
Nino segera pergi dari tempat itu begitu melihat Sekar yang mulai menghilang masuk ke dalam gedung tersebut, sedangkan Rendi masih saja terus mengekor di belakang Sekar sambil bercanda ringan. Sesaat sebelum Sekar berbelok ke arah kelasnya Rendi segera menarik tangan Sekar
"Kamu masuk kelas jam berapa?"
"Dua puluh menit lagi kak"
"Kalo gitu bisa ga kita ngomong serius sebentar?"
"Pak Nino udah larang aku dekat dengan siapapun termasuk sama kak Rendi, kalo nanti pak Nino tau aku pergi sama kak Rendi aku takut pak Nino marah. Aku juga ga mau kecewain pak Nino"
"Sorry Sekar ada yang harus aku pastiin ke kamu sebelum kamu terlanjur lebih jauh sama kak Nino"
"Tumben amat kak Rendi bisa ngomong serius kayak gini, sebaiknya aku dengerin dulu apa yang mau dia omongin"
"Kalo gitu kita ke kantin aja ya kak"
Kini Sekar dan Rendi sudah duduk saling berhadapan di salah satu meja kantin, Rendi juga sudah memesan minuman untuk mereka berdua
"Kak Rendi mau ngomong apa ya?"
"Apa kamu serius suka sama kak Nino?"
"Maksud kak Rendi apa sih? ga usah muter-muter langsung aja ke bagian intinya"
"Kalo kamu serius jalanin hubungan sama kak Nino, tolong jangan pernah kecewain dia"
"Perempuan mana yang bisa kecewain pasangannya sendiri?" Sekar tampak tak suka dengan kata-kata Rendi
"Kamu ga tau Sekar, kak Nino cuma luarnya aja keliatan kuat tapi di dalamnya dia itu benar-benar rapuh"
Sekar langsung menatap serius ke arah Rendi dia sangat berharap Rendi dapat berbagi sedikit cerita tentang Nino
"Aku juga selalu ngerasa gitu, di saat-saat tertentu pak Nino bisa terlihat seperti orang sedih atau lemah"
"Aku ga bisa cerita lebih jauh ke kamu, aku yakin suatu saat nanti kak Nino akan cerita langsung ke kamu. Tapi aku minta kamu jangan pernah kecewain kak Nino ya"
"Aku ngerti kak, makasih ya"
"Makasih buat apa?"
"Seenggaknya sekarang aku tau kalo aku harus lebih perhatian lagi ke pak Nino" tersenyum dengan tulus
__ADS_1
"Sebenernya aku juga suka sama kamu Sekar, tapi kak Nino jauh lebih butuh kamu dari pada aku"
"Sebagai seorang kakak aku kan harus ingetin adek aku"
"Ya deh, makasih udah jadi kakak yang baik" mereka pun tertawa lepas
Selesai jam kuliah Sekar segera kembali ke kantor, tetapi saat tiba di kantor Sekar langsung di hadang oleh Ervan di depan ruangan Nino
"Pak Nino lagi ada tamu penting di dalam, sebaiknya kamu jangan masuk dulu"
"Oh kalo gitu saya ke pantry aja dulu pak" Ervan mengangguk
Baru saja Sekar hendak melangkahkan kakinya pergi pintu ruangan Nino terbuka, keluarlah seorang pria setengah baya dari dalam ruangan Nino. Pria tersebut menatap Sekar dengan tatapan tidak suka
"Kenapa sih bapak ini? kenapa dia liatin aku sampe begitu?"
Nino dari bangku kebesarannya melihat Sekar berada tepat di hadapan pria tersebut, dengan cepat Nino segera bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah mereka
"Sebaiknya kamu.."
Ucapan pria paruh baya itu langsung terpotong karena Nino dengan cepat menarik tangan Sekar melewati pria paruh baya tersebut, lalu Nino meletakkan posisi Sekar berada di belakang tubuhnya
"Maaf tapi anda tidak punya hak apapun mencampuri urusan hidup saya" dengan tegas
"Saya bangga sama kamu Nino, ternyata kamu sekarang udah dewasa. Kamu sudah berani menyatakan kepemilikan kamu, berarti kamu sudah siap membuka lembaran baru di hidup kamu"
"Kamu ga kenapa-napa kan?" panik dan menghadap ke arah Sekar
Sekar menjadi bingung dengan apa yang sebenarnya telah terjadi, dia hanya bisa menjawab dengan menggelengkan kepalanya dan menunjukkan wajah yang sedang kebingungan. Sedangkan Ervan memilih untuk pamit kembali ke ruang kerjanya. Nino mengajak Sekar untuk duduk di sofa
"Orang tadi itu papa aku"
"Terus kenapa kak Nino tadi begitu? kan nanti kalo ketemu lagi aku jadi ga enak" Sekar mengucapkan itu semua karena dia belum tau apa yang telah terjadi
"Karena dia minta aku buat tinggalin kamu, dan menikah dengan perempuan yang udah dia pilih"
"Oh jadi itu alasannya tadi kamu berbuat gitu"
"Terus gimana?" Sekar menundukkan kepalanya dan menunjukkan ekspresi sedih
"Aku udah tolak permintaan dia, dia juga ga punya hak apapun buat ngatur hidup aku. Jadi kamu jangan punya pikiran yang aneh-aneh ya"
__ADS_1
"Tapi apa itu baik?"
"Buat aku sekarang kamu jauh lebih penting dari pada apapun" dengan yakin, dan Sekar pun dapat tersenyum lega mendengar ucapan Nino
"Apa kamu mau dengerin cerita hidup aku?" Sekar tersenyum sambil mengangguk
Nino akhirnya mulai menceritakan semua kisah tentang perjalanan hidupnya, tak ada satu pun kejadian yang di tutupi lagi oleh Nino. Bagi Nino Sekar adalah orang terpenting di dalam hidupnya saat ini, jadi Sekar harus mengetahui semua tentang dirinya
Nino tak dapat menutupi kesedihan di dalam hatinya selama menceritakan semua kisah tentang hidupnya, terlihat dengan jelas mata Nino yang sudah berkaca-kaca. Sekar benar-benar tak pernah menyangka di balik tampilan Nino yang sempurna ada luka yang teramat besar
Sekar berdiri tepat di hadapan Nino sedangkan Nino mengangkat kepalanya menatap wajah Sekar, dia tak tau apa yang akan di lakukan pujaan hatinya tersebut. Lalu Sekar bertumpu pada lututnya agar mensejajarkan tubuhnya dengan Nino, tanpa berpikir panjang Sekar langsung memeluk tubuh Nino
"Sekarang udah ada aku kak, jadi jangan sedih lagi"
Nino tersenyum bahagia di dalam dekapan Sekar saat itu, dia tak pernah menyangka bahwa dia dapat merasakan ketenangan hati seperti saat itu
Sedangkan Ervan yang sudah berada di ruang kerjanya sedikit cemas dia takut kejadian tadi membuat Nino menjadi lemah, tanpa berpikir panjang Ervan langsung masuk ke ruangan Nino bertepatan dengan mereka yang sedang berpelukan
"Ups.. Maaf kayaknya saya mengganggu, silahkan di teruskan" menutup kembali pintu, sedangkan Sekar langsung melepaskan pelukannya dan merona
"Ya ampun malu banget jadinya, kenapa juga pak Ervan masuk ga pake ketuk pintu dulu sih?"
Nino tersenyum melihat Sekar yang sedang malu dia pun berdiri dan membantu sang pacar untuk berdiri
"Ga usah malu, dia pasti ke sini cuma mau pastiin kalo aku baik-baik aja"
"Enak banget bilang gitu, yang lagi posisi meluk kan aku. Kenapa aku jadi kayak anak yang terciduk bapaknya lagi pacaran ya?"
Di dalam ruang kerjanya Ervan dapat bernafas dengan lega karena dia semakin yakin bahwa Sekar adalah cahaya penerang bagi Nino
Harap bantu like dan komentar ya teman-teman, kalo berkenan berikan vote juga untuk cerita iniπ
Karena dukungan dari kalian sangat berarti buat akuπ₯°π₯°
Sebagai ucapan terima kasih dari aku, beberapa hari ini sampai akhir bulan aku bakal crazy up terus dan mungkin aku akan up dua kali dalam satu hariππ
Sekalian bisa selesaiin ceritanya ga lama-lama, karena aku udah punya cerita baru untuk kakak semua π π π
Buat yang belum mampir ke cerita lama aku mampir kak, ceritanya juga banyak mengandung kesedihan π
Semoga cerita aku bisa menghibur, salam sehat selalu buat kita semua ππ
__ADS_1
Terima kasih π₯°π₯°