Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Serangga Pengganggu


__ADS_3

Saat memasuki jam makan siang akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan kantor, tanpa Ervan mendampingi mereka karena Ervan harus menemui seorang client penting


Nino mengendarai mobilnya sendiri dan para pengawal yang lain beriringan di belakang mobil mereka, saat itu Sekar memilih sebuah rumah makan secara asal dan tak memiliki ruangan vvip


Awalnya Nino sudah menolak untuk makan di tempat itu, tetapi bukan Sekar namanya bila tak bisa mendapatkan apa yang sudah menjadi keinginan dia


Nino dan Sekar sudah duduk di salah satu meja dan para pengawal yang lain duduk dengan siaga di meja yang berada sedikit jauh dari mereka berdua


Mereka pun mulai memesan menu makanan sesuai selera mereka masing-masing, dan tak lama kemudian Sekar berpamitan akan ke toilet


"Aku antar ya"


"Ga akh sayang, masa ke kamar mandi aja di antar sih"


"Ya udah tapi kamu hati-hati, ingat kamu..."


"Ya aku tau, aku lagi hamil anak kita kan sayang" tersenyum


Nino paham betul mengapa Sekar ingin makan di tempat itu, karena Sekar ingin merasakan sedikit rasa bebas. Setelah semua kejadian yang menimpa dirinya Sekar benar-benar di jaga dengan ketat di mana pun dia berada


Saat Sekar sedang merapikan rambutnya ada seorang wanita yang sudah terlebih dahulu berada di sana, wanita tersebut memandang ke arah Sekar dengan tatapan tidak suka


Sekar tetap berusaha terlihat tenang karena mengingat kejadian di toilet perusahaan Nino, dia tak ingin melihat Nino marah saat ada yang mengganggu dirinya


"Kenapa bisa sial banget sih ketemu perempuan ini?" Tanpa menoleh sama sekali


Sekar tetap tenang sambil merapikan rambutnya dan hal tersebut berhasil membuat wanita tersebut kesal


"Heh.. mentang-mentang lu sekarang udah nikah sama kak Nino, jadi sombong amat lu sekarang" mendorong lengan Sekar


Ternyata orang tersebut adalah Rosa adik sepupu Nino yang berpacaran dengan Alvin, mereka makan siang di tempat yang sama tetapi mereka makan di bagian luar untuk khusus orang yang merokok. Sehingga Rosa tidak mengetahui kehadiran Sekar di tempat itu


"Kamu siapa? ga sopan banget sih"


"Oh ya saya lupa, kamu kan ga ingat sama saya ya? karena kamu abis kecelakaan" tersenyum sinis


"Berarti dia kenal aku dong, buktinya dia bisa tau aku ga ingat apapun setelah kecelakaan"


"Kamu kenal saya?"


"Kenal, kamu itu cuma perempuan genit yang berusaha goda pacar aku dan akhirnya berhasil nikah sama kak Nino"

__ADS_1


"Apa ini salah satu fans dari suami tampan aku lagi? akh malas banget ngeladenin orang kayak gini"


Sekar langsung melangkahkan kakinya ke arah pintu berniat meninggalkan Rosa untuk menghindari keributan, tetapi Rosa dengan cepat memegang tangan Sekar


"Gua belum selesai ngomong!!"


Sekar pun menepis tangan Rosa dan menghadap ke arah Rosa dengan melipat kedua tangannya di dada


"Mau kamu apa sekarang?"


"Perempuan biasa kayak lu harusnya bersyukur bisa jadi istri kakak gua, jadi gua ingetin lu jangan pernah sok kegenitan lagi di depan pacar gua!!"


"Oh jadi perempuan ini saudaranya kak Nino, tapi kenapa dia bilang aku kegenitan sama pacarnya?"


"Kamu juga pasti tau kan saya ga ingat apapun, tapi yang pasti saya ga mungkin tertarik dengan cowo lain setelah saya bisa jadi istri dari seorang Nino Erlangga" tersenyum


Kata-kata dari mulut Sekar langsung membungkam Rosa, melihat Rosa yang sudah seperti itu Sekar pun langsung keluar dari dalam kamar mandi


Dan ternyata di luar sudah ada dua orang pengawal yang di perintahkan Nino menunggu Sekar


"Sudah selesai bu?"


Sekar hanya tersenyum sambil mengangguk kecil, baru saja Sekar melangkahkan kakinya beberapa langkah tiba-tiba saja seluruh tenaga Sekar menghilang begitu saja. Dia pun hampir terjatuh duduk hingga di tangkap oleh salah seorang pengawal


Ternyata saat itu Alvin sudah berdiri di hadapan Sekar, Sekar memang tak bisa mengingat Alvin tetapi tubuhnya bereaksi dengan sendirinya


"Kenapa aku ngerasa takut ketemu orang ini?"


Rosa pun langsung menyelinap di antara mereka dan ke arah Alvin, lalu langsung mengaitkan tangannya ke tangan Alvin


"Kamu kok nyusul ke sini sih sayang?" tersenyum ke arah Alvin


"Katanya mau pulang tapi kamu lama banget di toilet, aku udah bayar makanannya. Ayo pulang"


"Iya sayang" tersenyum manja


"Baru tadi gua ingetin lu supaya ga genit depan cowo gua, sekarang udah cari perhatian dengan pura-pura begitu" melirik sinis ke arah Sekar


"Tolong sopan saat bicara dengan ibu Sekar"


Salah seorang pengawal tidak terima dengan ucapan Rosa

__ADS_1


"Kalian cuma pengawal kak Nino kan, kalian ga berhak kasih saya perintah. Saya ini masih anggota keluarga Erlangga" dengan sombongnya


Para pengawal pun terpaksa terdiam mendengar hal tersebut apalagi Sekar memberikan kode agar tak meladeni ocehan Rosa


"Kalo mereka ga punya hak, terus apa saya punya hak untuk kasih kamu perintah?"


Tubuh Rosa pun langsung bergetar karena merasa takut, dia tau dengan pasti siapa orang yang berada di belakangnya


"Awas kalian ngehalangin jalan saya jemput istri saya" penuh penekanan


Rosa dan Alvin pun langsung menyingkir agar Nino bisa berjalan ke arah Sekar


"Kamu ga apa kan sayang?"


Sekar pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


"Kalian masa urus serangga pengganggu aja ga bisa?" melepaskan tatapan membunuhnya ke arah para pengawal


"Maaf pak" menundukkan kepalanya


"Kak Nino jahat banget sih, gimana juga kita masih punya hubungan darah. Masa kak Nino bilang aku serangga"


"Kalo saya ga ingat saya punya hubungan darah sama kamu, saya udah ambil tindakan tegas sama kamu" menatap tajam ke arah Rosa


"Kenapa sih setiap ada perempuan ini hari aku pasti jadi sial"


"Saya kasih kamu peringatan sekali lagi kamu bersikap ga sopan ke istri saya, saya akan menggantikan orang tua kamu untuk mengajar kamu" dengan tegas


Saat Nino memalingkan wajahnya ke arah Sekar dalam sekejap Nino merubah aura tubuhnya


"Makanan yang kamu pesan udah datang, kita makan siang dulu ya. Ga usah berurusan sama orang-orang yang ga penting"


Sekar hanya bisa terheran-heran melihat sikap Nino yang seperti itu, dia pun mengikuti ucapan Nino tanpa ada bantahan sama sekali


Nino pun sudah membawa Sekar ke meja mereka, sedangkan para pengawal yang tadi menunggu Sekar langsung menggiring Rosa dan Alvin keluar dari tempat itu


"Ayo makan nanti anak kita keburu demo karena lapar"


Sekar hanya menganggukkan sedikit kepalanya dan mulai menyantap makanan yang telah tersedia, Nino pun melihat Sekar yang seakan tak memiliki ***** makan


"Lain kali siapapun yang bertindak ga sopan kamu bisa lawan mereka, sebesar apapun masalah yang kamu buat aku yang akan selesaikan" dengan yakin

__ADS_1


Mampir ke karya baru aku ya kak


__ADS_2