Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Berubah Lebih Berani


__ADS_3

Ervan benar-benar tak bisa percaya dengan apa yang baru saja dia dengar, seorang Nino Erlangga bisa bertanya hal sebodoh itu


"Astaga Nino, saya kira ada masalah yang terlewatkan sama saya"


"Saya rasa enggak mungkin jadi gila pak"


"Terus kenapa saya jadi kayak orang gila kalo mikirin tentang Sekar ya? kamu tau Van rasanya saya mau dia hanya diam di dalam rumah supaya ga ada satu pun orang yang bisa lihat dia, cuma saya yang boleh lihat dia. Saya jadi seperti orang gila Van"


"Kamu tau Van tadi di rumah sakit rasanya saya udah mau meledak lihat dia tertawa sama laki-laki lain, saya merasa cemburu yang berlebihan dan banyak melakukan hal bodoh. Saya takut akhirnya dia akan pergi karena kesalahan yang saya buat Van"


"Itu karena kamu terlalu lama menutup hati kamu, saat kamu menemukan seseorang yang bisa menggerakkan hati kamu akhirnya kamu jadi begini"


"Saran saya cuma satu," menepuk pundak Nino "Dalam suatu hubungan harus ada yang namanya rasa saling percaya, kamu harus belajar untuk kendaliin rasa cemburu kamu. Jangan membuat perempuan itu merasa terlalu kamu kekang"


"Apa saya salah Van?"


"Ga salah kok kita cemburu ke pasangan kita, asal jangan berlebihan"


"Jadi saya harus gimana?"


"Dasar Nino untuk urusan bisnis boleh kamu menjadi yang nomor satu, tapi untuk urusan cinta kamu seperti anak kecil"


"Jangan pernah bosan bilang kalo cinta sama dia, tunjukin rasa cinta kamu dengan perbuatan. Dan yang terpenting kamu harus bisa membuat dia merasa di hargai, kalo kamu udah lakuin itu semua selamanya dia ga akan pergi dari kamu"


"Mama dulu selalu lakuin itu Van, tapi papa tetap pergi tinggalin kami"


"Ternyata bayang-bayang masa kecil kamu masih belum bisa pergi dari ingatan kamu ya, saya harap selamanya Sekar akan selalu berada di samping kamu. Jika Sekar pergi dari kamu saya yakin sekali kamu akan lebih terpuruk lagi"


"Apa kamu ga yakin kalo Sekar itu perempuan baik?"


Nino langsung memutar wajahnya ke belakang dan menatap tajam ke arah Ervan


"Sekar itu..." Nino langsung menghentikan ucapannya karena melihat Ervan yang tiba-tiba tersenyum


"Kamu udah tau jawabannya"

__ADS_1


"Kenapa makin lama aku ngerasa Ervan kayak paranormal ya? dia bisa tau semua langkah aku"


"Aku cuma takut Van, kamu harus janji satu hal sama saya. Kamu harus selalu ingatkan saat saya melakukan kesalahan, karena saya rasa saya ga akan sanggup kehilangan dia Van"


"Saya janji Nino saya akan berusaha menjaga kalian berdua dengan baik, saya akan membuat Sekar selalu menjadi cahaya di dalam hidup kamu"


"Baik pak"


Pintu tempat Sekar sedang di rias pun terbuka dengan cepat Nino langsung bangkit dari duduknya, dia bersiap melihat Sekar yang akan tampil sempurna pada saat itu. Secara perlahan Sekar mulai keluar dari ruangan tersebut, dan benar saja Nino bahkan tak ingin mengedipkan matanya sama sekali melihat kecantikan Sekar pada saat itu


"Gimana pak Nino? gaun nya sesuai kan dengan harapan pak Nino?"


Nino tak menjawab sama sekali dia hanya mulai melangkahkan kakinya ke arah Sekar, Nino memberikan tatapan lembut kepada Sekar


"Kamu cantik banget"


Sekar terlihat tersipu oleh sikap dan ucapan Nino


"Rasanya aku ga akan ikhlas ada orang lain yang liat kecantikan kamu ini, tapi aku harus lakuin ini semua supaya semua tau bahwa Sekar Atmadja sudah resmi menjadi milik Nino Erlangga"


Setelah Sekar kembali mengganti pakaiannya, Nino pun mengantarkan Sekar tanpa di dampingi oleh Ervan. Ternyata saat itu Nino tidak langsung mengantarkan Sekar ke kediamannya tetapi Nino membawa Sekar taman mawar di mana dia melamar Sekar. Dan kini mereka sudah duduk di bangku di tengah taman tersebut


"Sebentar lagi kamu akan sepenuhnya jadi milik aku, apa aku boleh minta sesuatu dari kamu?"


"Kak Nino mau minta apa dari aku kak?" Sekar pun menatap serius ke arah Nino


"Kamu harus tau aku tulus cinta sama kamu, aku cuma minta satu hal ke kamu. Apapun kesalahan yang aku perbuat nanti di masa depan tolong jangan pernah tinggalin aku"


"Aku tau kak saat ini kak Nino lagi menyatakan perasaan kak Nino dengan tulus ke aku, tapi aku juga lihat ketakutan dari mata kak Nino. Apa sebenarnya yang kak Nino takutin? apa yang udah kak Nino lalui di masa lalu? mungkin aku yang dulu udah tau cerita kak Nino, tapi aku yang sekarang ga ingat apapun kak"


"Aku janji kak, aku akan berusaha sekaut tenaga untuk mempertahankan hubungan kita"


"Apa kamu ada permintaan sama aku?"


"Aku mau tau semua kisah masa lalu kak Nino," dengan yakin sedangkan Nino langsung mengerutkan keningnya

__ADS_1


"Aku udah cerita semua tentang aku ke kamu kok"


"Iya aku yang dulu kak, aku yang sekarang ga ingat apapun"


"Maaf aku lupa, iya kamu yang sekarang berbeda sama kamu yang dulu," Nino pun akhirnya bisa tersenyum


"Apa bedanya kak?"


"Kamu yang sekarang jauh lebih berani sama saya"


"Terus kak Nino lebih suka aku yang sekarang apa aku yang dulu?" melepaskan senyuman terbaik yang dia miliki


"Yang aku suka kamu, ga perduli apapun yang terjadi aku akan tetap suka sama kamu," dengan yakin


"Curang banget sih, aku mau goda kak Nino kok jadi malah aku yang di godain sih"


Secara perlahan Nino mulai menceritakan semua kisah hidupnya kepada Sekar seperti dahulu kala, tak ada satu pun cerita hidupnya yang dia tutupi dari Sekar. Dan saat itu ke dua mata Sekar sudah mulai berkaca-kaca


"Jadi itu alasannya kak Nino selalu ketakutan aku pergi tinggalin dia, pasti waktu aku terbaring ga sadarkan diri kak Nino juga sedih banget. Aku ga sangka jalan hidup kak Nino cuma bergelimang harta tanpa ada kehangatan di dalamnya"


Sekar langsung memeluk tubuh Nino dengan erat saat Nino menyelesaikan cerita tentang hidupnya


"Mulai sekarang kak Nino harus yakin sama aku, selama aku masih bernapas aku akan selalu ada di samping kak Nino, selamanya hati aku cuma milik kak Nino"


Nino pun tersenyum bahagia dan membalas pelukan dari Sekar


"Tapi aku kok ga percaya ya?"


Sekar langsung melepaskan pelukannya dan mendudukkan dirinya dengan benar sambil memandang serius ke arah Nino


"Kok kak Nino bisa bilang begitu?"


"Soalnya panggilan sayang kamu aja cuma sebentar, sekarang kamu udah panggil aku kak Nino lagi"


"Panggilan itu ga penting kak, yang terpenting itu yang ada di dalam hati kita," dengan yakin

__ADS_1


"Kamu memang berubah, aku yakin kamu yang dulu ga akan seberani ini sama aku" Nino pun menarik tubuh Sekar agar jatuh ke dalam pelukannya


__ADS_2