Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Berhati Lembut


__ADS_3

Dengan berusaha menahan amarahnya Nino memutuskan untuk kembali ke rumah sakit, ada terselip perasaan kecewa di dalam hatinya karena ucapan Sekar. Bukan karena Sekar meminta dia melepaskan kedua orang tersebut tetapi karena Sekar dengan mudah mengatakan akan meninggalkan dirinya


Nino dengan langkah yang terasa lemas menyusuri lorong rumah sakit dan menuju ke ruang rawat Sekar, emosi Nino kembali timbul saat melihat papanya berada di dalam ruangan tersebut


"Jadi karena permintaan dari dia?" menatap tajam ke arah Sekar


"Nino papa minta maaf, tapi papa juga ga mungkin diam aja" mulai bangkit dari duduknya


Nino mulai menggila dan menghancurkan semua barang yang tampak oleh matanya, papanya hanya bisa terdiam dan sudah pasti Sekar hanya bisa mentesakan air matanya melihat Nino yang terlihat sedang frustasi


"Karena dia anak teman kamu, kamu jadi manfaatin Sekar..!!"


"Papa minta maaf tapi papa ga tau lagi harus gimana?"


"Keluar dari sini sekarang juga" penuh penekanan


"Tapi.."


"Saya mintain kamu keluar dari sini"


Papanya Nino memutuskan untuk keluar dari tempat itu karena bagaimana pun juga saat itu Nino sedang emosi, dia akan datang lagi saat Nino sudah semakin tenang. Nino hanya diam mematung di depan jendela menghadap ke arah luar ruang rawat Sekar


"Aku buat salah apa sih ke kamu? kenapa kamu siksa aku begini? kalo kamu ga suka sama perbuatan aku kamu bisa bilang ke aku, kenapa kamu harus bilang kamu mau tinggalin aku?" lirih


"Maaf kak"


"Aku tau kamu ga inget apapun tentang aku, tapi aku inget semua. Dan rasanya bener-bener sakit denger kamu ngomong begitu, aku ngerasa aku ini ga ada artinya buat kamu"


"Jadi yang buat kak Nino marah omongan aku yang itu, apa buat kak Nino aku sepenting itu?"


Ternyata saat melihat Nino keadaan Nino yang terpukul hati Sekar merasakan sakit yang teramat besar, tanpa dia sadari dia memaksakan tubuhnya untuk turun dari tempat tidur dan menghampiri Nino. Sedangkan Nino masih belum menyadari bila Sekar saat itu sudah turun dari atas tempat tidur karena sedang larut dalam pikirannya


Tiba-tiba saja Sekar memeluk tubuh Nino dari belakang, Sekar mungkin memang belum mengingat akan kenangan manis antara dirinya dan Nino. Tetapi dia sudah yakin bila Nino adalah orang yang sangat penting bagi dirinya di masa lalu


"Maaf kak"


"Kamu ngapain turun dari tempat tidur?" Nino sudah mau memutar tubuhnya karena khawatir, tetapi Sekar semakin mengeratkan pelukannya

__ADS_1


"Aku mau minta maaf kak, aku ngomong itu ga pikirin perasaan kak Nino dulu. Tadi aku cuma berpikir cara hentiin kak Nino lakuin itu, aku ga mau kak Nino melakukan sesuatu yang akan jadi penyesalan di sisa hidup kak Nino"


"Apa kamu beneran lakuin itu karena kamu mikirin aku? kamu ga tau Sekar sebahagia apa hati aku saat ini saat kamu peluk aku. Aku mau liat sejauh apa pengakuan dari kamu"


Nino memilih untuk menepikan sejenak rasa khawatir yang dia rasakan, karena dia yakin masih banyak kata-kata yang akan di ucapkan oleh Sekar sehingga Sekar memberikan isyarat untuk tidak memotong ucapannya


"Aku yakin kak Nino juga pasti sadar kan kalo aku takut sama kak Nino tadinya, aku ga mau selamanya aku harus semakin takut sama kak Nino"


"Aku memang ga bisa inget apapun tentang kita kak, tapi aku udah yakin kak Nino orang yang penting di hidup aku. Kalo aku ga bisa inget semua cerita kita dulu, kenapa kita ga mulai cerita kita yang baru aja kak?"


"Ya aku mau lakukan apapun buat kamu, termasuk memulai cerita baru kita" tersenyum bahagia


"Sekali lagi aku minta maaf ya kak, kalo kak Nino masih marah juga sama aku biar aku.." Sekar langsung menghentikan ucapannya karena Nino memaksa melepaskan tubuhnya dari pelukan Sekar dan menatap dirinya dengan sendu


"Kamu mau bilang apa? kamu mau bilang lagi kalo kamu mau pergi tinggalin aku" Sekar menjawab dengan menggelengkan kepalanya


"Terus kamu mau bilang apa?"


"Aku mau bilang kalo aku bakal minta maaf terus ke kak Nino sampe kak Nino mau maafin aku" dengan polosnya


"Maaf ya kak" menundukkan kepalanya


Nino langsung memeluk tubuh Sekar dengan lembut, seakan menunjukkan bahwa dirinya sangat takut kehilangan Sekar


"Tolong janji satu hal sama aku"


"Apa kak?" mengangkat wajahnya


"Ga perduli kamu ingat atau ga sama masa lalu kita, jangan pernah tinggalin aku. Walaupun cuma omongan kamu ga boleh lakuin itu lagi"


"Iya kak"


Nino mencium kening Sekar dengan lembut seperti yang dulu selalu dia lakukan, Nino membantu Sekar untuk kembali ke tempat tidur. Kini Nino sudah tak perlu lagi menjaga jarak dengan Sekar karena Sekar sudah memberikan dia izin untuk duduk di sampingnya


Nino sudah menawarkan Sekar agar pindah ke ruangan lain, tetapi Sekar menolak karena tak enak hati melihat ruang rawatnya sudah perak poranda. Akhirnya Nino memerintahkan orang-orangnya untuk mulai merapikan ruangan tersebut


Saat Nino memperhatikan orang-orang yang sedang merapikan ruangan tersebut Nino sempat melihat menu sarapan Sekar yang ikut berhamburan di lantai, Nino langsung memerintahkan orang untuk menyiapkan sarapan Sekar terlebih dahulu. Dan tak butuh waktu yang lama menu sarapan untuk Sekar sudah tersaji di ruangan itu

__ADS_1


Di saat semua orang masih merapikan ruang rawat Sekar, Nino sudah duduk di samping Sekar dan bersiap untuk menyuapi Sekar makan


"Aku bisa sendir kok kak" Sekar merasa malu karena di tempat itu ada banyak orang


"Tadi kamu bilang apa waktu telpon aku?"


"Tapi kak malu banyak orang" dengan suara pelan


"Apa karena aku lebih tua dari kamu ya? makanya kamu malu kalo aku suapin kamu"


"Akh.. Kok jadi keliatan sedih lagi sih?"


Dan karena melihat ekspresi wajah Nino yang seperti bersedih, Sekar langsung membuang semua rasa malu yang ada di dalam hatinya dan hap Sekar menyambar makanan tersebut. Nino pun tersenyum tipis


"Aku sekarang tau kamu mungkin lupa sama aku tapi perasaan kamu tetap sama, kamu perempuan yang berhati lembut itu juga salah satu yang membuat aku suka sama kamu"


Seluruh ruang rawat Sekar kini sudah kembali normal seperti semula, dan semakin lama hubungan mereka pun menjadi membaik. Kini Nino mempunyai sebuah jurus andalan untuk meluluhkan hati Sekar yaitu dengan memasang wajah sedih


"Boleh aku tanya sesuatu kak?"


"Kamu mau tanya apa?"


"Gimana sama mereka?"


"Aku minta Ervan bawa mereka ke kantor polisi, tapi kalo mau jujur aku lebih suka hukum perempuan itu pake tangan aku sendiri"


"Apa karena dia bikin aku begini?"


Nino membuang nafasnya dengan kasar dan mulai menatap Sekar dengan serius


"Kamu ga tau Sekar, gimana takutnya aku waktu liat kamu belum bangun? gimana sakitnya hati aku waktu kamu ga bisa inget aku? apalagi kamu ga mau aku deket kamu. Aku ngerasa kehilangan kamu secara ga langsung"


"Maaf ya kak" lirih


"Tapi aku seneng kok sekarang semuanya udah baik-baik aja"


Nino melepaskan senyuman terbaik yang dia punya

__ADS_1


__ADS_2