Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Kekecewaan Nino


__ADS_3

Nino terus memeluk tubuh Sekar dengan erat, dia mencoba memberikan kekuatan terhadap istrinya dan coba mengingatkan Sekar bahwa dia akan selalu berada di samping Sekar


"Aku janji aku akan jaga kalian dengan baik aku juga janji akan sayang ke anak ini, tolong kasih aku kesempatan itu lakuin itu semua. Anak ini ga salah apapun Sekar" berbisik


"Enggak aku ga mau anak ini, walaupun kak Nino bilang masih ada kemungkinan kalo ini anak dia. Tapi kalo ternyata anak ini anak laki-laki itu gimana nasib anak ini nanti? kalo aku sebagai seorang ibu ga mungkin bisa sayang sama dia"


Nino mulai melepaskan pelukannya dan menatap jauh ke dalam mata Sekar


"Kamu ga usah punya pikiran aneh-aneh ya, anak ini anak kita berdua"


"Enggak kak, aku ga mau anak ini" dengan yakin


Nino pun mulai meneteskan air matanya, dengan perasaan kesal dan sedih Nino memilih keluar dari dalam kamar dan meninggalkan Sekar begitu saja. Setelah kepergian Nino Sekar pun membaringkan tubuhnya sambil terus meneteskan air matanya sesekali


"Kenapa cobaan yang datang ga pernah berhenti? aku udah berusaha lupain semua kejadian itu. Tapi kenapa harus ada anak ini? gimana kalo anak ini anak dari laki-laki itu? setiap aku lihat anak ini aku pasti akan ingat kembali semua kejadian itu"


Nino yang sudah berada di ruang kerjanya memilih membaringkan tubuhnya di atas sofa dengan tangan menutupi wajahnya


"Kamu kenapa sih? aku akan terima anak itu walaupun dia bukan darah daging aku sendiri. Kenapa gampang banget kamu bilang ga mau anak itu?"


"Apa kamu mau jadi kayak papa yang gampang mutusin sebuah ikatan?"


Nino terus bertanya di dalam hatinya tanpa bisa tau jawaban dari pertanyaan itu, yang pasti dia merasa sedikit kecewa terhadap Sekar. Hingga tanpa Nino sadari akhirnya dia pun tertidur di sana


Sekar yang sudah mulai bisa mengendalikan emosinya membasuh wajahnya untuk mengurangi bengkak di matanya, dia pun mulai mencari sesuatu di internet dan membuat janji


Melihat Nino yang tak kunjung kembali ke kamar Sekar pun memutuskan untuk mencari keberadaan Nino, dan akhirnya dia menemukan Nino sedang tertidur di atas sofa di ruang kerjanya


"Kak.. Kak bangun kak" menepuk pelan tangan Nino


"Hem.."


"Kenapa tidur di sini? pindah ke kamar aja kak kalo masih mau tidur"


"Aku masih mau di sini, kamu istirahat aja" dingin


"Kak Nino masih marah ya sama aku?"


"Tolong Sekar aku butuh waktu sendiri"


"Kak Nino ga pernah begini ke aku sebelumnya, anak ini belum lahir aja udah bikin hidup aku semakin berantakan"


"Ya udah aku ke kamar duluan ya kak" lirih

__ADS_1


"Hem.." tanpa membuka matanya sama sekali


Sekar pun semakin membulatkan tekadnya untuk melakukan hal yang sudah dia rencanakan dan langsung membuat janji temu, sedangkan Nino tak bisa lagi melanjutkan tidurnya akhirnya dia pun menghubungi Ervan untuk berkeluh kesah


"Selamat siang pak"


"Van" lirih


"Ada masalah apa lagi sih anak ini? tadi pagi telpon kasih kabar ga datang ke kantor kayaknya senang banget"


"Ya, ada apa pak?"


"Sekar sekarang sedang hamil Van"


"Bagus dong kalau begitu, selamat ya pak"


"Tapi dia ga mau anak itu Van"


"Alasannya?" Ervan langsung memasang mode serius


"Dia takut anak itu bukan anak kami Van"


Ervan pun sempat terdiam sejenak


"Saya mengerti perasaan ibu Sekar pak"


"Seandainya anak itu bukan anak kamu, apa kamu ga akan pernah menyesal di kemudian hari? apa kamu ga akan membedakan dia dengan yang lain? mungkin aja ga lama kehadiran dia kamu akan memiliki anak lagi dengan Sekar" dengan nada suara yang berbeda, saat ini Ervan sedang memainkan perannya sebagai seorang kakak


"Dia anak saya Van, anak yang lahir dari rahim Sekar akan menjadi anak saya. Dan siapapun ayah biologis anak itu dia akan tetap jadi anak pertama dari Nino Erlangga" dengan yakin


Ervan pun tersenyum tipis di seberang sana


"Saya bangga sama kamu Nino"


"Tapi kenapa Sekar begitu ya Van?"


"Mungkin dia cuma takut ga bisa memberikan kasih sayang ke anak itu, dia takut seandainya anak itu bukan anak kamu, anak itu akan selalu mengingatkan dia tentang kejadian itu"


"Tapi saya jadi sedikit kecewa sama Sekar Van, Sekar mengingatkan saya sama papa"


"Kamu harus kuat Nino, kamu harus bisa meyakinkan Sekar kalau kamu akan selalu ada buat mereka"


"Ga tau Van saya bingung"

__ADS_1


"Saya akan selalu doakan yang terbaik untuk kalian berdua"


"Makasih ya Van" Nino pun memutuskan sambungan teleponnya


Seharian penuh Nino menghabiskan waktu di ruang kerjanya, dia hanya keluar untuk makan siang dan makan malam dan kembali lagi ke ruang kerjanya. Bahkan hari itu mereka tidak melakukan sholat berjamaah


Ajeng tidak menyadari apapun karena mereka masih makan malam bersama, tetapi lain hal dengan Dimas dia menyadari bahwa sedang terjadi suatu masalah antara Nino dan Sekar. Dan saat semua sudah kembali ke kamar mereka masing-masing Dimas pun memberanikan diri untuk menemui Nino


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk"


Dimas pun melangkahkan kakinya mendekati meja kerja Nino dan dia berdiri di sana sambil menundukkan kepalanya


"Ada perlu sama kak Nino?"


Dimas tetap terdiam hanya menganggukkan kepalanya


"Kalo gitu duduk dulu"


Dimas pun mendudukkan dirinya di bangku tepat di depan meja kerja Nino


"Ayo bilang sama kak Nino, kamu kenapa?"


"Maaf kak sebelumnya, aku memang cuma anak kecil harusnya aku ga berhak untuk ikut campur. Tapi gimana juga aku laki-laki satu-satunya di keluarga kak Sekar, jadi aku harus ngomong masalah ini"


"Bilang aja ga apa kok"


"Apa kak Nino lagi ada masalah sama kak Sekar?" memberanikan diri melihat sekilas ke arah Nino


"Apa dia bisa ngerasa kalo aku lagi ada masalah sama Sekar? tapi kami kan ga ada bahas apapun di depan mereka"


"Ga kok kak Nino sama kak Sekar baik-baik aja, kak Nino di sini karena lagi banyak kerjaan aja"


"Syukur deh kalo begitu, apa boleh aku mau minta tolong sesuatu sama kak Nino?"


"Kamu mau minta tolong apa sama kak Nino?"


"Tolong jaga kak Sekar dengan baik ya kak, karena aku yakin cuma kak Nino yang bisa jaga kak Sekar dengan baik" dengan yakin


"Kamu ga usah khawatir ya, kak Nino pasti akan selalu berusaha jaga kak Sekar dengan baik. Kak Nino akan selalu bikin hidup dia bahagia"


"Makasih ya kak, kalo gitu aku balik ke kamar dulu ya kak"

__ADS_1


Nino pun hanya membalas dengan senyuman dan anggukkan kepalanya, dan Dimas pun keluar dari ruangan tersebut


"Aku akan selalu jaga dia dengan baik dan berusaha bikin dia bahagia, tapi maaf aku ga akan kabulkan permintaan dia yang satu ini"


__ADS_2