Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Bayi Besar


__ADS_3

Selepas kepergian para dokter Ervan pun berpamitan untuk pergi ke kantor, tetapi sebelum itu dia sudah berencana untuk menemui Viona terlebih dahulu


Sedangkan Sekar mengajak Nino untuk menjalankan sholat, dan untuk pertama kalinya Nino menjadi imam bagi Sekar setelah mereka menikah. Setelah itu Sekar selalu melakukan sholat secara berjamaah dengan Nino


Sekar merasa tak mudah untuk melupakan apa yang sudah menimpa dirinya, tetapi dia tetap merasa bersyukur karena di balik tragedi yang telah terjadi dia semakin yakin bahwa cinta Nino sangat tulus kepadanya


Sekar memutuskan untuk mengubur dalam-dalam semua kenangan pahit pada malam itu, dan mencoba merajut bahagia bersama orang yang kini berada di sampingnya


Sedangkan di tempat lain Ervan sudah duduk berhadapan dengan Viona, tanpa mengucapkan apapun tatapan mata Ervan sudah membuat tubuh gadis cantik itu bergetar ketakutan


"Kamu kenal Damar?"


"Ya"


"Apa kamu juga terlibat dengan insiden yang terakhir?"


"Saya berani bersumpah demi apapun, saya ga ikut andil dalam masalah yang Damar buat"


"Dari mana kamu tau dia bikin masalah?" melepaskan tatapan membunuhnya


Air mata Viona pun mengalir dengan sendirinya


"Dia sempat datang ke sini, dan bilang akan balas Nino. Saya berani bersumpah saat itu saya sudah berusaha untuk menghentikan dia," air mata Viona mengalir semakin deras


"Saya yakin perempuan ini berkata jujur"


"Apa dia bilang sama kamu dia tinggal di mana selama di sini?"


"Saya ga tau dia di mana"


"Sebaiknya kamu jawab dengan jujur, sedekat apa hubungan kamu sama dia?" melepaskan tatapan membunuhnya


Tubuh Viona semakin bergetar tekanan yang di berikan oleh Ervan benar-benar membuat dia sulit untuk bernapas


"Aku dulu pasti udah gila berani ganggu orang ini, dia lebih cocok jadi iblis dari pada manusia"


"Damar cuma kenalan lama saya, dia kemarin sempat bilang kalo ternyata selama ini dia suka sama saya. Dia bilang mau balas Nino, tapi saya berani bersumpah demi apapun saya udah berusaha mencegah dia," dengan air mata yang semakin deras


Ervan pun sempat terdiam sejenak memikirkan langkah selanjutnya


"Kalo gitu saya permisi dulu," bangkit dari duduknya


"Tolong jangan ganggu saya dan keluarga saya," menundukkan kepalanya


"Saya bukan orang gila yang akan menyerang orang yang ga bersalah, saya hanya akan membalas orang-orang yang menyakiti Nino," pergi meninggalkan Viona

__ADS_1


Ervan segera menuju ke kantor untuk saat ini dia harus handle semua perkerjaan, karena keadaan Nino yang sedang tidak bisa di ajak kerja sama


Ervan juga sudah memberikan perintah untuk memperbanyak orang yang di kerahkan mencari Damar, dia bertekad akan membalas rasa sakit yang di rasakan oleh Nino dan Sekar


Sedangkan di tempat lain Sekar sedang berusaha


"Ayo kak kita jalan-jalan di taman," tersenyum


Dalam sekejap ekspresi wajah Nino sudah berubah, wajah Nino saat itu menunjukkan bahwa dia mulai merasa ketakutan


"Aku serasa punya bayi besar sekarang"


"Ya udah kalo kak Nino ga mau, aku mau jalan-jalan sendiri aja," mulai bangkit dari duduknya dan dengan cepat Nino langsung memegang tangan Sekar


"Apa ga bisa kita di sini aja?"


"Aku bosen kak di kamar terus, aku jalan-jalan sendiri aja kak. Kak Nino tunggu aku di sini ya"


"Aku temenin kamu"


Sekar pun tersenyum bahagia karena dia sudah tau cara yang ampuh untuk membujuk Nino melakukan apa yang dia inginkan


Mereka pun mulai keluar dari dalam kamar dan semua orang yang bekerja di sana dapat tersenyum lega karena hal tersebut, dan yang merasa paling bahagia adalah sang kepala pelayan


Nino tak memberikan waktu sedikit pun untuk tangan Sekar bergerak bebas, dia selalu menggengam tangan Sekar. Dan kini mereka sudah berada di taman dan duduk di tempat yang dulu mereka pernah duduki


"Bagus ya kak?"


"Aku tau kamu suka taman bunga"


"Kamu memang laki-laki yang tepat buat aku, kamu selalu tau buat isi hati aku"


"Tapi aku gagal jaga kamu dengan baik," menundukkan kepalanya


Sekar langsung teringat akan pesan dokter bahwa Nino harus bisa menghapus pikiran negatif dari dirinya, Sekar pun berdiri tepat di hadapan Nino sontak saja Nino pun langsung menaikkan wajahnya agar bisa memandang ke arah Sekar


Sekar mendekatkan wajahnya ke wajah Nino hingga kening mereka pun saling bertemu


"Aku ga mau dengar itu lagi kak, kamu harus tau aku memang ga ingat kapan aku mulai jatuh cinta sama kamu. Tapi saat ini aku sudah yakin kamu adalah pria terbaik yang Tuhan kirimkan buat aku"


Sekar sudah mulai menutup matanya dan mulai memajukan bibirnya, tetapi yang terjadi Nino memundurkan wajahnya menjauh dari wajah Sekar


"Ya ampun aku harus berbuat sejauh apa? apa kamu kira aku ga malu ngelakuin ini semua?"


Sekar yang sedikit kecewa langsung memutar tubuhnya dan berjalan menjauh, melihat itu Nino langsung berdiri dan meraih tangan Sekar

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" dengan wajah yang panik


"Aku mau cari orang lain yang bersedia aku cium," dengan entengnya


Mendengar hal tersebut Nino tanpa sadar mencengkram tangan Sekar dengan sangat kuat


"Aw... Tangan aku sakit kak," meringis


"Maaf aku ga sengaja," panik dan melepaskan tangan Sekar


"Kak Nino jadi suami jahat banget sih, di cium aja ga boleh sekarang kak Nino nyakitin istri kak Nino sendiri"


"Maaf aku cuma.." menundukkan kepalanya "Aku bingung harus gimana? aku tadi sempat marah waktu kamu bilang.."


Sekar tersenyum dan langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Nino, Sekar berhasil membuat Nino menatap jauh lebih dalam ke matanya


"Denger ya aku punya peraturan baru buat suami tercinta aku ini, kak Nino di larang menolak ciuman dari aku. Kapan pun dan di mana pun saat aku mau cium kak Nino harus setuju," tersenyum


Nino hanya bisa terdiam, dia seakan sedang tersihir oleh senyuman manis Sekar. Sekar mulai menarik leher Nino agar mendekat dan dia pun mensejajarkan tubuh mereka dengan bertumpu pada jari-jari kakinya


Sekar mulai mendekatkan bibirnya dan mencium bibir Nino, Nino yang pada awalnya hanya diam mulai membalas ciuman dari Sekar. Nino menarik leher Sekar agar ciuman mereka semakin dalam, Nino mulai menghentikan ciuman mereka saat merasa Sekar sudah mulai kehabisan napas


"Astaga ciuman dia kok panas banget, katanya ga pernah pacaran" menatap tajam


"Apa aku ada buat salah? maaf ya"


"Jawab jujur, sebelum aku berapa banyak perempuan yang udah deket sama kak Nino?"


"Ga ada, kamu perempuan pertama yang dekat sama aku"


"Terus kenapa kak Nino bisa jago ciuman?"


"Aku belajar," dengan polosnya


"Apa dia kira ciuman ada kursusnya?"


"Belajar sama perempuan mana?" menatap tajam


"Aku belajar dari video kok bukan dari perempuan lain,"


Wajah Sekar saat itu menunjukkan bahwa dia tidak percaya dengan ucapan Nino, melihat hal tersebut Nino pun menundukkan kepalanya


"Aku kan belum pernah lakuin itu semua tapi aku juga ga mau bikin kamu kecewa, jadi sebelum kita nikah aku banyak nonton video buat belajar"


Dhuar... Sekar menjadi malu sendiri mendengar ucapan dari Nino, tapi dia juga merasa bahagia karena hampir semua yang Nino lakukan hanya untuk dirinya. Sekar pun memilih untuk langsung menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan Nino

__ADS_1


__ADS_2