
Sekar hanya bisa menatap Nino dengan perasaan yang dia sendiri tak mengerti, hati Sekar benar-benar merasakan sakit saat orang yang ada di hadapannya tersebut meneteskan air mata
"Siapa kamu sebenernya? kenapa hati aku sakit liat kamu nangis? tapi maaf aku ga bisa ingat kamu"
"Akh...." Sekar memegangi kepalanya karena terasa sakit bukan main
"Kamu kenapa?" panik
Ervan masuk ke dalam ruang rawat Sekar dan membawa dokter yang menangani Sekar, sang doktor langsung memeriksa keadaan Sekar dan memberikan dia obat untuk mengurangi rasa sakit yang sedang dia rasakan. Perlahan Sekar mulai terlihat lebih tenang
"Gimana keadaannya dok? kenapa dia bilang dia ga kenal saya?" lirih
"Untuk sementara saya menyimpulkan bahwa pasien mengalami amnesia akibat benturan keras di bagian kepalanya, untuk mengetahui lebih jelas kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut"
Dhuar... Bak ada sebuah bom yang meledak di dalam hati Nino saat itu dalam sekejap membuat hatinya hancur berkeping-keping
"Aku harus apa sekarang? aku seneng banget kamu udah sadar. Tapi sekarang kenapa rasanya juga sakit? kenapa kamu bisa lupa sama aku?" memandang sendu ke arah Sekar
Secara perlahan Sekar mulai tertidur kembali, dan Nino memerintahkan para dokter terbaik untuk memeriksa keadaan Sekar
Sekar terbawa ke alam mimpi dan di sana dia melihat Nino sedang berbicara dengan Ervan, dan kata-kata yang di ucapkan oleh Nino adalah kata-kata yang tadi Nino ucapkan. Sekar seolah mengulang kembali kejadian tadi saat dia baru saja tersadar
Tubuh Sekar menjadi bergetar dengan hebat, hatinya merasakan ketakutan yang luar biasa mendengar ucapan dari Nino yang terdengar penuh dengan amarah. Seakan Sekar bisa melihat wajah Nino saat mengucapkan kata-kata tersebut, Sekar mulai gelisah di dalam tidurnya
"Sekar.. Bangun Sekar.."
Sekar membuka kedua bola matanya dengan nafas yang memburu, kedua bola mata Sekar langsung terkejut melihat orang yang kini ada di hadapannya adalah orang yang baru saja hadir di mimpinya. Sekar tiba-tiba saja menunjukkan ekspresi wajah ketakutan
"Kamu kenapa? apa kamu mimpi buruk? tenang aja ada aku di sini jagain kamu" dengan lembut
"Tapi mimpi aku tadi bukan cuma mimpi, aku inget waktu aku baru sadar orang ini lagi ngomong begitu"
"Tolong.." Sekar masih dengan tatapan yang sama dan suaranya terdengar lirih
"Kamu mau apa?"
"Tolong jangan deketin saya, saya takut liat kamu"
Air mata Nino langsung mengalir dengan sendirinya, hatinya benar-benar di buat remuk karena beberapa kata yang di ucapkan oleh Sekar. Nino langsung melangkahkan kakinya menjauh beberapa langkah dari tempatnya berdiri
"Apa di sini udah bisa? tolong jangan suruh aku pergi dari sini" suara Nino terdengar sangat pilu dan air mata Nino menambah kesempurnaan kesedihan Nino di mata Sekar
__ADS_1
"Aku kenapa ya? aku beneran takut sama orang ini, tapi hati aku juga sedih ngeliat dia begitu"
Sekar hanya bisa menjawab dengan anggukkan kepalanya
"Makasih" lirih
"Aku bisa hancurkan siapapun tapi aku ga akan pernah sakiti kamu, kenapa kamu setakut itu sama aku? kenapa kamu bisa lupain aku?"
Nino memindahkan kursi yang biasa dia gunakan untuk berjaga di sebelah Sekar tepat di tempat yang telah di izinkan oleh Sekar, di sepanjang malam Nino tetap berada di tempat itu hanya memandangi Sekar dari kejauhan
Saat pagi menyapa Ervan datang ke tempat itu dan membawakan semua peralatan yang dia minta, Nino memutuskan untuk tidak pergi ke kantor selama Sekar berada di rumah sakit. Nino memilih untuk bekerja dari sana, dia hanya ingin selalu berada di dekat Sekar walaupun Sekar selalu tampak takut saat melihat dirinya
"Apa ada yang bapak perlukan lagi?"
"Ga, ini aja cukup Van. Tolong handle urusan kantor selama saya ga ke sana"
"Baik pak"
"Kenapa dia pilih kerja dari sini sih? apa dia ga tau kalo aku takut sama dia? lagian hebat banget dia bisa kerja dari sini, jangan-jangan dia bos penjahat kali ya? kalo dia cuma orang biasa masa dia bisa ngomong mau siksa orang gampang banget. Aduh sebenarnya apa hubungan aku sama dia dulu?"
"Kalau begitu saya permisi dulu pak"
"Hem..." Nino sang penggila kerja sudah mulai membuka laptopnya
Sekar hanya menjawab dengan menganggukkan sedikit kepalanya
"Jadi nama aku Sekar ya, dari kemarin mereka selalu panggil aku begitu. Kalo aku tanya ke orang itu dia jawab ga ya?"
Sekar memandangi Nino yang mulai asik di depan laptopnya, tanpa dia sadari dia merasa Nino sangat tampan saat sedang bekerja
"Astaga aku mikirin apa sih? orang yang bisa nyakitin orang lain cuma orang jahat, walaupun dia beneran ganteng tapi dia itu jahat"
Sekar masih asik memandangi wajah tampan Nino, dia ingin sekali berbicara kepada Nino untuk tau tentang dirinya. Tetapi rasa takut di dalam hatinya belum bisa dia kendalikan, tiba-tiba saja Nino melihat Sekar yang sedang memandangi dirinya
"Kenapa? apa ada yang sakit? mau aku panggilin dokter?" khawatir, Nino sudah mulai meletakkan laptopnya dan bangkit dari duduknya
"Aku ga apa kok" dengan cepat
"Kalo gitu kamu butuh apa?"
Sekar dapat merasakan bahwa Nino khawatir dengan dirinya
__ADS_1
"Aku cuma mau tanya sesuatu, tapi kayaknya kamu lagi sibuk"
Nino mendudukkan kembali tubuhnya, walaupun jauh di dalam hatinya ingin sekali dia mendekati Sekar. Tetapi dia tak mau melihat Sekar menatap dia dengan ketakutan seperti waktu kemarin
"Kamu mau tanya apa?"
"Apa nama saya Sekar?"
"Iya, nama kamu Sekar Atmadja"
"Oh, apa boleh tanya lagi?"
"Iya, kamu boleh tanya apapun yang kamu mau tau"
"Kenapa kamu kerja di sini? kenapa ga pergi ke kantor?"
"Aku ga bisa tinggalin kamu sendirian di sini" dengan yakin
"Yang tadi itu siapa?"
"Teman terbaik saya"
"Kayaknya dia bohong deh. Orang itu tadi keliatan hormat sama dia, apalagi orang tadi panggil dia bapak"
"Apa temen kamu itu bawahan kamu?"
"Dari pada bawahan lebih tepat kalo di bilang partner"
"Apa saya ga punya keluarga ya? kenapa dari kemarin saya cuma liat kamu di sini?"
"Kamu anak tertua adik kamu ada dua orang, kemarin mereka datang kok. Tapi saya suruh mereka pulang supaya bisa istrinya, pasti nanti pulang sekolah mereka datang ke sini"
"Terus apa hubungan kita?"
"Hubungan kita ya? hubungan kita sesuatu yang paling penting dalam hidup aku, sesuatu yang bikin aku berani menjalani kehidupan yang baru"
"Sebaiknya kamu istirahat aja dulu, ga usah pikirin yang aneh-aneh. Aku mau keluar dulu sebentar ya"
"Iya"
"Kenapa aku ngerasa dia ngehindar waktu aku tanya apa hubungan kami?"
__ADS_1
Nino tak berani menjawab pertanyaan dari Sekar karena dia takut Sekar mengalami kejadian seperti kemarin, Nino lebih nyaman berada di sana menjaga Sekar walaupun Sekar tak dapat mengingat dirinya. Dari pada Nino harus melihat Sekar kesakitan seperti kemarin