Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Perasaan Yang Hancur


__ADS_3

Sebagian orang di kantor Nino sedang sibuk menyiapkan acara ulang tahun perusahaan yang selalu di adakan setiap tahunnya dengan sangat meriah, seperti biasa acara tersebut akan di adakan di sebuah gedung termewah di kota tersebut dan sudah pasti gedung itu milik Nino. Orang-orang yang cukup berkompeten di bidangnya sudah di pilih untuk mengurus bagiannya masing-masing


Surat undangan untuk acara tersebut pun sudah mulai di sebarkan, dan setiap tahunnya banyak orang-orang penting yang akan hadir di sana termasuk keluarga besar Erlangga yang selalu hadir di acara tersebut. Tetapi ada yang berbeda di tahun ini karena sudah pasti Sekar akan hadir di sana, karena Nino sudah memberikan undangan secara pribadi kepada dirinya


Nino menyediakan sebuah meja kerja kepada Sekar dan sudah pasti meja tersebut tetap berada di dalam ruangan yang sama dengan Nino, dan kini Sekar sedang memandangi surat undangan tersebut di meja kerjanya


Nino hanya bisa tersenyum dari meja kerjanya karena melihat Sekar yang seperti takjub melihat surat undangan tersebut, sedangkan Sekar merasa takjub karena sebuah undangan acara ulang tahun perusahaan bisa semewah itu. Hingga tiba-tiba ponsel Sekar pun berdering


"Ya kak"


"Kamu lagi di kantor ya?"


"Ya kak"


"Kamu dapat undangan ulang tahun perusahaannya kak Nino apa enggak?"


"Dapat kak"


"Nanti kamu bareng aku ya"


"Tapi aku harus ijin ke pak Nino dulu kak" Sekar melirik ke arah Nino dan ternyata Nino sudah menatap ke arah dirinya sedari tadi


"Rendi ya?"


"Iya pak"


"Mau apa dia?"


"Kak Rendi mau ajak saya buat datang bareng sama dia ke acara ini pak"


"Padahal aku udah siapin semua keperluan kamu untuk datang ke acara itu bareng aku, tapi apapun yang membuat kamu bahagia kamu bisa lakuin itu. Rendi juga pasti akan ungkit masalah janji aku kalo aku ga kasih ijin"


"Tapi kalo bapak..."


"Ya udah kamu bisa datang bareng dia"


"Padahal aku berharap bapak ga kasih ijin, aku lebih berharap datang ke sama bareng pak Nino"

__ADS_1


"Baik pak"


"Gimana dapat ijin ga?"


"Ya kak"


"Ok, nanti aku yang siapin semua keperluan kamu jadi kamu tenang aja ya"


"Ga usah kak aku ga mau ngerepotin"


"Ga kok kami tenang aja, nanti aku kabarin lagi ya"


"Ya kak"


Rendi pun langsung memutuskan sambungan teleponnya


"Gw akan buat Sekar datang ke sana dengan penampilan yang sangat cantik, gw akan buat kak Nino ga bisa alihin pandangan dia dari Sekar" menggengam erat ponselnya


Sekar tampak terdiam dia benar-benar kecewa karena Nino membiarkan dirinya pergi ke acara tersebut bersama Rendi, sedangkan dia ingin sekali hadir di acara tersebut bersama Nino


Setelah itu Rendi juga membawa Sekar ke sebuah salon dan mendadani Sekar di bawah tangan orang sudah profesional, Rendi sendiri tak menyangka bila Sekar bisa terlihat secantik itu dengan gaun yang dia pilihkan dan make up yang terlihat natural


"Gila cantik banget ini cewek, kalo kak Nino masih ga mau maju biar gw yang maju jaga dia untuk selamanya"


"Kenapa kak? aneh ya. Apa aku ganti aja bajunya sama baju yang aku bawa?"


"Jangan dong kamu pake ini aja, aku cuma kaget kamu keliatan cantik banget" menjawab dengan cepat


Sekar tampak seperti seseorang yang berbeda dengan dirinya yang biasa, gaun yang dia gunakan sangat elegan tetapi juga terlihat cukup seksi karena ada belahan di bagian belakang baju tersebut yang memperlihatkan punggung Sekar dengan bebas


"Tapi kak baju ini agak terbuka," menunjuk ke bagian punggungnya


"Ga usah takut udah aku di siapin juga kok"


Seseorang memberikan Sekar sebuah pelengkap pakaian seperti selendang yang selaras dengan warna pakaian yang dia gunakan, dan juga memberikan Sekar sepasang sepatu yang sesuai. Dan hari itu Sekar benar-benar tampak sempurna di kata Rendi


Dengan berat hati akhirnya Sekar mengikuti keinginan Rendi, karena bagaimanapun juga kini dia merasa bagian punggungnya yang terbuka dapat tertutupi dengan selendang yang sudah di sediakan. Walaupun selendang tersebut cukup transparan dan secara samar masih menunjukkan punggungnya, mereka pun akhirnya meninggalkan tempat itu dan menuju ke gedung tempat acara tersebut di laksanakan

__ADS_1


Sesampainya di sana Nino sudah sibuk menyambut beberapa orang yang dia kenal, di setiap acara seperti itu Nino akan menjadi pusat perhatian baik bagi para pengusaha lainnya ataupun para wanita selalu berusaha mendekati dirinya


Di sana juga sudah hadir beberapa orang anggota keluarga Erlangga termasuk sang papa yang selalu hadir di acara yang Nino adakah, hanya dengan cara itu dia dapat bertemu dengan dan Nino dan berbincang sejenak lalu hanya bisa memandangi anaknya dari kejauhan


Akhirnya Rendi dan Sekar pun tiba di tempat itu, tatapan beberapa orang langsung tertuju ke arah mereka karena memang saat itu Sekar terlihat sangat cantik dan seksi. Rendi yang menggunakan setelan jas berjalan dengan mengaitkan tangan Sekar dengan tangannya


Mereka terus berjalan masuk ke dalam gedung tersebut Rendi mencari di manakah keberadaan Nino pada saat itu, setelah melihat Nino dengan langkah yang pasti Rendi membawa Sekar ke arah Nino. Rendi ingin memamerkan karya terbaik yang dia bawa


"Kak"


"Kamu udah datang"


"Ya kak"


Nino menoleh ke arah wanita yang berada di samping Rendi, Nino seperti tak bisa mengendalikan mata dan hatinya pada saat melihat Sekar tampil seperti itu


Nino bukannya tidak menyukai Sekar yang tampak cantik, Nino hanya tidak suka bila Sekar terlihat seksi di hadapan orang lain. Nino tak ingin ada satu orang pun yang memandang Sekar dengan tatapan penuh nafsu


"Kenapa kamu buat dia begini?" menatap tajam


"Kenapa kak? cantik kan," tersenyum meledek


Nino langsung menunjukkan ekspresi tidak suka dan tanpa banyak bicara Nino membuka jas yang dia gunakan untuk menutupi punggung Sekar yang hanya tertutup oleh selendang


"Kak Nino udah kasih ijin kamu datang sama Sekar, dia itu perempuan baik-baik kamu bikin dia begini. Apa kamu ga sadar? dia sekarang terlihat seperti perempuan tidak baik," menatap tajam ke arah Rendi


"Jadi menurut bapak aku perempuan baik-baik yang terlihat seperti perempuan ga baik ya pak, kenapa hati aku sakit banget ya denger itu dari mulut pak Nino? terima kasih pak sudah mengingatkan aku posisi aku yang sebenarnya"


"Pake jas itu selama acara ini," penuh penekanan ke arah Sekar


"Ya pak,"Sekar pun menundukkan kepalanya


"Ya ampun kak ga akan ada satu orang pun yang nilai Sekar bukan perempuan baik, kan bagian punggungnya juga udah aku tutupi pake selendang. Tinggal bilang aja kak Nino cemburu kalo mata laki-laki lain melihat ke arah Sekar"


"Tapi Sekar keliatan cantik kan kak?"


Tanpa menjawab pertanyaan dari Rendi terlebih dahulu Nino langsung meninggalkan mereka berdua, ada satu hal yang Nino dan Rendi tak sadari pada saat itu adalah perasaan Sekar sangat hancur saat itu mendengar ucapan yang terlontar di bibir Nino, Sekar benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya akan di pandang seperti itu di mata Nino

__ADS_1


__ADS_2