
Brak... Brak... Serangan teratur yang sangat epik di sajikan oleh pasukan yang sedang menyerang markas Ricardo, dalam sekejap seluruh anak buah Ricardo sudah tak dapat memberikan perlawanan. Hal tersebut sudah pasti karena mereka semua sudah tidak memiliki semangat bertempur
Seluruh anak buah Ricardo sudah di kumpulkan di dalam satu ruangan, Nino dan Ervan masuk ke dalam bangunan tersebut ketika semua orang sudah mulai menyerah
"Bagaimana?"
"Maaf pak kami sudah memeriksa semua ruangan tetapi kami tidak berhasil menemukan ibu Sekar, hanya ada seseorang di ruangan bawah tanah"
"Siapa?"
"Seorang pria pak"
Nino langsung memasang wajah murka ke arah seluruh anak buah Ricardo, tetapi tetap tak terlihat rasa takut di mata mereka. Hanya terlihat rasa kesedihan di mata mereka semua
"Katakan di mana kalian sembunyikan istri saya!!"
Semua hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya, Nino sudah tak bisa lagi menahan emosinya dia mulai melangkahkan kakinya ingin mendekati anak buah Ricardo. Tetapi tiba-tiba saja Ervan menarik tangan Nino dan memberikan Nino sebuah ponsel
"Sekar"
Mendengar nama istrinya dengan cepat Nino meraih ponsel tersebut
"Sayang" dengan suara yang terdengar seperti sedang menangis
"Kamu di mana?"
"Aku di rumah sakit sayang, adik kamu sayang.. Dia..."
Suara Sekar pun menghilang dan hanya terdengar suara tangisan yang pilu
FLASH BACK
Sesaat sebelum Alvin melesatkan tembakan nya ternyata Ricardo menarik tubuh Sekar, dan membiarkan tubuhnya menjadi penghalang bagi peluru yang sedang melesat sambil tersenyum ke arah Sekar
Bruk... Tubuh Ricardo terjatuh ke lantai dan mengalirkan darah segar, sedangkan Alvin tertawa lepas dan mulai mengarahkan senjata yang berada di tangannya ke arah kepalanya. Dan anak buah Ricardo segera menaklukkan Alvin
"Kamu ngapain?"
__ADS_1
"Apa seorang adik akan diam saja melihat kakak dan ponakan nya dalam bahaya?" memaksa untuk tersenyum
"Akh!! tolong..!!"
Semua anak buah Ricardo langsung berdatangan melihat keadaan sang bos besar yang sedang terkapar tak berdaya, mereka semua seperti sedang melihat seseorang yang sangat berharga bagi hidup mereka terluka
"Ngapain kalian semua di sini? cepat bantu saya bawa dia ke rumah sakit!! kalau terjadi sesuatu sama adik saya kalian ga akan selamat dari saya!!"
Entah apa yang membuat Sekar bisa berucap seperti itu, yang ada di dalam pikiran saat itu hanya bagaimana bisa membawa Ricardo secepatnya ke rumah sakit. Dan semua orang langsung tersadar dan segera menyiapkan helikopter untuk membawa Ricardo keluar dari pulau tersebut
Sekar pun ikut di dalam helikopter tersebut dan ada beberapa anak buah Ricardo yang lainnya, selama di perjalanan Sekar terus memarahi mereka semua. Hingga mereka semua seperti melihat sosok Ricardo di dalam sosok Sekar
Sesampainya di rumah sakit Ricardo langsung mendapatkan penanganan pertama, dan tiba-tiba saja sang dokter keluar. Sekar dan yang lainnya segera menghampiri dokter tersebut
"Bagaimana keadaan adik saya dok?"
"Pasien mengalami pendarahan hebat dan peluru tersebut mengenai bagian vital pasien, kami harus melakukan operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh pasien"
"Lakukan semua terbaik untuk adik saya dok"
"Tapi kami mengalami sedikit masalah, karena golongan darah pasien bisa di bilang termasuk golongan darah yang langka. Kami sudah menghubungi bank darah terdekat dan sedang tidak ada stok golongan darah pasien"
"Tolong siapkan segala keperluan untuk melakukan operasi nya dok, saya yang akan mencari donor darah nya"
"Baik kalau begitu silahkan tanda tangan"
Setelah sang dokter pergi Sekar langsung menatap tajam ke arah para anak buah Ricardo yang berada di sana
"Mana handphone kalian?"
Semua masih terdiam karena merasa bingung, mereka yakin bahwa Sekar akan menghubungi suaminya
"Kalian mau tunggu adik saya ga bisa di selamatkan?!!" menaikkan volume suaranya
Salah satu dari mereka langsung mengeluarkan ponselnya dan memberikan ponselnya tersebut kepada Sekar
FLASH OFF
__ADS_1
"Kamu tenang dulu sayang, aku ke sana sekarang"
Nino segera bergegas ke rumah sakit dan sudah pasti Ervan akan mengikuti Nino karena di tempat itu pun dia tak bisa menemukan Ricardo, Nino pun tiba di sana dengan pengawalan yang sangat ketat dan berhasil membuat nyali para anak buah Ricardo menciut. Tetapi tiba-tiba saja salah satu dari mereka berlutut di hadapan Nino
"Saya bersedia menerima semua hukuman dari kalian semua, tapi sebelum itu saya mohon selamatkan bos kami"
Yang lain pun secara serentak ikut berlutut di hadapan Nino, Nino hanya bisa mengerutkan keningnya melihat itu semua. Sedangkan Ervan langsung mendekat ke arah Nino dan berbisik
"Selamatkan dia, karena saya yang harus membalas dia"
Sekar langsung berjalan mendekat ke arah Nino dengan air mata yang mengalir dengan deras, Nino pun langsung mendekap tubuh Sekar dengan erat
"Maaf sayang, aku terlambat datang" dengan suara yang pelan
"Kamu harus selamatkan dia sayang, dia orang yang sudah menyelamatkan aku dan anak kita" dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan
"Kenapa semua orang di sini kompak minta aku selamatkan anak ini? bahkan Ervan meminta hal yang sama walaupun tujuan dia berbeda"
Semua orang menunggu di depan ruang operasi, Nino tak mau sedikit pun melepaskan pelukannya dari tubuh istrinya. Setelah merasa lebih tenang Sekar pun mulai menceritakan semua tentang kejadian yang ada, Ervan pun langsung terbakar oleh emosi begitu mendengar apa yang sebenarnya terjadi
Ervan segera memberikan perintah kepada orang-orang yang masih berada di markas Ricardo untuk membawa Alvin bersama mereka, dia pun meminta izin untuk meninggalkan Nino karena urusan dia belum selesai
Nino pun mengerti apa yang sedang di rasakan oleh Ervan dan mengizinkan Ervan untuk pergi, dan tak berapa lama papanya Nino pun sudah berada di sana. Bagaimana pun kini darah dagingnya sedang bertarung dengan maut, dan saat papanya Nino tiba Sekar sudah tertidur dengan pulas bersandar di bahu Nino
"Gimana keadaan istri kamu?"
"Dia baik-baik aja pah, dia di rawat dengan baik di sana"
"Gimana keadaan adik kamu?"
"Dokter lagi melakukan operasi, peluru nya mengenai bagian yang vital. Kita di minta dokter untuk terus berdoa"
Terlihat kesedihan di wajah papanya Nino saat itu
"Papa tenang ya, aku yakin dia anak yang kuat. Dia pasti akan selamat"
"Kenapa kamu bisa melangkah sejauh ini nak? kamu harus selamat nak, ga akan ada orang tua yang kuat melihat anaknya pergi lebih dulu. Kamu harus dengar papa sekali ini"
__ADS_1
Di dalam sana Ricardo sedang berjuang antara hidup dan mati, sedangkan di luar ruangan semua orang sedang berdoa dan berharap dia akan selamat