
Sekar pun langsung kembali ke ruangan Nino dan mendudukkan dirinya di atas sofa dengan wajah yang kurang bersahabat, melihat hal tersebut Nino pun memilih untuk langsung meninggalkan mejanya dan duduk di samping Sekar
"Kenapa cemberut? ga ingat pesan dokter? suasana hati ibu bisa memengaruhi anaknya" mengelus perut Sekar
"Sayang aku mau kuliah lagi boleh ya?" tersenyum dengan sangat manis
Serasa jantung Nino akan berlari dari tempatnya mendengar hal tersebut, Nino hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mengusap dada. Tetapi apapun yang terjadi Nino sudah mulai terbiasa dengan sikap Sekar yang sering berubah-ubah semenjak kehamilannya
"Sekarang film apa lagi yang baru dia tonton? kalo gara-gara drama Korea lagi. Ga ada ampun aku pasti cekal penayangan drama Korea di semua stasiun televisi"
"Kenapa tiba-tiba kamu bahas mau kuliah lagi sayang?"
"Aku mau jadi perempuan yang bisa di banggakan sebagai istri kamu, bukan perempuan yang di anggap pake cara kotor buat dapetin kamu"
"Pasti tadi dia dengar omongan yang aneh-aneh, siapa yang berani ga sopan gitu ke Sekar? aku harus kasih pelajaran ke orang itu" mengeraskan rahangnya
Sekar langsung menyadari bila Nino sedang marah saat itu
"Aduh kayaknya aku salah ngomong ya, kenapa jadi sekarang dia yang marah? bisa gawat urusannya nanti"
"Maksud aku sayang kalo seandainya aku punya pendidikan yang bagus kan aku bisa bikin kamu bangga sama aku" memaksakan untuk tersenyum
"Siapa yang berani bilang aku ga bangga jadi suami kamu?" menatap tajam
"Orang-orang lah, pasti mereka pikir aku cuma office girl yang jebak kamu, makanya aku bisa jadi istri kamu yang terkenal dingin sama perempuan"
"Ga ada yang bilang kok sayang, ya aku berpikir aja sendiri"
Sekar hanya berani mengungkapkan semuanya di dalam hati
"Kamu mending jujur sama aku, omongan apa yang kamu dengar tadi di luar?"
"Ga ada kok sayang" menundukkan kepalanya
"Kalo kamu ga mau bilang sama aku biar Ervan yang urus!!" penuh penekanan
"Ikh apaan sih? jangan bikin malu dong sayang"
"Ya karena aku yakin pasti ada omongan ga sopan tentang kamu kan? mereka ga tau aja sepenting apa kamu buat aku!!"
"Kalo jadi panjang masalah ini kasian nanti mereka bisa kehilangan pekerjaan, ga aku ga bisa diam aja"
"Selain bikin kamu bangga, Ajeng pernah bilang ibu mau aku jadi sarjana sayang. Masa kamu ga mau kabulkan permintaan terakhir ibu aku" memasang wajah sedih
Dalam sekejap amarah Nino pun menghilang entah kemana
"Tapi kamu kan belum ingat apapun, apalagi sekarang kamu lagi hamil"
"Gimana kalo setelah anak kita lahir? boleh ya sayang" tersenyum dengan sangat manis
Sekar pun sudah mengeluarkan jurus andalan yang dia miliki dan sudah pasti Nino akan langsung melunak
"Kita bahas nanti ya, yang terpenting sekarang kamu dan anak kita sehat" mengelus perut Sekar dengan lembut
__ADS_1
"Tapi kamu harus janji dulu sayang, kalo aku sudah melahirkan aku mau lanjutin kuliah aku. Kan itu juga keinginan terakhir ibu"
"Iya, kamu bisa lanjutin kuliah tapi dari rumah"
"Kenapa dari rumah?"
"Aku ga mau wajah istri aku yang cantik ini di liat sama laki-laki lain"
"Dan yang terpenting aku ga mau terjadi sesuatu yang buruk sama kamu lagi"
"Memang bisa gitu ya?"
"Kamu tenang aja nanti aku yang atur semuanya, karena istri aku harus dapat semua yang dia mau"
"Kamu tau ga sayang?" Nino menggelengkan kepalanya "kamu itu memang suami terhebat," tersenyum
"Aku harap kamu akan selalu tersenyum seperti ini, cuma dengan cara ini aku bisa menebus kesalahan aku ke kamu"
"Aku kok ngantuk ya sayang"
"Ya udah aku antar kamu pulang ya"
"Aku tidur di sini aja boleh ya? aku mau tunggu sampe kamu pulang kerja"
"Ya udah kamu tidur di ruang istirahat aja biar lebih nyaman" memegang ujung kepala Sekar dengan lembut
Nino pun membawa Sekar ke dalam ruang istirahat, dan sudah pasti dia akan memberikan pelukan hangat terlebih dahulu. Nino pun melanjutkan kembali pekerjaannya setelah Sekar benar-benar terlelap
Di mulai dari pertemuan pertama mereka, bermimpi saat Nino memarahi dirinya di ruang istirahat dan saat Sekar merasa di permalukan di acara pesta ulang tahun perusahaan
Dan semua bayangan tentang masa lalu mereka berdua hadir di mimpi Sekar hanya sepenggal saja, hanya pada bagian Nino tampak seperti orang yang buruk
Sekar pun terbangun dari tidurnya karena mimpi yang terakhir hadir adalah saat dia di marahi oleh Nino di tempat itu
"Apa itu tadi kenangan aku sama kak Nino? kalo memang iya wajar aja kak Nino di bilang laki-laki yang dingin"
Sekar pun keluar dari ruang istirahat dengan wajah cemberut dan langsung menghampiri meja Nino
"Kok udah bangun sayang? yang ampun mukanya bangun tidur kok gitu? maaf ya aku ada kerjaan jadi aku tinggalin kamu tidur"
Sekar hanya terdiam dengan wajah yang masih sama
"Aku kan udah minta maaf sayang" Nino sudah bangkit dari duduknya dan mulai mau mendekat ke arah Sekar
"Jangan dekat-dekat sama aku" menatap tajam
Nino langsung menghentikan langkahnya sambil mengerutkan keningnya
"Aku salah apa sayang?"
"Jawab aku dengan jujur, apa pertemuan pertama kita di lift?"
"Kamu ingat itu sayang?"
__ADS_1
Tanpa sadar Nino langsung menggenggam tangan Sekar dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena bahagia
"Jadi beneran ya?" Sekar sudah tampak mau menangis
"Lah kok kamu sedih sih sayang?"
"Aku tuh barusan mimpi aku ketemu kamu di lift, jadi itu bukan cuma mimpi ya?" semakin tampak sedih
"Iya sayang waktu itu kamu bikin kotor baju aku" tersenyum bahagia
"Kamu kok ternyata jahat sih sayang!!" memukul-mukul tubuh Nino
"Apa lagi sekarang? kenapa kamu bilang aku jahat?"
Nino pun langsung memeluk tubuh Sekar dengan erat
"Lepasin akh!! kamu tuh jahat banget sama aku!!"
"Iya sayang, iya aku jahat. Kamu boleh pukul aku sampe kamu puas tapi jangan sedih lagi ya"
Nino pun membawa Sekar duduk di atas sofa dan memberikan dia segelas air putih agar lebih tenang
"Sekarang kamu bilang sama aku, kenapa kamu marah sama aku dan bilang aku jahat?"
"Aku mimpi kamu pernah marahin aku di sana" menunjuk ke arah ruang istirahat
Nino pun hanya bisa terdiam mendengar hal itu
"Kamu juga pernah marahin aku di acara pesta, mimpi aku itu benar kan?"
"Kenapa semua ingatan yang datang ke mimpi kamu cuma bagian yang buruk aja sih?"
"Iya sayang, tapi kan semua itu ada penjelasannya"
"Pantes aja kamu terkenal dingin, ternyata kamu jahat sama aku juga" mulai mau menangis lagi
"Ya aku minta maaf ya sayang kalo aku dulu pernah bikin kamu sakit hati"
"Aku mau maafin kamu, tapi aku mau dengar semua penjelasannya dulu dari kamu" dengan tegas
Akhirnya Nino pun mulai menceritakan semua kejadian yang pernah mereka lalui berdua
"Pantes aja aku di bilang pake cara kotor buat dapetin orang ini, ternyata banyak banget yang aku dapat dari dia"
"Sekali lagi aku minta maaf ya sayang"
"Boleh, tapi kamu harus ajak aku makan siang di luar dan aku yang harus nentuin tempatnya"
Sekar tak dapat melanjutkan amarahnya karena dirinya pun menyadari sebesar apa rasa yang nino miliki untuk dirinya, dan semua yang Nino lakukan sudah lebih dari kata cukup bagi Sekar
Mampir ke cerita baru aku ya kak 😊😊
Kalo tertarik baca yang lain tinggal klik profil aku aja
__ADS_1