
"Akh.. Tapi kalo jadi begini ceritanya sia-sia aja dong aku datang ke sini" memajukan bibirnya
Nino pun tersenyum dan bangkit dari duduknya lalu mendudukkan dirinya di samping Sekar
"Bagi aku cuma kamu perempuan yang berhasil masuk ke dalam hidup aku, dan selamanya cuma ada kamu seorang"
"Gombal"
"Makanya jangan kebanyakan nonton drama Korea sayang, pikiran kamu isinya jadi aneh-aneh" mengelus rambut panjang Sekar
"Terus aku harus nonton apa? lagian aku suka karena yang main itu ganteng-ganteng semua" dengan penuh bersemangat
"Oh jadi kamu nonton itu karena pemainnya ganteng semua ya?"
"Iya dong" tersenyum membayangkan wajah para pemainnya
Nino sudah terdiam dan memasang wajah kurang suka mendengarkan ucapan istrinya tersebut, saat Sekar menoleh dia pun baru menyadari bahwa dia telah melakukan sebuah kesalahan
"Tapi tetap aja kalo yang paling ganteng sejagat raya ini cuma suami aku," tersenyum canggung
"Aku benar-benar di buat jadi kayak orang bodoh kalo di depan Sekar, aku ga pernah bisa menang lawan dia"
"Apa kamu bosan?"
"Sedikit"
"Mau aku antar pulang?"
"Ga akh.. Kalo keliling kantor kamu aja boleh ga sayang?" tersenyum dengan sangat manis
Kata sayang dan senyuman dari bibir Sekar seolah menjadi jurus andalan untuk Nino saat ini, setiap Sekar mengeluarkan dua hal tersebut maka akan membuat Nino langsung tak berkutik
"Aku temenin ya"
"Kalo di temenin, gimana aku bisa tanya ke orang tentang kamu?"
"Kerjaan kamu kan banyak sayang, aku di temenin pengawal aja, gimana?" tersenyum palsu
"Ya udah tapi kamu harus hati-hati, ingat kamu lagi hamil"
__ADS_1
"Iya sayang aku ngerti kok"
Sekar sudah mulai berkeliling kantor Nino dan di kawal ketat dari kejauhan, saat melihat ada beberapa wanita masuk ke dalam kamar mandi. Sekar pun bergegas untuk masuk ke dalam kamar mandi, dia pun langsung menuju ke salah satu toilet dan berusaha tak menunjukkan wajahnya
Sekar awalnya hanya berniat berpura-pura lalu akan keluar untuk mencari tau tentang suaminya, tetapi dia langsung menghentikan niatnya begitu mendengar percakapan mereka di depan cermin
"Kalian sudah dengar belum berita hot hari ini?"
"Berita apa nih?"
"Katanya pak Nino hari ini bawa istrinya ke kantor loh"
"Oh kalo masalah itu semua juga pasti udah pada tau lah"
"Aku cuma penasaran aja secantik apa sih istrinya pak Nino itu? katanya dulu dia di sini kerja cuma sebagai office girl"
"Hush.. Jangan suka ngomongin orang di belakangnya, apalagi yang kita omongin ini istrinya bos kita. Kalian ga takut apa?"
"Kita kan bukan ngomongin sesuatu yang bohong, memang kenyataan begitu kok"
"Iya betul kan memang benar aku juga pernah dengar kalo dia dulu cuma office girl di sini"
"Terserah kalian, aku duluan ya"
"Sok banget sih dia"
"Udah lah cuekin aja, ngomong-ngomong nih kalian penasaran ga sih sama istrinya pak Nino? aku penasaran secantik apa sih dia? seorang office girl bisa menaklukkan pak Nino kita yang ganteng itu"
"Sebagian orang yang kenal sih bilangnya memang dia cantik"
"Tapi apa cantik aja cukup buat dapetin pak Nino? aku rasa dia pasti pake cara kotor buat dapetin pak Nino"
Sekar sudah mulai mengepalkan tangannya
"Apa dia pikir aku melakukan hal yang ga baik untuk dapatkan kak Nino? walaupun aku belum ingat tapi ga mungkin aku lakuin hal kayak gitu"
"Coba aja kalian bayangin aku kurang apa? cantik, pendidikan jelas bahkan aku dari keluarga berada. Aku kerja di sini karena mau liat pak Nino, udah selama ini cuma bisa liat dari jauh aja. Kalo pun papasan dan sapa dia, mana pernah di jawab"
"Ya juga sih pak Nino kan memang terkenal dingin sama perempuan, dia itu perempuan pertama yang di kasih izin masuk ke ruangan pak Nino"
__ADS_1
"Ya lah pasti dia yang jebak pak Nino duluan, kalo cuma modal cantik aja mana bisa dapetin pak Nino" dengan nada suara mengejek
Akhirnya Sekar pun sudah tak bisa lagi menahan emosinya, dia langsung keluar dari dalam toilet dan menyelip di antara para wanita tersebut untuk berkaca tanpa permisi sama sekali
Perempuan yang berbicara sombong sedari tadi melihat Sekar dengan tatapan tidak suka, sedangkan yang lain menatap Sekar dengan tatapan bingung
"Mbak sopan sedikit dong, minimal permisi lah"
Sekar tak menggubris ucapan wanita tersebut dan terus merapikan rambutnya
"Heh..!! Kamu orang baru ya?" dengan sombongnya dan mencolek pundak Sekar
"Oh, kamu lagi ngomong sama saya ya?"
"Ya sama siapa lagi? kan kamu yang barusan bersikap ga sopan ke kita" melipat kedua tangannya ke dada
"Oh ternyata saya ya yang udah berbuat ga sopan? kalo gitu kenalin," Sekar menyodorkan tangannya
Wanita tersebut tak menyambut uluran tangan dari Sekar, dia hanya memandang Sekar dengan sinis dan senyuman yang sombong. Sekar pun tersenyum dengan ramah dan menarik kembali tangannya, tanpa banyak kata dia berjalan langsung ke arah pintu dan menghentikan langkahnya sebelum membuka pintu
"Jangan lupa ya nama saya Sekar Atmadja, saya istrinya pak Nino orang yang dari tadi kalian omongin" tanpa menoleh sama sekali
Sekar pun langsung membuka pintu kamar mandi dan sudah terlihat beberapa pengawal yang menunggu Sekar di sana, Sekar sengaja tak langsung menutup pintu kamar mandi agar para wanita yang berada di dalam bisa melihat
"Sudah selesai bu?"
"Iya"
"Masih mau keliling kantor atau bagaimana bu?"
"Ga perlu saya mau balik ke ruangan suami saya" dengan penuh penekanan pada bagian suami saya
"Mari bu, silahkan"
Sekar pun melangkahkan kakinya dan sudah pasti pintu kamar mandi yang akan tertutup sendiri, sedangkan beberapa para wanita yang berada di sana bagaikan kehilangan seluruh tenaga yang mereka miliki. Bahkan ada yang sampai berkaca-kaca karena takut kehilangan pekerjaan yang dia miliki
Sepanjang perjalanan kembali ruangan Nino Sekar hanya terdiam sambil memasang wajah yang masam
"Iya sih aku dengar ternyata banyak cewek yang naksir sama suami aku, tapi kan suami aku ga pernah tergoda yang ada dia terkenal dingin sama perempuan. Ternyata sekarang malah aku dengar omongan yang aneh-aneh tentang diri aku sendiri"
__ADS_1
"Dasar perempuan suka banget ngomongin orang di belakang, aku harus keluarin jurus maut aku supaya kak Nino ijinin aku kuliah lagi. Jadi suatu saat nanti ga akan ada lagi orang yang bisa merendahkan aku"
Sekar pun sudah melupakan tentang tujuan utamanya dia pergi ke kantor Nino, karena kini dia mempunyai tujuan baru lagi