
Di saat semua orang sudah mulai terlelap ke alam mimpi mereka masing-masing, ada sebuah mobil yang baru saja tiba di sebuah parkiran rumah sakit lalu turun seorang pria dari dalam mobil tersebut
Pria tersebut menggunakan atribut dokter dengan lengkap dan mulai melangkahkan kakinya dengan pasti ke dalam rumah sakit, sang dokter tersebut langsung menggunakan masker untuk menutupi wajahnya dan langsung menuju ke arah ruang rawat Sutrisno supir yang menabrak mobil yang di tumpangi Sekar
"Maaf kamu siapa?" pria yang berjaga di luar ruang rawat Sutrisno menghalangi dokter tersebut
"Saya dokter yang jaga malam" menunjukkan tanda pengenalnya
"Saya harus menyuntikkan obat kepada pasien"
"Silahkan" membukakan pintu dan mengekor di belakang dokter tersebut
Sang dokter mendekat ke arah Sutrisno yang wajahnya tak terlihat dengan jelas olehnya, karena entah mengapa lampu di ruangan tersebut terlihat lebih redup
"Kenapa perasaan gw jadi ga enak gini? lampu di kamar ini kenapa redup banget? gw jadi ga bisa liat muka orang ini. Tapi kalo gw tanya ke penjaga ini pasti dia jadi curiga sama gw, udah lah gw selesaiin aja tugas gw dengan dan langsung cabut dari sini. Gw ngerasa ada hal buruk yang lagi nunggu gw"
Sudah pasti dokter tersebut adalah orang bayaran yang sudah di sewa oleh Viona dan tugas utamanya adalah menghabisi nyawa Sutrisno, lalu bila ada kesempatan dia juga bertugas melenyapkan nyawa Sekar. Dan orang ini adalah seorang profesional yang selalu berhasil melakukan setiap tugas yang di berikan
Dokter gadungan itu segera menyuntikkan sesuatu ke selang infus Sutrisno
"Sebaiknya gw cepet pergi dari sini, gw bener-bener ngerasa ga aman. Yang penting gw udah berhasil melakukan tugas pertama gw"
Sang dokter gadungan sudah mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu dan tiba-tiba saja terdengar suara tepuk tangan, lalu seluruh lampu di ruangan tersebut menyala membuat ruangan tersebut menjadi terang benderang. Sang dokter gadungan berusaha tetap terlihat tenang dan memutar tubuhnya melihat ke arah suara tepuk tangan berasal
Di sana sudah ada Ervan yang dalam posisi duduk di atas tempat tidur pasien, Ervan pun melepaskan senyuman yang sangat menakutkan
"Sial, siapa orang ini? gw ngerasa orang ini berbahaya. Bahkan selama ini belum pernah gw ngerasa setakut ini"
Jiwa sang dokter gadungan mengatakan bahwa dirinya hanyalah seekor kelinci yang sedang berhadapan dengan seekor serigala saat dia menatap senyuman dari Ervan
"Udah selesai mainnya, sekarang giliran saya yang bermain sama kamu" melepaskan kembali senyuman yang menakutkan
Sang dokter gadungan sudah bersiap mengeluarkan senjata yang sudah dia simpan dengan rapi, tetapi hal tersebut tak dapat dia lanjutkan karena dia tau dengan pasti benda apa yang sudah berada di belakang kepalanya. Dan orang yang lain mengambil senjata yang akan dia keluarkan dia pun baru menyadari bahwa di ruangan tersebut sudah ada beberapa pengawal entah dari mana datangnya
__ADS_1
"Sial, sekarang bahkan gw ga akan bisa melarikan diri lagi"
Bugh... Sebuah benda tumpul menghantam leher dokter gadungan tersebut dan secara perlahan dia pun mulai kehilangan kesadarannya
"Bangunin dia" dingin
Byur... Seember air dingin di guyurkan kepada seorang pria yang sempat berpura-pura menjadi seorang dokter sebelumnya, pria tersebut mulai tersadar dia mulai mencoba melihat sekeliling untuk mencari tau keadaan yang sedang terjadi
"Kayaknya gw akan berakhir di sini"
Ervan sudah berada di hadapannya duduk dengan santai di sebuah bangku, sedangkan pria tersebut sudah duduk dengan keadaan tubuh terikat dengan erat
Ervan menyodorkan tangannya tanpa perlu mengeluarkan suara seorang pengawal sudah memberikan sebuah berkas kepada Ervan, ternyata berkas tersebut berisi data tentang orang yang berada di hadapannya. Setelah membaca semuanya Ervan melemparkan berkas tersebut ke sembarang arah
"Kamu bukan orang baru jadi kita bisa langsung aja, siapa orang yang udah kirim kamu?"
"Sekali pun gw kasih tau lo pasti bakal habisi nyawa gw" tersenyum mengejek tanpa mengeluarkan sepatah kata pun
"Tunggu sebentar ya mereka lagi perjalanan ke sini" berbisik, lalu menampilkan senyuman jahat itu lagi
"Bajingan..!! Lo ga berhak bawa mereka ke urusan kita..!!" Berteriak sambil terus meronta sekuat tenaga, walaupun sudah pasti hasilnya hanya sia-sia
"Seandainya yang kamu ganggu keluarga saya mungkin saya masih bisa menahan diri, tapi kamu mengganggu orang terpenting dalam hidup saya"
"Sekali ini gw bener-bener sial, tapi gw udah cari tau tentang korban gw mereka bukan orang penting. Yang laki-laki cuma orang yang berada jauh di bawah gw, yang perempuan karyawan biasa dan bukan orang penting. Jadi siapa orang ini?"
"Siapa maksud lo?" menatap tajam
"Kamu ga perlu tau, sekarang kamu cukup kasih ke saya sebuah nama sebelum mereka sampe di sini. Atau kamu akan benar-benar menyesal" mendudukkan dirinya kembali ke bangku di hadapan orang itu
"Ga mungkin ada orang segila itu, gw yakin dia cuma gertak gw doang"
Mereka hanya saling memandangi tanpa ada yang membuka suara, hingga tiba-tiba saja salah seorang pengawal membisikkan sesuatu kepada Ervan
__ADS_1
"Ok waktu kamu habis, silahkan nikmati pertunjukan dari kami" tersenyum dengan jahat lalu bangkit dari duduknya
"Bajingan ini semua ga ada urusannya sama mereka, jangan sentuh mereka" Ervan langsung menghentikan langkah kakinya
"Ok saya kasih kamu kesempatan terakhir"
"Ok... Viona dia yang suruh gw, tolong jangan sentuh mereka"
"Kenapa ga dari tadi? kasian istri kamu yang lagi hamil harus jalan jauh ke sini"
"Gw udah kasih tau yang lo mau, jadi gw mohon jangan sentuh dia" lirih
"Saya ga mungkin sakiti perempuan itu, karena bukan kamu pelaku utama yang saya cari. Tapi seandainya kamu tetap keras kepala saya akan lakukan apapun untuk membuat kamu buka suara"
"Balikin mereka ke rumah mereka"
"Baik pak"
"Seandainya gw selamat gw janji ga akan pernah melakukan ini lagi, gw ga mau ketemu orang gila kayak gini lagi. Tapi gw yakin gw ga akan bisa selamat dari orang gila ini"
"Bawa perempuan kurang ajar itu ke sini dengan cara apapun, jangan ada yang sentuh perempuan itu. Karena dia urusan pak Nino"
"Baik pak"
"Nino dia bilang, apa mungkin Nino yang itu? nasib gw bener-bener berakhir kalo yang dia maksud Nino Erlangga, berarti orang ini Ervan. Kalo memang bener gw berurusan sama mereka, gw masih harus bersyukur karena dia masih mau lepasin mereka" pucat pasi
"Kenapa? apa kamu sekarang udah sadar berurusan sama siapa?"
"Kamu Ervan kan?" ragu-ragu
"Hebat kamu bisa tau nama saya" tersenyum jahat, orang tersebut hanya bisa pasrah dan menundukkan kepalanya
"Nino Erlangga adalah orang nomor satu di kota ini, sedangkan dia asisten pribadi Nino yang sulit untuk kita temukan datanya. Sebagian orang percaya kalo dia menyelesaikan semua urusan kotor untuk Nino, bahkan di lingkungan kami orang ini adalah orang yang harus kami hindari. Orang ini terkenal sebagai orang yang berbahaya"
__ADS_1