua kamu"


"Tapi jangan salah paham dulu, ini bukan karena saya tapi syarat yang Sekar minta dari saya"


"Apa perempuan itu sengaja buat begini? padahal aku udah bilang ke dia sebelum kecelakaan itu, saya minta dia datang supaya dia mau pergi tinggalin Nino"


"Kenapa dia minta itu?"


"Dia bilang dia udah ga punya orang tua jadi dia ga mau kalo ga dapat restu dari mertuanya"


"Terus kamu maunya papa gimana?"


"Ya saya mau kamu kasih restu ke kami itu aja udah cukup, saya mau secepatnya dia jadi istri saya yang sah"


"Nanti papa atur waktu ketemu sama dia biar dia yakin"

__ADS_1


"Apa ada rencana lain di belakang itu?" memberikan tatapan tak percaya


"Gimana juga saya ini papa kamu, liat kamu kemarin begitu aja papa ikut sedih. Jadi kalo memang perempuan itu bisa bikin kamu bahagia papa ga akan larang hubungan kalian" dengan yakin


"Makasih" dengan suara yang kecil namun tetap terdengar


"Apa ada yang bisa papa bantu untuk acara kalian?"


"Ga usah saya bisa handle semuanya" dengan yakin


"Ya udah kalo nanti kamu butuh sesuatu kamu bisa bilang ke papa"


"Hem.. Ya udah kalo gitu saya permisi dulu" Nino beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruangan tersebut, sedangkan papanya hanya bisa memandangi punggung Nino hingga menghilang dari balik pintu


"Secepatnya saya harus temui perempuan itu lagi, sekali ini saya akan temui dia bukan untuk melarang dia berhubungan dengan Nino tapi saya akan memberikan restu saya. Saya juga penasaran apa dia minta ini untuk kami?"


Nino pun memutuskan untuk tidak kembali ke kantornya dan langsung pergi menemui Sekar memberitahukan kabar gembira tersebut, Sekar hanya tersenyum mendengar Nino yang menceritakan itu semua dengan wajah yang sangat bahagia


"Maaf ya kak aku terpaksa bohong lagi sama kamu, karena aku yakin hubungan sesama manusia harus di jalani dengan baik"


Untuk sementara Sekar memutuskan untuk cuti kuliah, sudah pasti itu juga atas usulan dari Nino dan Sekar menyetujui hal tersebut. Untuk sementara mereka hanya akan fokus pada pemulihan Sekar dan acara besar mereka berdua


Dan siang itu Sekar sudah duduk di hadapan papanya Nino tanpa sepengetahuan Nino, Nino baru tau Sekar bertemu papanya saat mencoba menghubungi Sekar dan tak ada jawaban. Nino langsung menghubungi pengawal yang berada di sisi Sekar


"Gimana kabar kamu?"


"Sekarang sudah lebih baik pak"


"Maaf saya minta kamu datang tanpa memberitahukan ke Nino"


"Saya mengerti pak, ada perlu apa bapak ingin bertemu saya?"


Sekar sedang membahas sesuatu dengan papanya Nino dan tiba-tiba saja Nino masuk ke dalam ruangan tersebut dengan wajah yang cemas, saat Nino masuk ke dalam ruangan tersebut semua mata langsung tertuju kepada dirinya


"Kok kamu ada di sini kak?"


Nino pun langsung menarik tubuh Sekar ke dalam pelukannya karena dia melihat Sekar sedang mentesakan air matanya, Nino pun melepaskan tatapan membunuhnya kepada papanya

__ADS_1


__ADS_2