
Sekar menunjukkan sikap manja seperti biasanya tanpa rasa malu sedikit pun di hadapan Ervan dan istrinya, Ervan sudah terbiasa melihat hal tersebut tetapi lain hal dengan Citra. Saat itu Citra terlihat sedikit sedih melihat itu semua, karena Ervan tak pernah sekali pun menunjukkan sikap seperti itu
Selesai makan siang Ervan tak langsung kembali ke kantor, dia memilih untuk mengantar istrinya pulang ke rumah. Di sepanjang perjalanan hanya ada suara musik yang terdengar pelan, tanpa sepatah kata pun keluar dari bibir mereka berdua hingga mereka tiba di kediamannya
"Kamu mau balik ke kantor kan kak? hati-hati ya aku duluan"
Citra pun turun dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, Ervan hanya bisa terdiam melihat punggung istrinya menghilang dari balik pintu
Hal tersebut sudah biasa Citra lakukan karena dia yakin bagi suaminya Nino dan pekerjaan adalah hal yang yang paling penting, di antar pulang di sela jam kerja saja sudah menjadi suatu keajaiban di dalam hubungan mereka
Ervan sudah akan kembali ke kantor tetapi tiba-tiba saja niat nya berubah, dia mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Nino bahwa dia tak akan kembali ke kantor
Citra yang sudah berada di dalam kamar dan mengganti pakaiannya, dia pun terkejut karena tiba-tiba saja pintu kamar terbuka dan Ervan yang masuk ke dalam mereka
"Kok belum pergi kak? apa ada yang ketinggalan?"
Ervan hanya terdiam sambil terus memandangi istrinya, Ervan pun terlihat mulai mengeraskan rahangnya pada saat itu
"Kenapa nih? aduh jangan-jangan kak Ervan mau marah karena aku tadi duduk dekat kak Tristan"
Dengan langkah yang pasti Ervan mulai berjalan mendekat ke arah Citra, Citra pun semakin merasa tertekan dengan aura yang di keluarkan oleh suaminya
"Kamu kenapa kak?" dengan suara yang mulai bergetar
Dengan perasaan takut Citra mulai memundurkan langkahnya ke belakang, sedangkan Ervan hanya terus berjalan mendekat ke arah dirinya tanpa mengeluarkan suara sama sekali
"Masalah tadi aku bisa jelasin kok kak, kita omongin semuanya baik-baik ya"
Ervan tetap memasang wajah datar dan terus melangkahkan kakinya mendekat ke arah Citra, hingga Citra tak lagi dapat melangkah mundur karena tubuhnya sudah bertemu dinding
"Maaf kak aku bisa jelasin semuanya" memejamkan kedua bola matanya
Saat itu Citra berpikir kalau Ervan mengeraskan rahangnya karena marah terhadap dirinya, tetapi apa yang dia pikirkan itu sebuah kesalahan karena Ervan sedang marah kepada dirinya sendiri. Dia sedang marah karena bibirnya dan sikapnya tak pernah bisa memanjakan wanita yang berada di hadapannya itu
__ADS_1
Tubuh Citra sudah bergetar dengan hebat, pada saat itu rasa takut telah menguasai hatinya. Bahkan mata Citra pun sudah mulai berkaca-kaca
"Aku minta maaf kak, aku salah"
Saat itu Citra hanya bisa pasrah dengan apapun yang akan Ervan lakukan, dan tiba-tiba saja seluruh rasa takutnya menghilang karena dia merasakan Ervan memeluk tubuhnya dengan erat. Secara perlahan Citra pun mulai berani untuk membuka matanya
"Aku yang salah selama ini, aku ga pernah bisa menghargai rumah tangga kita. Aku fikir dengan aku ga akan pernah meninggalkan kamu itu sudah cukup, dan ternyata aku salah selama ini"
Tanpa menunggu perintah terlebih dahulu air mata Citra pun mengalir dengan sendirinya, ada perasaan bahagia yang tak bisa dia ungkapkan pada saat itu
"Mulai sekarang aku akan berusaha untuk berubah, jadi tolong jangan pernah tinggalin aku"
Citra pun membalas pelukan hangat dari Ervan, dia tidak pernah menyangka bila suaminya akan melakukan hal tersebut. Bagi Citra apa yang Ervan lakukan saat itu, sudah cukup untuk membayar semua kesalahannya selama ini
Ervan mulai mengajak Citra untuk duduk di tepi ranjang, Ervan merasa harus membahas semuanya karena dia telah menyadari pentingnya Citra bagi dirinya
"Mulai sekarang jangan terlalu dekat dengan laki-laki mana pun, aku ga suka lihat kamu dekat dengan laki-laki lain"
"Iya kak" tersenyum
"Ternyata cara yang Sekar anjurkan memang ampuh"
"Iya kak"
"Apa kamu bisa janji satu hal sama aku?"
Citra pun menjawab dengan anggukkan kepalanya
"Mulai sekarang apapun yang kamu ga suka dari aku, kamu harus bilang sama aku. Biar aku bisa tau juga letak kesalahan aku"
Citra pun melepaskan senyuman yang terlihat aneh
"Kenapa?" mengerutkan keningnya
__ADS_1
"Banyak banget kak, aku bingung harus bilang yang mana duluan?"
"Ternyata aku separah itu jadi seorang suami, aku harus berusaha lebih keras lagi"
"Terus kenapa kamu bisa bertahan selama ini sama aku?"
"Karena kamu adalah laki-laki itu, laki-laki yang ga aku kenal dan bersedia menjadi suami aku" dengan yakin
Ervan pun memberikan tatapan mata dan senyuman yang terlihat aneh, Citra paham betul maksud Ervan pada saat itu
"Ini masih siang kak, apa kak Ervan ga balik lagi ke kantor?"
"Aku udah bilang ke Nino kalo aku ga akan balik ke kantor"
"Tumben amat, selama ini kamu ga pernah begini"
"Karena saat ini aku cuma mau kamu" berbisik
Pipi Citra menjadi merah karena tersipu, setelah bertahun-tahun menikah ini pertama kalinya Citra tersipu oleh ucapan Ervan. Ervan mulai menatap mata Citra
"Apa boleh?"
Dengan malu-malu Citra menganggukkan kepalanya, Ervan mencium bibir istrinya secara lembut dan semakin lama ciuman itu pun menjadi panas. Ervan pun mulai menarik leher istrinya agar ciuman merek semakin dalam
Mereka memang sudah berhasil mempunyai seorang anak, tetapi saat itu bahkan ciuman mereka terasa sangat berbeda dengan biasanya. Karena mereka berdua merasa seperti sepasang kekasih yang baru saja menikah, ada perasaan saling bergejolak di dalam dada mereka berdua
Ervan melakukan tugasnya satu persatu secara lembut, dia hanya berusaha untuk memberikan semua yang terbaik di dalam hubungan itu. Citra benar-benar di buat tak berdaya dengan semua yang Ervan lakukan
Ervan pun menjatuhkan dirinya yang sudah lemas di samping tubuh istrinya, dan untuk pertama kalinya dia memeluk tubuh Citra yang masih polos setelah melakukan hal itu
"Terima kasih ya, terima kasih karena kamu sudah sabar menunggu aku selama ini"
Citra membenamkan wajahnya ke dada Ervan sambil membalas pelukan hangat suaminya, Ervan pun mencium ujung kepala istrinya dengan lembut
__ADS_1
"Ini bukan pertama kalinya aku melakukan hal ini sama dia, tapi baru sekali ini aku merasakan sesuatu yang berbeda. Maaf karena aku ga akan pegang lagi janji aku yang dulu, karena mulai sekarang kamu cuma milik aku"