Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Merasa Gagal


__ADS_3

Sekar pun di bekap oleh kain yang sudah di beri obat, secara perlahan Sekar pun mulai kehilangan kesadarannya. Orang-orang tersebut memakaikan gaun yang telah robek tersebut ke tubuh Sekar, dan mulai memasukkan tubuh Sekar ke dalam mobil


Orang-orang itu meletakkan Sekar di sebuah bangku taman dan segera memberikan info tersebut kepada Nino, mata Nino terbelalak melihat foto yang baru saja dia terima tanpa menunda waktu langsung bergegas ke alamat yang tertera


Langkah kaki Nino bergetar dengan hebat melihat Sekar dalam keadaan yang sangat menyedihkan, Nino mulai berjalan mendekat ke arah Sekar dan menjatuhkan dirinya tepat di hadapan Sekar yang saat itu tak sadarkan diri


"Van minta semua pengawal pergi dari sini, dan siapa aja yang berani buka mulut tentang ini mereka harus kehilangan nyawa mereka," dengan suara yang bergetar hebat


"Baik pak"


Jika saat itu Nino sangat terpukul lain hal dengan Ervan, emosi Ervan pun kian meradang melihat Nino yang seperti itu. Dia berjanji di dalam hatinya akan membalas berkali-kali lipat perlakuan orang tersebut, Nino menutupi bagian atas tubuh Sekar dengan jas yang dia pakai lalu mulai membopong tubuh Sekar masuk ke dalam mobil


Sesampainya di kediamannya Nino menunggu di dalam mobil sedangkan Ervan turun terlebih dahulu dan langsung mengosongkan rumah utama, setelah tak ada siapapun Nino turun dari dalam mobil dan membopong Sekar ke dalam kamarnya


Nino pun secara perlahan mengganti pakaian Sekar dengan yang baru, Nino dapat melihat dengan jelas segala tindakan bejat orang tersebut masih melekat hampir di sekujur tubuh Sekar. Segala hal yang di lakukan Nino selalu di dampingi oleh air matanya yang terus mengalir. Nino pun mencium kening Sekar dengan lembut


"Aku mohon maaf sama kamu, aku yang udah bikin kamu jadi begini karena aku ga berhasil lindungi kamu dengan baik. Apa aku masih pantas ada di samping kamu?"


Nino pun meninggalkan Sekar di dalam kamar dan keluar untuk menemui Ervan yang masih setia berdiri di depan pintu


"Ikut ke ruang kerja saya"


Tanpa banyak bicara Ervan mengikuti langkah kaki Nino dari belakang, dan Nino kini sudah duduk di bangku kebesarannya sedangkan Ervan setia berdiri di hadapannya


"Kamu tau Van saat ini saya merasa hidup saya benar-benar gagal, bahkan untuk melindungi seorang wanita yang saya cintai saya ga bisa,"


"Maafin saya Nino saya yang gagal menjaga kalian, saya janji saya akan balas ini semua"


"Pasti dia tadi ketakutan Van, pasti dia berharap saya datang selamatkan dia seperti waktu itu"

__ADS_1


"Kamu harus kuat Nino, kamu ga boleh terlihat lemah begini di hadapan dia nanti"


"Apa saya masih pantas Van?" tersenyum getir


"Saat ini yang paling terpukul pasti Sekar, kalo kamu tunjukin sikap kamu yang seperti ini. Apa dia bisa bertahan lanjutin hidupnya?" penuh penekanan


"Ya saya harus bisa tunjukkan ke Sekar apapun yang sudah terjadi saya akan selalu berada di samping dia selamanya"


"Saya ga perduli cara apa yang kamu pake Van, tapi saya mau secepatnya dapat info detail tentang orang itu. Saya mau dia hancur berkeping-keping"


"Saya janji saya akan membuat dia merasakan sakit yang kalian rasakan berkali-kali lipat"


Nino membuang napasnya dengan kasar dan mulai bangkit dari duduknya "Saya harus kembali ke kamar Van, saya ga mau saat nanti dia sadar dia merasa sendirian," Nino pun meninggalkan ruangan tersebut


Nino pun masuk ke dalam kamarnya dan mengganti pakaiannya, dia mulai merebahkan tubuhnya di samping tubuh Sekar. Nino menatap wajah Sekar yang terlihat pucat dan matanya yang masih bengkak akibat tangisan yang lama


"Apa saat kamu bangun nanti kamu akan benci sama aku? kamu tau hal yang paling aku takutin saat ini cuma satu, aku takut kamu pilih pergi dari sisi aku selamanya"


Sekar pun mulai bermimpi akan semua kejadian pahit yang menimpa dirinya, setiap sentuhan dari pria tersebut terasa begitu nyata di dalam mimpinya. Sekar pun mulai gelisah di dalam tidurnya


"Enggak.. Saya mohon jangan.. Tolong lepasin saya.." Sekar pun mulai mengigau, dan suara Sekar membuat Nino terjaga dari tidurnya


"Sekar.. Sekar bangun Sekar," sambil menepuk pelan pipi Sekar


"Akh...!!" Sekar langsung terduduk dengan napas yang masih memburu, Nino langsung menarik tubuh Sekar ke dalam pelukannya


"Kamu tenang ya, cuma mimpi buruk," sambil mengelus pundak Sekar


"Suara ini, wangi ini aku tau ini pasti kak Nino. Enggak aku udah pantas dapat ini semua"

__ADS_1


"Lepas kak"


Hati Nino saat itu semakin hancur mendengar ucapan dari Sekar, dia merasa hal yang paling dia takutkan benar-benar akan terjadi


"Enggak sampai kapanpun aku ga akan pernah lepasin kamu," dengan yakin


"Aku mohon lepasin aku kak, biarin aku pergi," dengan suara yang bergetar


"Aku udah bilang aku ga akan pernah lepasin kamu, jadi kamu jangan pernah berharap bisa pergi dari aku Sekar," semakin mengeratkan pelukannya


"Aku mohon kak, aku sekarang udah kotor kak. aku udah pantas untuk kak Nino, jadi aku mohon lepasin aku kak biarin aku pergi kak, " mulai meneteskan air matanya


Nino melepaskan pelukannya dan mencengkram kedua lengan Sekar, lalu menatap Sekar dengan serius


"Apa kamu mau pergi tinggalin aku?" Sekar hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya


"Kamu kenapa selalu jahat ke aku sih Sekar? kamu udah lupain aku dan sekarang kamu mau pergi tinggalin aku. Apa ga bisa kamu sedikit aja pikirin perasaan aku? aku bisa kehilangan apapun di dunia ini Sekar, tapi aku ga sanggup kehilangan kamu"


Sekar mulai berani mengangkat wajahnya dan menatap Nino yang sudah berkaca-kaca


"Tapi aku sekarang udah kotor kak, aku udah ga pantas buat kak Nino"


"Aku ga pernah perduli sama itu semua Sekar, aku cuma mau kamu ada di samping aku," meneteskan air mata


"Tapi kak.."


"Kamu boleh pergi tinggalin aku kok tapi saat itu juga aku akan mengakhiri nyawa aku, karena ga ada gunanya lagi aku hidup kalo kamu ga ada di samping aku," dengan yakin


"Kamu ngomong apaan sih kak?"

__ADS_1


"Jadi aku mohon Sekar apapun yang terjadi jangan pernah tinggalin aku, kamu harus tau hal yang paling aku takutin cuma satu. Aku takut kamu pergi tinggalin aku" lirih


Ancaman dari Nino membuat Sekar tak berani melanjutkan perdebatan itu, akhirnya dia pun memilih untuk mengalah


__ADS_2