Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Pembalasan


__ADS_3

Malam itu Nino memberikan perlawanan yang cukup melelahkan bagi Sekar, Sekar pun akhirnya tertidur dengan sangat pulas di dalam pelukan hangat Nino


Nino pun secara perlahan memindahkan tubuh Sekar ke dalam sebuah ruangan yang sudah di siapkan dan kedap suara, Nino tak ingin istirahat istrinya terganggu dengan hal yang akan terjadi


Melewati tengah malam Damar dan orang-orangnya sudah bersiap untuk melakukan aksinya, terlihat senyuman jahat di bibir Damar saat menuju ke sana


"Kemarin saya sudah kasih kalian pelajaran untuk perlakukan kalian terhadap Vio, sekarang kalian berani berbuat begitu ke keluarga saya"


"Jadi jangan salahin saya kalo saya akan melakukan hal yang lebih menyakitkan lagi, kalo kemarin kalian masih bisa bangkit sekarang saya akan buat kalian ga akan bisa bangkit lagi"


Orang-orangnya Damar mulai menyerang tempat tersebut secara brutal, dan Nino tau dengan pasti bahwa permainan sudah di mulai karena di dalam ruangan tersebut terdapat layar untuk memantau semua rekaman cctv. Dia memeluk tubuh Sekar agar Sekar dengan lembut agar Sekar merasa nyaman dan tak terjaga dari tidurnya


Para pengawal yang berada di tempat itu sudah berhasil di lumpuhkan, bahkan ada beberapa orang yang sudah tak sadarkan diri. Dengan langkah penuh kemenangan Damar menuju ke kamar utama vila tersebut


"Malam ini saya akan nikmati istri kamu langsung di hadapan mata kamu, walaupun besok saya ga tau apa yang akan terjadi sama saya. Tapi malam ini saya akan menghancurkan kamu Nino" tersenyum jahat


Vila itu berada cukup jauh dari yang lainnya, karena Nino sengaja membuat vila super mewah itu untuk menenangkan diri bila dia sedang merasa penat. Sehingga apapun yang akan terjadi di dalam vila tersebut tentu saja tak akan di ketahui oleh orang lain


Saat Damar membuka pintu kamar utama dia sedikit terkejut karena tak dapat menemukan siapa pun berada di sana, Damar kembali ke lantai bawah dan di buat semakin terkejut karena seluruh orangnya telah di lumpuhkan


Damar yang merasa terpojok segera mengeluarkan senjata yang dia punya untuk berusaha melarikan diri, tiba-tiba saja senjata yang sama sudah berada tepat di belakang kepalanya


"Permainan sudah berakhir"


Damar berusaha memutar tubuhnya untuk mengarahkan senjata miliknya kepada orang yang berada di belakang, tetapi serangan orang tersebut jauh lebih cepat dan berhasil membuat Damar terkapar di atas lantai


"Bawa orang ini ke tempat kita, dan bersihkan tempat ini seperti semula," dengan nada yang dingin


"Baik pak"


Dengan sisa kesadaran yang ada Damar melihat ke arah suara tersebut, dan Ervan pun mendekatkan wajahnya ke arah Damar sambil tersenyum


"Kamu bermain dengan orang yang salah, karena saya ga pernah bisa memaafkan orang yang menyakiti Nino"


Secara perlahan Damar pun mulai kehilangan kesadarannya


Sebagian orang membawa Damar ke salah satu vila yang berada tak jauh dari sana, sedangkan yang lain merapikan tempat tersebut seperti semula


Tok..Tok..Tok..


Nino pun melepaskan pelukannya dan membukakan pintu

__ADS_1


"Semua urusan sudah selesai pak, bapak bisa kembali ke kamar bapak"


"Saya mau ikut ke sana," dengan wajah marah


Nino mulai melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut dan dengan cepat Ervan menangkap tangan Nino


"Apa membalas orang itu lebih penting dari pada perempuan yang lagi tidur di sana?" menunjuk ke arah Sekar


Nino tampak memejamkan kedua bola matanya dan membuang napasnya dengan kasar, dia mencoba meredakan emosinya yang sempat terpancing


"Kamu benar Van, saat ini ga ada yang lebih penting dari pada Sekar"


"Kalo gitu serahin semua urusan sama saya"


"Saya titip salam untuk dia Van, sampaikan ke dia saya akan selalu berdoa semoga Tuhan menempatkan dia selamanya di dalam neraka"


"Sebelum dia pergi menemui Tuhan, saya akan membuat dia menyesal pernah terlahir ke dunia ini"


Ervan hanya membalas dengan anggukkan kepalanya, Nino pun kembali masuk ke dalam ruangan tersebut dan membaringkan tubuhnya di samping Sekar. Lalu mulai menarik tubuh Sekar agar berada di dalam dekapan nya


Malam itu Sekar tertidur dengan sangat pulas tanpa tau bahwa telah terjadi kejadian besar di tempat itu, yang dia tau pelukan hangat Nino membuat dia selalu merasa aman


Sedangkan di tempat yang berbeda Damar sudah tergantung dengan tangan tangan yang di ikat ke atas, secara perlahan dia pun mulai tersadar dan samar-samar mendengar percakapan orang di luar ruangan tersebut


"Tadi terakhir saya lihat belum pak"


"Yang lain sudah di bereskan?"


"Sudah pak sesuai perintah bapak, cuma Damar yang kami ga sentuh"


"Perketat penjagaan di tempat pak Nino, saya ga mau dengar ada kesalahan sekecil apapun. Atau saya akan membawa kalian semua menghadap raja neraka bersama saya"


"Baik pak"


"Saya mau masuk, waktu istirahat untuk dia sudah cukup"


"Silahkan pak," membukakan pintu


Damar hanya bisa mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arah dirinya, lalu memutari tubuhnya agar dapat saling bertatap muka


"Sudah puas istirahat nya?" tersenyum dingin

__ADS_1


"Siapa kamu!!"


Ervan tersenyum sinis "Kamu bisa dapat informasi tentang Nino, apa ga ada satu pun orang yang bilang tentang saya?"


"Orang ini yang ada di foto berdiri di sebelah Nino"


"Mau apa kamu? lepasin saya"


"Saya pasti akan lepasin kamu, saat kamu menyerah dan memilih menghadap ke raja neraka"


Malam itu menjadi malam yang panjang bagi Damar, Ervan hanya menghentikan aksinya saat dia merasa sedikit lelah. Tak lama kemudian dia akan melanjutkan kembali aksinya, hal tersebut terjadi sepanjang malam hingga Damar mulai kehilangan kesadarannya


"Cuma segini aja? tapi saya harap kamu ga cepat menyerah. Karena pembalasan dari saya belum selesai"


Dengan langkah yang santai Ervan keluar dari ruangan tersebut dan meninggalkan Damar yang sudah tak sadarkan diri


"Obatin lukanya, saya mau dia tetap hidup karena saya belum puas bermain"


"Baik pak"


Beberapa para pengawal masuk ke dalam ruangan tersebut dan mulai mengobati luka di tubuh Damar, bahkan para pengawal tersebut sedikit iba melihat keadaan Damar saat itu


"Kamu sudah berani main api, saya sudah lama mengikuti pak Ervan dan ini pertama kalinya saya melihat pak Ervan sampai seperti ini"


Sedangkan di tempat lain Sekar mulai terjaga dari tidurnya saat waktu sholat subuh hampir tiba, Sekar pun meregangkan otot tubuhnya dan Nino hanya terdiam sambil tersenyum melihat istrinya


"Kak udah bangun?"


"Selamat pagi sayang," mencium kening Sekar dengan lembut


Sekar pun mulai menyadari bahwa dia berada di tempat yang berbeda dengan tadi malam


"Ini di mana kak?"


"Oh.. Semalam kamu jalan sambil tidur, jadi ya aku ikutin aja sampe sini"


"Masa sih kak?" Nino pun tersenyum sambil mengangguk kecil


"Aku baru tau kalo aku bisa jalan sambil tidur? malu banget dong" membenamkan wajahnya di dada Nino


Nino pun mengelus rambut panjang Sekar dan mencium ujung kepala Sekar dengan lembut

__ADS_1


"Aku janji aku akan selalu berusaha bikin kamu merasa bahagia dan merasa aman"


"Ya udah mandi dulu sana, sebentar lagi udah mau subuh," tersenyum hangat


__ADS_2