
"Aku berani bersumpah demi apapun kamu perempuan pertama yang berhasil merebut hati aku, itu kenapa aku merasa menjadi laki-laki yang gagal saat aku ga bisa lindungi kamu" memeluk tubuh Sekar dengan erat
Sekar mulai merasakan keanehan pada tubuh Nino saat itu, dia merasakan tubuh Nino saat itu mulai bergetar. Sekar pun memaksa Nino untuk melepaskan pelukannya, dan dia pun dapat melihat dengan jelas saat itu Nino sedang menangis
Sekar pun memegang kedua pipi Nino agar menatap mata mereka dapat saling bertemu
"Tolong kak jangan jadi kak Nino yang seperti ini, aku ga apa-apa kok kak," mulai meneteskan air matanya
"Aku mohon kak, aku mau kak Nino aku yang dulu," memeluk tubuh Nino dengan erat
Mereka pun akhirnya saling berpelukan dengan air mata yang menghiasi mata mereka berdua, mereka akhirnya bisa saling menunjukkan perasaan mereka yang sesungguhnya
Beberapa para pengawal yang berjaga di kejauhan hanya bisa memalingkan wajahnya, sedangkan sang kepala pelayan meneteskan air matanya melihat pemandangan yang di suguhkan Nino dan Sekar
Setelah merasa Nino cukup tenang Sekar memilih untuk membawa Nino kembali ke dalam kamar, mereka menghabiskan sisa harinya di dalam kamar. Sekar memberikan perhatian yang lebih terhadap Nino tanpa dia minta
Sedangkan di luar sana Ervan sedang menjatuhkan keluarga besar Damar, dalam sekejap keluarga yang cukup terpandang itu berada pada titik terendah
Berita tentang keluarganya pun telah tiba di telinganya, tentu saja hal tersebut membuat Damar semakin membenci nama Nino. Damar melempar semua barang yang ada di hadapannya untuk meluapkan amarahnya
"Jadi pelajaran yang udah gw kasih ke kalian masih belum cukup ya? ok gw akan buat rencana yang lebih menyakitkan lagi buat kalian"
Damar yang sudah melakukan sebuah kesalahan tak sadar diri malah semakin menggila, dia tak sadar bahwa dia sedang menggali kuburan untuk dirinya sendiri. Karena dia sudah membuat jiwa iblis dari seorang Ervan tak bisa di kendalikan lagi
Hari demi hari pun terus berlalu, setelah melakukan terapi dan perawatan yang baik keadaan Nino kini sudah semakin membaik. Dan malam pun menyapa kini Nino sudah berbaring di samping Sekar sambil terus memandangi dirinya
"Kenapa sih kak liatin terus?"
"Kamu cantik," sambil tersenyum
Entah mengapa malam itu Sekar merasa sedikit kecewa mendengar pujian dari Nino
"Kamu selalu bilang itu setiap saat kak, tapi setiap malam kamu ga pernah perlakukan aku seperti seorang istri. Mungkin karena aku sudah kotor ya kak? makanya kak Nino ga pernah sekali pun menyentuh aku. Bahkan untuk mulai mencium aja selalu aku yang harus maju duluan"
Sekar membuang napasnya dengan kasar dan memutar tubuhnya membelakangi Nino
__ADS_1
"Kamu kenapa ke arah sana?" mengerutkan keningnya
"Ya karena ke arah kak Nino juga percuma, cuma di liatin aja sambil di bilang cantik. Tapi ga di pernah di sentuh," dengan nada yang sedikit sinis
Saat itu Nino langsung merasa bersalah, dia bukan tak ingin menyentuh wanita yang telah bertahta di dalam hatinya itu. Dia hanya takut untuk memulai itu semua dia hanya takut jika Sekar belum siap
Nino mulai mendekatkan tubuhnya dan memeluk Sekar dari belakang lalu mencium punggung Sekar dengan lembut
"Maaf ya, aku benar-benar minta maaf"
"Ga apa kak, udah malam ayo istirahat"
"Apa kamu yakin udah siap kalo aku minta hak aku sebagai suami?"
Sekar hanya terdiam di dalam pelukan Nino
"Apa kamu pikir sebagai laki-laki dewasa yang normal aku ga sengsara nahan itu semua? aku cuma takut belum siap. Tapi ternyata aku salah, aku minta maaf ya"
"Jadi maksudnya kak Nino ga pernah sentuh aku karena takut aku belum siap, bukan karena melihat aku yang sekarang udah kotor"
"Apa aku udah bisa minta hak aku sebagai seorang suami?"
Dengan malu-malu Sekar menganggukkan kepalanya dan Nino pun tersenyum bahagia
Nino pun mulai mencium bibir Sekar dengan lembut dan semakin lama ciuman itu semakin panas, Nino melakukan semua kegiatan itu dengan sangat lembut hingga membuat Sekar benar-benar tak berdaya. Nino hanya ingin memberikan yang terbaik kepada Sekar
Malam pertama mereka pun akhirnya terjadi, setelah melewati begitu banyak cobaan di awal pernikahan mereka. Malam itu mereka bisa melepaskan hasrat mereka berdua
Saat akan melakukan bagian inti Nino menghentikan aksinya sejenak, dengan napas yang sudah memburu Nino menatap Sekar dengan lembut
"Apa kamu udah siap?"
Sekar menjawab dengan menganggukkan kepalanya, dan Nino pun mulai melanjutkan aksinya pada bagian inti. Sekar sempat meneteskan air matanya karena terasa sakit, walaupun sudah pasti tak sesakit saat Damar melakukan hal tersebut
Nino yang tersadar Sekar meneteskan air mata langsung menghentikan semua aksinya, dia menatap Sekar dengan perasaan bersalah
__ADS_1
"Ini alasan aku nahan diri selama ini, aku ga mau liat air mata kamu"
Mendengar hal tersebut Sekar mengerti apa yang ada di dalam pikiran Nino saat itu, dengan cepat Sekar mengalungkan kedua tangannya di leher Nino dan menarik wajah Nino agar mendekat
"Kak aku begini karena bahagia, jadi tolong jangan buat aku jadi sedih," berbisik lalu mulai mencium bibir Nino
Nino pun akhirnya melanjutkan aksinya, keringat sudah mulai mengucur deras dari tubuh mereka berdua. Akhirnya Nino bisa memiliki Sekar seutuhnya, dia pun menjatuhkan dirinya yang telah lemas di samping tubuh Sekar dan langsung memeluk tubuh Sekar
"Makasih ya," masih dengan napas yang memburu
Sekar pun memilih untuk membenamkan wajahnya ke dada Nino
"Aku yang harusnya ucapin itu kak, karena sekarang aku merasa jadi istri kamu seutuhnya"
Nino semakin mengeratkan pelukannya dan mencium ujung kepala Sekar
Akhirnya mereka pun bisa menyelesaikan malam pertama mereka yang telah tertunda
Sedangkan di tempat lain Damar sudah mantap dengan rencana yang dia susun, dia berencana melakukan hal yang lebih keji dari yang sebelumnya. Dia menggunakan kekuatan terakhir yang dia punya
Saat langit di luar sana masih gelap Nino sudah terjaga dari tidurnya, dia pun tersenyum bahagia melihat Sekar yang masih terlelap. Dia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri
Setelah Nino menyelesaikan segala urusannya dia pun melihat Sekar yang masih tetap terlelap, dia mulai mendekati Sekar dan mencium kening Sekar
"Bangun sayang, kamu harus mandi wajib dulu. Sebentar lagi udah waktunya sholat subuh," sambil mengelus pipi Sekar
Sekar yang sudah mulai terjaga langsung menutup wajahnya dengan selimut karena merasa malu, Nino pun tersenyum melihat kelakuan istrinya tersebut
"Kalo kamu ga mau bangun ya udah, aku masih kuat kok kalo kita mau lakuin itu lagi," dengan suara yang menggoda
Sekar dengan cepat membuka selimut di wajahnya dan mendudukkan dirinya dengan benar
"Aku udah bangun kok kak"
Nino langsung mencium ujung kepala Sekar dengan lembut
__ADS_1
"Selamat pagi kesayangan aku,"