Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Mendapatkan Yang Terbaik


__ADS_3

Cukup lama Nino berdiam diri di dalam kamarnya mencoba mengatur detak jantungnya yang saat ini tak karuan, setelah Nino berhasil mengatur detak jantung menjadi normal kembali dia pun keluar dari dalam kamarnya dan mencoba membuka pintu kamar yang di tempati oleh Sekar


Nino mendekati Sekar yang sudah berbaring dengan nyaman dan menatap wajah Sekar dengan seksama "Terus lah tersenyum dan tertawa jangan biarkan kerikil ada di kehidupan kamu, saya akan berusaha sekuat tenaga saya menjaga kamu"


Tanpa dia sendiri pun menyadari Nino mendekati wajah Sekar karena terlalu asik memandangi wajah Sekar "Ekh pak Nino mau ngapain ya?" tetap berpura-pura tertidur, dan Nino pun mencium kening Sekar dengan sangat lembut "Selamat istirahat Sekar, saya harap kamu tidak akan pernah menangis lagi seperti tadi" dengan suara yang pelan dan tetap masih terdengar


Nino sama sekali tidak tau bila saat itu Sekar belum tertidur dia tau semua yang terjadi dan dia mendengar semua ucapan dari mulut Nino, ada perasaan yang dia sendiri tidak tau perasaan apakah sebenarnya itu? kini Sekar yang merasakan detak jantungnya berdetak secara tidak beraturan


Setelah Nino keluar dari dalam kamar yang di tempati Sekar dia pun kembali ke dalam kamarnya dan mulai merebahkan tubuhnya untuk beristirahat, tersisa Sekar yang langsung membuka ke dua bola matanya dengan wajah yang memerah


"Apa pak Nino beneran suka sama aku kayak kata Jajang ya?" mencoba mengatur napasnya agar detak jantungnya kembali normal, entah sudah semerah apa pipi Sekar pada saat itu. Sedangkan Nino kembali ke dalam kamarnya dengan santai dan tertidur dengan senyuman yang terus terhias di bibirnya sambil tangannya terus memegangi pipinya yang tadi tertampar oleh Sekar


Adzan subuh pun berkumandang Sekar sudah terbiasa bangun dengan sendirinya, dan ternyata di dalam kamarnya sudah tersedia peralatan untuk sholat dan baju untuk dirinya. Sekar pun mulai melaksanakan kewajibannya


Saat pagi menyapa di sana adik-adiknya Sekar sudah di siapkan sarapan terbaik yang mereka pernah makan, Sekar pun mulai menuruni anak tangga dia berniat untuk membantu menyiapkan sarapan. Tetapi ternyata semua hidangan untuk sarapan mereka sudah tersusun rapi di atas meja makan


"Pagi pak" Nino melihat sekilas ke arah Sekar lalu memalingkan wajahnya


"Sial kenapa cewek ini cantik banget pake baju dress gitu? gw harus kasih bonus ke Ervan karena kasih dia baju kayak gitu"


Sekar masih setia berdiri di dekat meja makan karena tak mendapat tanggapan apapun dari sang bos besar dan Ervan


"Kenapa masih berdiri?"


"Ya pak" Sekar segera duduk di salah satu bangku


"Maaf pak Ervan baju kerja saya sepertinya rusak, apa boleh saya minta ke kantor seragam yang baru?"


Ervan melirik ke arah Nino dan Nino langsung menatap Ervan dengan tajam

__ADS_1


"Ngomong aja pak kalo bapak lebih suka dia pake baju kayak gini ke kantor"


"Sebaiknya mulai sekarang kamu ga usah lagi pake seragam yang biasa, kamu bisa langsung pake yang kayak gitu" Sekar mengerutkan keningnya, sedangkan Nino tersenyum tipis


"Memang hebat kamu Van, kamu selalu bisa tau jalan pikiran saya"


"Tapi pak saya rasa saya ga pantas kerja menggunakan pakaian seperti ini" lagian kalo aku kerja pake baju kayak gini yang bener aja, tolong pak otak bapak di benerin dulu saya itu tugasnya ngepel bukan jalan di catwalk. Lagian aku mana ada baju kayak begini untuk di pake setiap hari, yang banyak di rumah juga daster"


Nino melepaskan tatapan membunuhnya kepada Ervan, seolah-olah dia sedang memberikan perintah kepada Ervan untuk menyelesaikan pertanyaan tersebut. Ervan hanya menganggukkan sedikit kepalanya tanda dia mengerti


"Karena tugas kamu sekarang sudah berubah" dengan tegas


"Tugas saya berubah pak?"


"Tugas kamu sekarang hanya mengurus segala keperluan pak Nino selama jam kerja kamu, jadi kamu harus mengikuti dan membawa semua keperluan pak Nino baik di kantor ataupun di luar kantor selama jam kerja"


"Apa ada kerjaan yang kayak gitu ya? aneh banget sih orang-orang kaya. Apa kalo pak Nino ada meeting di luar kayak kemarin saya harus bawa tas dia maksudnya? kan ada pak Ervan lagi pula dia punya tangan"


"Ga pak saya bersedia" dengan cepat


"Dasar orang kaya aneh tadi malam baik banget sekarang begini lagi"


"Makan sarapan kamu, kita harus pergi ke banyak tempat nanti"


"Baik pak" Sekar mulai mengambil sarapan untuknya dan Nino pun tersenyum puas


"Dasar orang-orang aneh yang perempuan terlalu b*doh sampai bisa ga sadar, yang laki-laki sok jual mahal sampai terlihat ikutan b*doh. Apa kalo nanti aku suka dengan seseorang akan seperti itu juga, sepertinya saya akan tertular penyakit aneh pak Nino"


Ervan sudah menyiapkan mobil di depan pintu dan membukakan pintu belakang mobil sang besar pun naik ke bangku belakang, Sedangkan Sekar sudah membuka pintu depan mobil dan duduk di depan seperti saat pertama dia di bawa oleh Nino dia duduk di bangku depan

__ADS_1


Ervan kembali membuka pintu depan tempat Sekar duduk "Maaf sebaiknya mulai sekarang kamu duduk di belakang aja"


"Tapi pak.."


"Kalo kamu duduk di depan lagi kayak waktu itu saya yang akan seharian kena getahnya di marahin pak Nino" ya kamu kan sekarang bertugas mengurusi semua keperluan pak Nino bisa di bilang kamu juga asisten pak Nino, jadi seharusnya kamu duduk di bangku belakang"


"Oh.. Maaf pak kalo begitu" dengan bodohnya Sekar mengikuti omongan Ervan tanpa tau masalah yang sebenarnya


Ervan pun mulai menyalakan mobil dan keluar dari vila mewah tersebut, Sekar sempat memandangi dengan kagum halaman luas vila tersebut. Banyak terdapat bunga mawar yang sedang berbunga di halaman vila mewah tersebut


Setelah cukup lama perjalanan akhirnya mereka berhenti di sebuah sekolahan yang sangat mewah, terlihat dengan jelas bahwa itu adalah sekolah yang sangat elit dari pakaian seragam yang di gunakan atau bangunannya. Juga beberapa mobil mewah yang terpampang mengantarkan beberapa orang murid


"Kenapa kita ke sini ya? atau jangan-jangan pak Nino punya anak yang di tau sama semua orang" tertawa di dalam hati


"Kamu suka?" tanpa menoleh


"Kenapa tanya ke aku? masa iya aku mau sekolah di sini? maaf bapak tampan saya sudah kuliah" ini sekolah elit ya pak?" dengan polosnya


"Van" memberikan perintah kepada Ervan untuk menjelaskan


"Mulai besok adik-adik kamu bisa mulai sekolah di sini"


"What? tolong pak kalo sakit jangan nyusahin hidup orang lain. Yang kaya kamu bukan saya, memang gaji saya berapa belum lagi saya harus di potong gaji setiap bulannya" memasang wajah masam


"Menurut saya sebaiknya jangan di sini pak" menundukkan kepalanya


"Kenapa?" Nino menatap serius ke arah Sekar


"Saya ga akan sanggup bayar biayanya belum lagi adik-adik saya pasti akan merasa minder di hadapan anak-anak yang lain" lirih sambil menunduk

__ADS_1


Ervan hanya melihat melalui kaca spion bersiap-siap jika sang bos besar tak dapat menangani masalah tersebut, Nino meletakkan tangannya di ujung kepala Sekar dengan lembut


"Kamu harus ingat satu hal mulai sekarang kamu adalah orang saya, dan semua orang saya harus mendapatkan semua yang terbaik"


__ADS_2