
Nino dan Sekar sedang duduk di meja makan untuk menyantap sarapan yang telah di sediakan, Nino meminta kepala pelayan untuk mulai melakukan prepare. Sekar hanya bisa menatap Nino dengan perasaan bingung
"Kenapa sayang?" tersenyum
"Buat apa kak?"
"Kita kan pengantin baru jadi harus bulan madu dong"
"Kita ga harus lakuin itu kok kak, aku waktu itu minta Ervan bilang gitu cuma..."
Sekar menghentikan ucapannya karena melihat Nino menggelengkan kepalanya
"Tapi aku mau bikin hidup istri aku jadi sempurna"
"Ya ampun kak, aku ngerasa jadi perempuan yang paling beruntung di dunia ini" berkaca-kaca
"Buat bulan madu sekali ini aku yang nentuin tempatnya ya, tapi lain kali kamu bisa pilih tempat yang kamu suka"
"Memang bulan madu bisa berkali-kali?"
"Ada kalo buat pernikahan kita," sambil tersenyum
Nino melakukan itu semua atas perintah dari Ervan, tetapi mereka sepakat untuk tidak memberitahukan kepada Sekar tujuan utama mereka
Sekar dan Nino sudah mulai keluar dari rumah mewah tersebut dengan Iring-iringan mobil pengawal yang semakin banyak, Nino tak akan memberi kesempatan sekecil apapun untuk seseorang menyakiti Sekar lagi
Dan di tempat lain ada Damar yang sedang menerima panggilan telepon
"Ya"
"Sesuai dugaan bapak, mereka keluar dari rumah"
"Ga mungkin mereka melakukan bulan madu setelah aku lakuin itu, tapi gimana pun juga Nino pasti ingin membuat istrinya bahagia. Berbahagia lah kalian karena sebentar lagi saya akan lakukan hal yang lebih kejam lagi"
"Ok," Damar memutuskan sambungan teleponnya
Sekar selalu tersenyum selama perjalanan tersebut, sedangkan Nino jauh di dalam lubuk hatinya merasa sedikit takut. Dia takut bila rencana mereka akan gagal dan menyakiti Sekar
FLASH BACK
Malam itu Sekar sudah tertidur dengan pulas di dalam pelukan hangat Nino, Nino memandangi wajah Sekar tanpa rasa bosan sama sekali
"Aku ga pernah sangka kalo kamu bisa ada di sini sebagai istri aku yang sah"
Nino meraih ponselnya karena mendengar ada sebuah pesan yang masuk, dan ternyata pesan tersebut di kirimkan oleh Ervan
"Kalo istri kamu udah tidur hubungi saya"
Dengan berat hati Nino memindahkan tubuh Sekar secara perlahan, dia pun turun dari atas kasur secara perlahan dan keluar ke balkon lalu menghubungi Ervan
"Ya"
"Saya sudah bikin keluarga Damar ga akan pernah bisa bangkit lagi"
__ADS_1
"Laki-laki itu gimana?"
"Dia masih belum mau keluar dan saya ga bisa lacak dia ada di mana, jalan satu-satunya kita harus pancing dia keluar"
"Rencana kamu apa Van?"
"Ajak Sekar bulan madu, saya yakin dia akan keluar untuk membuat masalah"
"Saya ga mau libatkan Sekar dalam masalah ini," dengan tegas dan mengepalkan tangannya
"Apa kamu mau selamanya kalian hidup dalam bayang-bayang dia?"
"Tapi Sekar udah cukup menderita Van, saya ga mau melakukan kesalahan yang sama"
"Tolong Nino untuk sekali ini kasih saya kepercayaan, karena saya ingin membalas laki-laki itu melebihi siapapun. Dan saya orang yang akan berdiri paling depan untuk melindungi kalian berdua"
"Bukannya berita bulan madu saya udah di sebarkan"
"Orang lain bisa percaya berita itu, tapi dia ga akan percaya dengan mudah. Karena cuma kita dan dia yang tau kejadian itu"
Nino pun terdiam cukup lama dia sedang memikirkan jalan apa yang terbaik untuk Sekar
"Tapi saya mau Sekar perlu tau tentang ini. Saya ga mau dia jadi ingat kejadian itu lagi"
"Ya kamu cukup ajak Sekar bulan madu, dia ga perlu tau tentang ini semua"
"Ok"
"Saya ada satu permintaan untuk kamu Nino"
"Biarin saya yang lakukan ini semua, jangan kotorin tangan kamu untuk hal kayak gini. Kamu cukup hidup bahagia dengan istri kamu"
"Tapi Van saya mau membalas perbuatan dia"
"Kamu cukup jadi Nino yang sempurna untuk Sekar dan raih kebahagiaan kalian, jangan biarin hal kotor ada di rumah tangga kalian. Saya janji sama kamu saya akan balas semua yang udah dia lakukan ke kalian"
"Makasih ya Van"
Tiba-tiba saja terdengar suara Sekar memanggil nama Nino
"Sekar bangun, saya tutup dulu teleponnya"
"Iya"
Nino pun memutuskan sambungan teleponnya dan segera masuk ke dalam kamar
"Kok bangun?"
"Kamu dari mana kak?"
"Abis terima telepon dari Ervan," menunjukkan ponselnya
Nino membaringkan tubuhnya di samping Sekar dan memberikan pelukan hangat untuk Sekar
__ADS_1
"Ayo tidur lagi,"
Sekar pun membalas pelukan Nino dan membenamkan wajahnya ke dada Nino
"Aku janji akan buat hidup kamu bahagia selamanya, aku akan menghilangkan semua kerikil yang menyakiti kamu" mencium ujung kepala Sekar
FLASH OFF
Iring-iringan mobil Nino sudah mulai berangkat dan menuju ke bandara, dan mereka pun kini sudah berada di dalam pesawat pribadi milik Nino. Sudah pasti masih dengan pengawalan yang super ketat
Setelah mendarat mereka melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil, dan akhirnya mereka pun tiba di sebuah vila yang sangat mewah yang berada di tepi laut
Sekar dan Nino sudah berada di dalam kamar utama yang menghadap langsung ke arah laut, Sekar berdiri di balkon sambil memandang kagum dengan pemandangan yang tersedia. Nino pun mendekati Sekar dan memeluk tubuh Sekar dari belakang
"Kamu suka?"
"Ya kak, rasanya tenang banget"
"Kalo kamu suka kita bisa sering kok datang ke sini"
Sekar memutar wajahnya ke arah Nino sambil memasang wajah sedikit cemberut
"Kenapa?" mengerutkan keningnya
"Pasti kan mahal biaya ke sini dan sewa tempat ini"
Nino pun tersenyum lalu mencium kening Sekar
"Kenapa harus sewa kalo ini punya kita? lagian kalo pun harus bayar berapa pun itu aku mau asal kamu suka," tersenyum
Sekar memutar tubuhnya dan menatap serius ke arah Nino
"Tempat ini punya kamu kak?"
"Bukan punya aku, tapi punya kita"
Sekar pun memeluk tubuh Nino dengan erat
"Kalo gitu kapan-kapan aku bisa ajak Ajeng sama Dimas ke sini ya kak?"
"Boleh tapi ada syaratnya"
Sekar mengangkat kepalanya agar bisa melihat wajah Nino
"Syarat apa kak?"
"Mulai sekarang kamu harus belajar panggil aku sayang, ga boleh panggil kak terus," melepaskan senyuman terbaik yang dia punya
Blush...
Dalam sekejap wajah Sekar langsung merah merona, Nino pun mendekatkan wajahnya ke arah Sekar dan Sekar pun mulai menutup kedua bola matanya. Nino pun mencium bibir Sekar dengan lembut
Sedangkan di tempat yang berbeda Damar sudah mengumpulkan banyak sekali orang dengan uang terakhir yang dia punya, dia ingin membalas Nino dengan sesuatu yang lebih menyakitkan untuk terakhir kalinya
__ADS_1
Beberapa orangnya Damar sudah mulai mengintai vila tersebut, dia sudah memperhitungkan berapa banyak para pengawal yang berada di sana
Setelah mengetahui dengan pasti Damar pun mulai menyusun rencana untuk aksinya, sebuah aksi yang akan mempertemukan dirinya dengan seorang iblis berwujud manusia