
Hari itu Nino membawa Sekar ke suatu tempat, Sekar sudah mencoba bertanya berulang kali kepada Nino mereka akan pergi ke mana? tetapi Nino tak mau menjawab dan hanya membalas dengan senyuman
Sesampainya di sana Nino menggenggam tangan Sekar dan mereka berdua menuju ke tengah taman tersebut, taman yang sangat cantik karena di penuhi dengan bunga mawar merah yang sedang bermekaran
"Kamu suka tempat ini?"
"Ya kak bagus" memandang kagum ke arah bunga-bunga
"Ini hadiah dari aku buat kamu"
"Buat aku kak?" mengerutkan keningnya
"Mungkin kamu ga ingat kamu pernah datang ke rumah aku dan waktu itu aku langsung tau kamu suka taman bunga, di waktu yang lain aku juga pernah tanya bunga apa yang paling kamu suka? kamu bilang kamu suka bunga mawar"
Sekar hanya mendengarkan dengan seksama karena bayangan tentang kejadian itu belum dapat dia ingat kembali
"Waktu itu aku sempat berpikir mau kasih kamu bunga mawar setiap hari, tapi aku pikir lagi aku harus kasih sesuatu yang spesial buat kamu. Karena kamu perempuan yang spesial buat aku, aku cinta kamu Sekar"
Sekar hanya bisa terdiam dengan mata yang mulai berkaca-kaca karena terharu, lalu tiba-tiba saja terdengar suara helikopter melintas di atas mereka dan kelopak bunga mawar mulai bertaburan di atas mereka
Sekar mengangkat kedua telapak tangannya setinggi bahu untuk menangkap kelopak mawar tersebut sambil tersenyum bahagia, lalu Nino pun berlutut di hadapan Sekar membuat Sekar menghentikan aksinya dan menatap serius ke arah Nino. Nino mulai berbicara kembali setelah helikopter tersebut mulai menjauh
"Aku ga bisa untuk janji seumur hidup kamu menemani kamu, tapi aku bisa berjanji selama aku bernafas aku akan selalu ada di samping kamu. Aku akan berusaha menjadi imam yang baik untuk kamu dan berusaha membuat kamu bahagia, jadi tolong kasih aku kesempatan untuk bisa lakuin itu semua"
Sekar hanya bisa terdiam dan air matanya pun mulai mengalir karena bahagia, Nino mengeluarkan sebuah kotak dari dalam saku celana dan membuka kotak tersebut dan isinya adalah sebuah cincin
"Will you marry me?"
Sekar benar-benar tak dapat mengeluarkan sepatah kata pun dari bibir merahnya, dia hanya bisa menjawab dengan anggukkan kepala dan air mata yang terus mengalir karena bahagia. Nino pun memasang kan cincin yang baru di jari manis Sekar. Dia pun mulai bangkit dan memeluk tubuh Sekar dengan erat
"Terima kasih sudah memberikan aku kesempatan untuk jadi pendamping hidup kamu selamanya"
Hari demi hari terus berlalu Nino dan Sekar sudah mulai untuk mempersiapkan acara pernikahan mereka, satu demi satu persiapan mereka pun mulai di siapkan dengan baik
__ADS_1
Sementara kasus Viona masih terus berjalan, papa Viona dan Jonathan sudah mulai kehilangan akal karena pihak pengacara sudah berjanji akan melakukan yang terbaik, tetapi tidak dapat menjamin kebebasan Viona karena para pelaku akan memberikan kesaksian untuk memberatkan Viona termasuk sang supir yang sudah sadarkan diri
Hari itu Sekar akan melakukan fitting gaun pengantin, Sekar sudah di jemput oleh seorang supir dan sudah pasti beberapa pengawal yang mengikuti dari belakang. Sekar dan Nino sudah berjanji untuk bertemu di salah satu butik yang ternama. Tiba-tiba saja Sekar melihat seseorang yang tampak kesakitan di pinggir jalan dan terus memegang dadanya
"Stop Pak," Sekar Secara tiba-tiba memukul belakang bangku sang supir dan supir tersebut langsung menghentikan mobilnya
Tanpa menunda waktu Sekar langsung turun dari mobilnya dan menghampiri orang tersebut, dan sudah pasti para pengawal yang mengikuti dari belakang langsung ikut turun dan menghampiri Sekar
"Bapak kenapa?"
"Dada saya sakit," dengan suara yang terputus-putus menahan rasa sakit yang dia rasakan
"Cepat bawa bapak ini ke mobil depan, kita bawa bapak ini ke rumah sakit sekarang juga," memerintahkan para pengawal
"Tapi ibu lagi di tunggu di butik bu," para pengawal itu takut bila Ervan akan menghukum mereka, karena tak menjalankan tugas mereka dengan baik
"Nyawa seseorang lebih penting dari pada apapun," dengan yakin dan tatapan mata yang tajam
Mereka tau dengan pasti bahwa Sekar adalah kesayangan dari bos besar mereka, tanpa berpikir panjang mereka langsung menaikkan orang tersebut ke mobil yang Sekar tumpangi. Mobil Sekar dan para pengawal berubah haluan menjadi ke rumah sakit
Sedangkan Nino yang sangat bersemangat ternyata sudah tiba sedari tadi di butik tersebut, dia sudah membayangkan melihat Sekar menggunakan pakaian pengantin yang akan dia gunakan nanti. Dan tak lama kemudian Ervan menerima laporan dari para pengawal Sekar
"Perempuan ini bisa ga sih ga berbuat yang aneh-aneh, seharusnya dia bisa kirim aja orang itu pake mobil lain. Kenapa jadi dia yang ikut ke rumah sakit? tapi ya mau gimana lagi? sikap seperti ini yang membuat Nino mencintai perempuan aneh itu"
Ervan langsung menyampaikan kepada Nino kabar yang baru saja dia terima, dan Nino pun tersenyum tipis seperti dugaan Ervan
"Ayo kita ke sana jemput calon pengantinperempuannya" mulai bangkit dari duduknya sambil tersenyum
"Baik pak"
Begitu tiba di rumah sakit orang tersebut langsung mendapatkan penanganan pertama, Sekar masih setia berada di sana dan tiba-tiba ada seorang pria muda yang tiba di sana juga
"Maaf kamu yang tadi angkat telpon papa saya ya"
__ADS_1
"Oh ya"
"Terima kasih ya, tadi saya lagi ke apotek buat ambil obat papa"
"Sama-sama kak" tersenyum ramah
Dokter pun sudah keluar dari ruang penanganan, dan sudah Sekar bersama anak dari orang tersebut langsung menghampiri sang dokter
"Gimana keadaan papa saya dok?"
"Pasien terkena serangan jantung tapi saat ini keadaan pasien sudah stabil, untung saja pasien segera di bawa ke rumah sakit jika terlambat sedikit saja bisa membahayakan nyawa pasien"
"Syukur deh orang itu bisa selamat, sekarang aku bisa selamat ga ya dari kak Nino?"
"Terima kasih dok"
"Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu"
"Ya dok"
"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih ya, saya ga tau gimana jadinya kalau seandainya kamu ga segera bawa papa saya ke rumah sakit. Papa memang punya riwayat penyakit jantung, papa juga ga kasih tau kalau ternyata obat yang biasa dia konsumsi habis"
"Ga apa kok kita sesama manusia kan memang harus saling menolong, lain kali lebih di perhatiin papanya ya" tersenyum ramah
"Perempuan ini selain cantik dia juga baik, pasti beruntung orang yang bisa memiliki dia"
"Pasti saya akan lebih perhatiin lagi keadaan papa saya, oh ya kenalan nama saya Jonathan," mengulurkan tangannya
"Sekar," saling bersalaman
Tiba-tiba saja tangan Sekar di tarik oleh Nino yang baru saja tiba di sana, dan dari kejauhan Nino sudah merasa sedikit cemburu karena Sekar menanggapi obrolan dari orang tersebut
"Jangan lama-lama pegang tangan calon istri saya," dengan nada yang sinis
__ADS_1