Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Apa Masih Pantas


__ADS_3

Nino yang melihat Sekar sudah bergetar hebat langsung memeluk tubuh Sekar dengan erat, dia mencoba menenangkan Sekar yang saat itu sangat ketakutan. Sedangkan Ervan segera keluar dari dalam mobil dan tiba-tiba saja ada yang memukul kepala Ervan dari belakang, Ervan pun langsung terjatuh dan tak sadarkan diri


Kaca mobil mereka pun di hancurkan dan dengan cepat mereka menarik Sekar keluar dari dalam mobil, sudah pasti Nino tak mungkin berdiam diri tetapi apa daya dalam waktu sekejap Nino sudah tergeletak di atas jalanan dengan kesadaran yang masih tersisa


"Kak tolong kak!!"


Sekar berusaha meronta sekuat yang dia bisa dengan air mata yang terus mengalir dengan deras, dan Nino hanya bisa mengangkat tangannya tanpa bisa berbuat apapun untuk mencegah itu semua


"Tolong lepasin dia.."


"Tolong lepasin aku!! kak Nino tolong aku kak!!"


Permintaan Nino dan Sekar saat itu hanya bagaikan angin lalu di hadapan orang-orang tersebut, orang-orang itu membawa Sekar pergi dari tempat sedangkan Nino hanya bisa menatap dan tak berdaya. Secara perlahan Nino pun mulai kehilangan kesadarannya


Para pengawal yang berada di belakang sudah berhasil menyusul mereka tetapi hasil yang mereka lihat membuat mereka seakan sulit untuk melanjutkan napas mereka, para pengawal yang sudah tergeletak tak berdaya dan ada Nino juga Ervan yang sudah tak sadarkan dirinya. Dan yang membuat mereka paling tertekan adalah Sekar yang tak berada di sana


"Siapa kalian, tolong lepasin saya," memohon kepada orang-orang tersebut


"Terlalu berisik kamu jadi perempuan," memberikan tatapan membunuhnya


"Kak Nino harus tolong aku, aku benar-benar takut kak"


"Tutup mulutnya dan kepalanya"


Mulut Sekar di tutup oleh lakban dan kepala Sekar di tutupi oleh kain hitam oleh orang-orang tersebut, Sekar hanya bisa terdiam dan pasrah dengan air mata yang terus mengalir dengan hebat. Cukup lama perjalanan yang mereka tempuh dan Sekar mulai merasa bahwa mobil sudah mulai berhenti


Dengan kasar orang-orang tersebut menarik Sekar keluar dari dalam mobil dan membawanya masuk ke dalam rumah


"Kalian berhasil?"


"Iya pak, tapi orang yang di bagian belakang ada yang tertangkap pak"


"Saya ga perduli bayaran apa yang harus saya siapkan nanti? saya hanya berniat menghancurkan Nino"


"Apa maksud orang ini? dia bilang mau hancurin kak Nino"


"Baik pak"

__ADS_1


"Bawa perempuan ini ke dalam kamar saya"


"Apa yang mau di lakuin orang ini ke aku?" tubuh Sekar seakan lemas seluruh tenaga yang dia miliki entah hilang ke mana


"Baik pak"


Orang-orang tersebut membawa Sekar ke dalam kamar dan melemparkan tubuh Sekar dengan kasar ke atas kasur, Sekar masih berusaha meronta tetapi apa daya kekuatan yang dia punya tak sebanding dengan orang-orang tersebut. Mereka pun mengikat tangan dan kaki Sekar lalu meninggalkan dia begitu saja


Tak lama kemudian Sekar mendengar seseorang yang mulai berjalan mendekat ke arah dirinya dan mulai membuka tutup kepala Sekar, pria tersebut menatap Sekar dengan tatapan menghina


"Kamu perempuan yang membuat Nino jadi menyakiti perempuan yang selama ini saya suka, karena Nino menyakiti dia saya akan balas perbuatan Nino ke kamu"


Kata-kata dari Sekar tak dapat terdengar jelas karena mulutnya masih tertutup oleh lakban, pria itu pun mulai membuka lakban yang menutup mulut Sekar


"Kamu siapa?" dengan suara yang bergetar


"Bukan urusan kamu yang pasti saya akan balas perbuatan yang Nino sudah lakukan ke kamu, saya akan jadi orang yang melakukan malam pertama dengan kamu," tersenyum jahat


"Ga tolong jangan lakuin itu, aku mohon tolong..." Pria tersebut menutup kembali mulut Sekar dengan lakban


Pria itu mulai menjelajahi setiap jengkal bagian tubuh Sekar tanpa ada yang terlewatkan dia juga meninggalkan banyak bekas di tubuh Sekar, dengan sangat kasar pria tersebut merobek baju Sekar dan mulai melancarkan aksi biadabnya. Sekar benar-benar tak dapat berbuat apapun hanya bisa memalingkan wajahnya sambil menangis dengan hebatnya


Di tempat yang berbeda Nino seakan mendengar jeritan hati Sekar tiba-tiba saja dia pun terbangun


"Sekar..!!"


Nino mulai melihat ke sekeliling di sana sudah ada Ervan yang hanya bisa menundukkan kepalanya dan ada papanya yang menatap dia dengan perasaan cemas, tetapi orang yang paling ingin temui tak berada di sana


"Mana Sekar Van?"


"Maaf pak," masih dengan kepala yang tertunduk


"Saya ga butuh kata maaf dari kamu, saya butuh Sekar!!"


Nino pun segeralah turun dari tempat tidur di mana dia sedang di rawat


"Nino kamu sabar dulu, kita sudah kerahin semua orang untuk cari Sekar," mencoba menahan Nino

__ADS_1


"Lepas saya harus temui dia, saya ga bisa hidup tanpa dia," meneteskan air matanya


Ervan langsung berlutut di hadapan Nino


"Ini kesalahan saya ga bisa jaga kalian dengan baik, saya bersedia membayar dengan nyawa saya"


"Saya ga butuh nyawa kamu Van, saya butuh Sekar"


Merasa Nino yang sedang rapuh papanya langsung memeluk tubuh Nino dengan erat dan tangis Nino pun pecah di dalam pelukan papanya


"Kamu harus kuat Nino, kita harus siap dengan pilihan terburuk"


"Apa maksud kamu?" melepaskan diri dari pelukan papanya


"Ada beberapa orang yang berhasil tertangkap, dan mereka sudah buka mulut. Mereka cuma orang bayaran dan tujuan mereka cuma satu yaitu menculik Sekar"


"Berarti mereka tau Sekar di bawa ke mana? aku harus temui mereka"


"Mereka cuma mendapatkan tugas untuk berada di tempat kejadian dan membawa Sekar ke salah satu mobil, setelah itu tugas mereka selesai. Mereka ga tau Sekar di bawa kemana"


"Siapa bajingan yang berani berbuat itu?" menatap tajam


"Damar"


"Cari semua info tentang orang itu Van, jangan buat saya kecewa lagi sama kamu," penuh penekanan


"Baik pak," langsung bangkit dan keluar dari ruangan tersebut


Hati Nino sakit saat itu tetapi hati Ervan jauh lebih sakit melihat Nino yang seperti itu, sosok iblis yang selama ini Ervan tekan seakan langsung keluar menguasai hatinya


Sedangkan di tempat lain pria yang bernama Damar tersebut sudah menyelesaikan aksi bejatnya, dia menarik wajah Sekar agar menatap ke arahnya


"Gimana rasanya? saya harap seumur hidup kamu akan selalu ingat ini. Dan sebentar lagi saya akan menyaksikan kehancuran Nino untuk selamanya," tersenyum puas


"Semoga Tuhan membalas perbuatan kamu berkali-kali lipat lebih menyakitkan dari yang saya rasakan"


"Kamu lagi memaki saya di dalam hati kamu ya?" tertawa lepas "lakuin aja semua yang kamu mau, karena saya akan kembalikan kamu ke Nino sekarang dan saatnya saya melihat pertunjukan"

__ADS_1


"Kembali ke kak Nino dia bilang, apa saya yang sekarang masih pantas untuk berada di sisi kak Nino?"


Sekar kembali menjatuhkan air matanya hal tersebut terjadi bukan karena rasa sakit yang sedang dia rasakan di sekujur tubuhnya, tetapi karena di dalam hatinya merasakan sakit yang teramat dalam memikirkan semua tentang Nino


__ADS_2