
Sesampainya di kantor Sekar segera mencari di manakah orang yang tadi meminta dirinya membelikan makanan, dia ingin meminta maaf kepada orang tersebut. Tetapi yang terjadi saat orang tersebut bertemu dengan Sekar orang tersebut yang terlebih dahulu meminta maaf kepada Sekar dengan perasaan takut
Pada awalnya Sekar merasakan sedikit takut akhirnya pun di buat bingung dengan sikap orang tersebut, orang tersebut bahkan tak mengambil makanan tersebut dan berkali-kali meminta maaf kepada Sekar. Akhirnya hari ini Sekar bisa membawa makanan orang tersebut dan daging yang tadi siang dia dapat
Sekar tak ingin membuang-buang makanan tersebut karena adik-adiknya belum tentu bisa memakan makanan tersebut, sedangkan di tempat lain Alvin sudah berada di depan rumah Rosa
"Udah dong sayang jangan cemberut terus"
"Sombong banget sih orang tadi"
"Masa kamu ga tau dia siapa?"
"Siapa memangnya?"
"Dia itu kakak sepupu aku"
"Tapi apa harus sesombong itu? sampe dia ga Sudi kenalan sama aku"
"Ya ampun sayang kak Nino memang begitu orangnya, apa kamu ga tau siapa kak Nino?" Alvin menggelengkan kepalanya
"Dia itu pengusaha muda sukses di kota ini loh sayang" Alvin mengerutkan keningnya
"Kalo kamu ga percaya kamu kan bisa searching"
"Tapi kenapa tadi dia bilang Sekar orang dia? apa dia lagi incar Sekar ya? pake acara peluk Sekar depan mata gw. Gw aja selama pacaran sama dia belum pernah sekali pun peluk dia, akh kalo dia memang orang kaya yang tajir melintir paling juga dia cuma mau main-main sama Sekar. Sebelum dia dapetin Sekar gw harus lebih dulu rasain dia"
"Apa bener perempuan tadi pacar sepupu kamu?"
"Kenapa kamu jadi bahas dia sih?" memandang tajam
"Ya kamu bilang sepupu kamu pengusaha hebat, masa sampe harus repot-repot belain dia di depan kamu yang sepupunya dia sendiri"
"Kalo yang aku liat sih tadi dia kayak pake seragam office girl gitu kan, kayaknya bukan pacar kak Nino deh"
"Berarti aku masih bisa lancarkan rencana aku buat rasain Sekar"
"Udah dong kamu jangan bete lagi"
"Ya sayang" tersenyum
"Ya udah aku pulang dulu ya" Alvin pun mencium bibir mungil Rosa
Sedangkan Sekar langsung mendapatkan sebuah pesan dari Ervan yang memerintah dia untuk segera pulang ke rumah sudah pasti atas perintah sang bos besar, dia pun tak ingin mencari masalah lagi dan segera meninggalkan kantor tersebut. tak butuh waktu yang lama Sekar pun tiba di rumahnya dengan perasaan yang bercampur aduk antara sedih dan senang. Sedih setelah mengetahui tentang Alvin dan senang karena bisa membawa makanan yang enak untuk adik-adiknya
"Assalamualaikum"
"Wa alaikum salam, udah pulang kak"
__ADS_1
"Ya sayang, mana Ajeng?"
"Tadi main kak, oh ya udah kak Sekar mau mandi dulu ya sebentar. Ini kak Sekar bawa makanan nanti makan bareng Ajeng ya"
"Ya kak"
Setelah membersihkan dirinya Sekar bersimpuh kepada sang Maha Pencipta, Sekar menumpahkan segala kesedihannya hanya di hadapan Nya setelah melaksanakan sholat seperti yang biasa dia lakukan. Hanya kepada Nya lah dia bercerita akan segala beban hatinya, dia tak ingin ada satu orang pun yang tau tentang hatinya yang sesungguhnya
Selepas sholat isya Sekar pun segera merebahkan tubuhnya karena dia ingin bangun lebih pagi agar tak terulang kejadian kemarin sang bos besar hadir lebih dulu dari pada dirinya, Sekar mencoba sekuat hati melupakan semua kenangan tentang Alvin walaupun itu sangat sulit dia lakukan. Karena Alvin adalah cinta pertama bagi seorang Sekar
Sebelum adzan subuh berkumandang Sekar sudah terjaga dari tidurnya, dia segera membersihkan diri dan menyiapkan sarapan untuk adik-adiknya. Saat adzan subuh berkumandang dia segera membangunkan adik-adiknya dan dia sendiri melaksanakan kewajibannya. Selesai sholat subuh dia segera menemani adik-adiknya sarapan
"Kemarin makanan yang kak Sekar bawa enak banget kak"
"Masa?" tersenyum hangat
"Kalo ada lagi bawa ya kak"
"Ajeng kamu ga boleh gitu dong, kan kasian kak Sekar"
"Maaf ya kak" menundukkan kepalanya
"Ga apa kok sayang, kalo nanti ada lagi dari kantor kak Sekar bawa ya"
"Hore.. Makasih ya kak" Sekar pun melepaskan senyuman terbaik yang dia punya
Sekar melakukan semua tugas-tugasnya dengan cepat, dia benar-benar berharap tak melakukan kesalahan seperti kemarin walaupun sudah jelas itu bukan lah kesalahan dirinya
Selesai Sekar membersihkan seluruh ruangan tersebut termasuk ruang istirahat Nino Sekar pun keluar dari ruangan tersebut, baru saja Sekar keluar dan benar saja hari itu Nino dan Ervan kembali datang lebih pagi ke kantor
"Kamu udah selesai?"
"Sudah pak" tersenyum
Nino langsung melihat jam tangannya dan jam menunjukkan bahwa saat itu baru jam tujuh pagi "Jadi kamu datang jam berapa?"
"Ya udah awas saya mau masuk"
"Silahkan pak" Sekar menyingkir dari depan pintu
Nino masuk ke dalam ruang kerjanya dengan perasaan yang sedikit kesal karena hari ini dia tak bisa melihat Sekar di ruang kerjanya dengan lama
"Buat peraturan baru untuk dia jangan sampai dia masuk ke ruang kerja saya sebelum saya datang"
"Baik pak, apa mau saya buatkan alasan sarapan pak?"
"Dia jam segini udah selesai bersihin semua, pasti dia belum sarapan. Boleh juga aku jadiin itu alasan" tersenyum tipis
__ADS_1
"Saya mau sarapan sandwich dan lemon tea hangat"
"Baik pak" Ervan segera keluar dari ruangan tersebut dan memesankan dua buah pesanan sang bos besar. Lalu memerintahkan Sekar untuk mengantarkan itu semua ke ruangan Nino
Tok..Tok..Tok..
"Masuk"
"Permisi pak"
"Taro aja di meja situ"
"Baik pak" Sekar mulai meletakkan itu semua ke atas meja
"Temenin saya sarapan" melangkahkan kakinya ke arah meja tanpa melihat ke arah Sekar
"Ya ampun ini orang ternyata baik banget ya, tapi kenapa orang-orang semua takut banget sama dia" mendudukkan dirinya setelah sang bos besar duduk
Nino mulai memakan sarapan kesukaannya tersebut lalu melirik sekilas ke arah Sekar "Kenapa ga di makan?"
"Saya lagi bingung pak"
"Kenapa?" mengerutkan keningnya
"Gimana caranya roti kayak begini bisa bikin kenyang?" menatap serius ke arah sandwich, Nino hanya tersenyum tipis mendengar hal tersebut
"Ternyata dia bisa ketawa juga, kirain cuma bisa diam sama kasih perintah doang"
"Kenapa? apa ga pernah liat orang ketawa?" dengan dingin
"Ya pernah lah pak cuma kalo bapak yang ketawa kenapa malah jadi aneh ya, atau sebenarnya dalam hidup bapak jarang ketawa kali ya?" tersenyum
"Kamu lagi ngatain saya ya?" menatap tajam
"Astaga apa orang ini sama kayak sekretaris pribadinya? sama-sama bisa baca pikiran orang lain" ga kok pak" tersenyum canggung
"Terus apa yang kamu pikirin?" mulai memakan sandwich nya
"Saya cuma mau bilang terima kasih pak"
"Untuk?"
"Untuk masalah kemarin pak, terima kasih sudah membela saya" mulai mengambil sandwich dan memakannya
"Masih inget juga bilang terima kasih" mulai hari kamu punya peraturan baru" dengan tegas tanpa menoleh
"Peraturan apa ya pak?"
__ADS_1
"Kamu di larang menangis di hadapan saya"