
Malam itu Sekar di buat tak bisa melanjutkan tidurnya kembali, Sekar sudah berusaha melakukan segala upaya untuk bisa tertidur kembali dan hasilnya semua sia-sia. Setelah mendirikan sholat subuh Sekar memutuskan untuk langsung membersihkan diri dan melakukan segala rutinitasnya sehari-hari
Hari itu Sekar berangkat lebih pagi ke kantor untuk memastikan tindakan Nino selanjutnya, semua dia lakukan karena rasa penasaran di dalam hatinya. Sekar sudah bersiap di dalam ruang kerja Nino berkali-kali dia melihat jam tangannya dan waktu menunjukkan belum saatnya Nino hadir di kantor
"Astaga kenapa aku jadi deg-degan ya? gimana kalo ternyata pak Nino lupa semua kejadian semalam"
Sekar sedang larut di dalam pikirannya tiba-tiba saja pintu ruangan tersebut terbuka dan ternyata orang yang di nanti tiba di tempat itu, Sekar langsung bangkit dari duduknya karena gugup
"Selamat pagi pak" tersenyum canggung
"Pagi" dingin, dan melangkahkan kakinya ke arah bangku kebesarannya
"Kayaknya pak Nino beneran lupa kejadian semalam, kenapa hati aku jadi berasa sakit?"
Nino yang sudah mulai duduk dan sempat melirik sekilas ke arah Sekar lalu dia pun tersenyum tipis karena melihat wajah sukar yang berubah menjadi muram, Sekar mendudukkan dirinya sambil menundukkan kepalanya
"Imut banget sih kamu, bahkan kamu yang lagi begitu aja bisa keliatan imut bagi saya"
"Sekar tolong buatin saya minuman" dingin
"Baik pak" Sekar langsung keluar dari ruangan itu dan menyiapkan pesanan Nino
Cukup lama Sekar diam termenung di ruang pantry entah mengapa hatinya benar-benar sakit akan perlakuan Nino saat itu, bahkan tanpa Sekar sadari air matanya mengalir begitu saja. Air mata yang membasahi pipinya membuat Sekar mendapatkan kembali kesadarannya, Sekar segera menyiapkan teh hangat dan kembali ke ruangan Nino
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk"
Sekar masuk ke dalam ruangan tersebut dan melangkahkan kakinya menuju ke arah meja kerja Nino lalu meletakkan teh hangat yang selalu Nino minum setiap pagi
"Ini pak minumannya" Sekar meletakkan gelas tersebut dan berbicara tanpa melihat ke arah Nino yang sedang memandangi dirinya
__ADS_1
"Hem..."
"Apa ada yang bapak butuhkan lagi?"
"Aduh kayaknya bercandaan aku keterlaluan, Sekar kayak sedih banget"
"Saya butuh pertanggung jawaban dari kamu atas ciuman pertama saya" dengan lembut
Sekar memberanikan diri untuk menatap wajah Nino dan saat itu Nino sedang tersenyum dengan hangat, tanpa Sekar sadari air matanya kembali terjatuh. Nino yang panik karena melihat air mata Sekar langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Sekar
"Kamu kenapa?"
"Saya ga apa kok pak"
"Terus kenapa kamu nangis?" Sekar hanya menjawab dengan gelengan kepala
Nino langsung menarik tubuh Sekar masuk ke dalam pelukannya, dan tangis Sekar pun pecah di dalam pelukan hangat Nino
"Bapak jahat banget sama aku" dengan suara yang terputus-putus karena tertahan oleh tangisannya
"Ya maaf saya tau saya salah, kamu boleh marahin saya sampe kamu merasa lebih baik. Tapi tolong jangan nangis lagi" dengan lembut
Bukannya berhenti menangis tangisan Sekar semakin hebat di dalam pelukan hangat Nino
"Akh.. Kalo saya tau dia bakal nangis karena saya bercanda begini, aku ga akan lakukan ini semua" semakin mengeratkan pelukannya dan merasa bersalah
"Saya kira bapak lupa semua kejadian semalam" dengan suara yang terputus-putus karena tertahan oleh tangisannya
Nino tersenyum mendengar ucapan Sekar pada saat itu, dia melepaskan pelukannya dan memegangi ke dua pipi Sekar agar Sekar mau menatap wajahnya. Nino pun melepaskan senyuman terbaik yang dia miliki
"Saya ga akan pernah lupa tentang kamu, saya ingat semua yang saya ucapkan semalam ke kamu. Saya cinta kamu Sekar, apa mulai sekarang kamu mau jadi pacar saya?"
__ADS_1
Blush wajah Sekar pun menjadi merona dan air mata Sekar berhenti dengan sendirinya
"Apa bapak ga malu kalo punya hubungan sama saya?" Nino hanya membalas dengan senyuman dan menghadiahkan sebuah ciuman di kening Sekar dengan sangat lembut
"Bagaimana saya bisa malu memiliki kamu? kamu adalah penerang di dalam hidup saya yang gelap ini. Kamu membuat saya merasakan lagi makna sebuah kehidupan" memeluk tubuh Sekar
"Apa sekarang kamu udah bisa di bilang pacar saya?" Sekar menganggukkan kepalanya di dalam dekapan Nino
"Apa kamu ga malu punya pacar yang udah setua saya?" tanpa menjawab apapun Sekar hanya membalas dengan pelukan ke tubuh Nino
"Bapak ga tau kalo saya sudah jatuh hati ke bapak jauh sebelum ini pak, saya sudah menyerahkan hati saya ke bapak saat bapak menyelamatkan harga diri saya sebagai seorang wanita"
Siang itu Nino mengajak Sekar makan siang di luar kantor dan mereka pun hanya pergi berdua tanpa ada Ervan di antara mereka, Nino tak henti-hentinya memandangi wajah gadis desa yang polos itu sambil tersenyum membuat Sekar menjadi salah tingkah di hadapan Nino
Setelah selesai makan siang Nino menunggu Sekar menjalankan sholat terlebih dahulu, baru setelah itu mereka pun pergi ke suatu tempat. Sedari awal Nino tak memberitahu kepada Sekar arah tujuan mereka, tetapi Sekar dapat merasakan bahwa Nino sedang bersedih karena terlihat dengan jelas dari wajah Nino
Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama akhirnya Nino menghentikan mobilnya di sebuah pemakaman umum, Sekar menatap Nino sambil mengerutkan keningnya. Sekar tak berani bertanya apapun karena melihat ekspresi wajah Nino yang seperti itu
"Turun yuk" tersenyum getir
Nino turun dari dalam mobil dan Sekar pun mengikuti langkah Nino, sesampainya di sebuah makam Nino menghentikan langkah kakinya. Lalu di hadapan makam tersebut Nino menggenggam erat tangan Sekar
"Mah aku datang" lirih
Sekar menatap wajah Nino dengan tatapan sendu seakan Sekar dapat merasakan perasaan yang sedang Nino rasakan, Sekar pun mencoba memberikan Nino kekuatan dengan menggenggam tangan Nino dengan ke dua tangannya
"Mah aku datang bawa perempuan yang akan aku jadikan pendamping hidup aku selamanya ketemu mama, aku yakin laki-laki itu akan kembali mencoba melarang aku seperti kemarin. Tapi aku sekarang udah nemuin tambatan hati aku mah, dan aku janji di depan makam mama aku ga akan pernah berbuat seperti yang laki-laki itu lakuin mah"
"Ini Sekar mah, perempuan ini yang udah aku pilih untuk jadi pendamping hidup aku selamanya" menatap ke arah Sekar
Mendengar ucapan Nino wajah Sekar kembali merona, suasana haru yang tadi di ciptakan oleh Nino seakan menghilang begitu saja
__ADS_1
"Tante nama aku Sekar, aku mungkin ga cantik apalagi kaya. Tapi aku bisa janji ke tante mulai sekarang aku akan jaga Nino dengan baik, tante yang tenang ya di sana" Nino tersenyum bahagia mendengar ucapan tulus dari bibir Sekar