Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Rencana Sekar


__ADS_3

"Sekarang kamu udah ngerti kan kenapa mereka bisa menikah?" tersenyum


"Jadi maksud kamu anak pertama mereka bukan anak kandung kak Ervan"


Nino pun menjawab dengan anggukkan kepalanya


"Atau jangan-jangan kak Ervan bersikap begitu karena anak itu?"


"Jangan suka mengarang bebas sayang" mencubit hidung Sekar dengan lembut


"Ervan ga pernah membedakan antara anak kandung dan anak pertamanya" dengan yakin


"Bahkan saat saya mengambil keputusan tentang anak yang ada di dalam kandungan kamu, saya yakin saat itu dia bukan cuma sekadar bertanya. Tapi dia sedang menegaskan saya untuk bersikap adil kepada anak saya yang lainnya"


"Gimana ya sayang jujur aku kagum dengan sikap kak Ervan yang berani mengambil keputusan seperti itu, tapi aku juga yakin hubungan mereka terlihat aneh"


"Bukan karena masalah anak sayang, kalo masalahnya cuma karena anak. Kan sekarang dia udah punya anak sama Citra" tersenyum


"Iya juga sih, berarti karena apa sayang?" menatap Nino penuh harap


"Sampai sekarang Ervan masih belum bisa percaya dengan kata keluarga"


Sekar pun terdiam dan terlihat seperti sedang merencanakan sesuatu, lalu tiba-tiba saja dia melepaskan senyuman yang penuh arti


"Pasti dia mau melakukan hal aneh lagi, kalo dia melakukan apapun ke aku udah pasti aku akan terima. Aku cuma bisa berharap rencana dia ga terlalu berlebihan terhadap Ervan"


"Kamu lagi mikirin apa?" menatap penuh curiga


"Aku cuma mau bikin kak Ervan sadar kalo kak Citra penting buat hidup dia" tersenyum


"Aku minta tolong sayang, jangan pernah pancing kemarahan Ervan"


"Karena kamu ga tau saat Ervan benar-benar marah, dia benar-benar menjadi sosok yang berbeda"


"Aku kan lakuin ini buat kak Ervan juga, kalo seandainya kata kakak yang aku kasih ke dia ga mempan. Aku kan masih punya kamu buat lindungi aku dari kak Ervan" tersenyum


"Maaf Van apapun yang akan Sekar lakukan ini semua dia kamu, dan kalo kamu benar-benar marah saya harus tetap melindungi dia"


"Ya udah bilang ke aku apa yang mau kamu lakuin?"


"Aku mau temui kak Citra dulu, baru nanti aku pikirin lagi"


"Jadi maksudnya kamu mau bertempur melawan musuh yang kuat tanpa persiapan sama sekali"

__ADS_1


"Tapi ingat satu hal ya, apapun yang kamu bicarakan dengan Citra jangan buka masa lalu Ervan"


"Maksud kamu sampe sekarang dia belum cerita tentang masa lalu dia ke istrinya?"


Nino pun menganggukkan kepalanya


"Untuk masalah yang satu itu harus Ervan sendiri yang cerita ke istrinya"


"Aku ngerti sayang, aku janji aku ga akan bilang masalah itu"


Pada hari berikutnya saat Nino sudah tiba di kantor sudah pasti Ervan pun akan berada di sana, Nino segera mengabarkan hal tersebut kepada Sekar sesuai permintaan istrinya. Sekar pun langsung menghubungi Citra dan meminta dia untuk datang ke kediamannya


Tetapi Sekar menegaskan dari awal bahwa Citra harus datang tanpa di ketahui oleh Ervan, saat itu Citra mengikuti keinginan Sekar. Citra pun pergi ke kediaman Nino tanpa memberitahu hal tersebut kepada suaminya, dan setelah cukup lama akhirnya Citra pun tiba di sana


Sekar langsung membawa Citra ke dalam kamarnya, karena dia tak ingin ada satu orang pun yang mendengar percakapan mereka. Dan kini mereka berdua sudah duduk di atas sofa yang berada di dalam kamar tersebut


"Sebelumnya aku mau minta maaf ya sama kak Citra, karena kemarin aku liat hubungan antara kak Ervan dan kakak terlihat agak aneh. Jadi aku tanya ke kak Nino semua tentang kalian berdua"


"Jadi kamu sudah tau semua tentang kami?"


"Maaf ya kak aku ga bermaksud berbuat lancang, aku cuma sedih liat kedua kakak aku begitu"


"Ga masalah kok, kamu ga perlu minta maaf" tersenyum


"Maksud kamu?"


"Mau sampe kapan kak Citra terima sikap kak Ervan?"


"Aku juga tau aku bisa bertahan sampai kapan? tapi bagi aku dia bukan cuma sekedar suami, aku selalu anggap dia sebagai seorang penyelamat dalam hidup aku"


"Tapi ga mungkin begini terus kak"


"Maksud kamu gimana? aku ga ngerti sama sekali"


"Saatnya kak Citra tunjukkan ke kak Ervan, udah saatnya kak Ervan memilih" menatap dengan serius


Sekar pun langsung menghubungi Nino dan meminta izin untuk pergi berbelanja, sudah pasti Nino langsung melarang Sekar untuk pergi. Sekar pun mengeluarkan jurus andalan yang dia punya, dan akhirnya Nino setuju dengan catatan Sekar harus di kawal dengan ketat


Nino memasang wajah lemas setelah memberikan izin kepada Sekar, dia sangat khawatir tentang keadaan Sekar di luar sana. Tetapi dia juga tak bisa menolak keinginan Sekar, pada saat itu Ervan pun masuk ke dalam ruangan Nino


"Maaf pak ada yang berkas yang memerlukan tanda tangan bapak"


Dengan ekspresi yang sama Nino pun membubuhkan tanda tangannya

__ADS_1


"Apa ada masalah pak?"


"Baru aja Sekar telpon saya, dia bilang dia mau belanja sama istri kamu"


"Tumben Citra pergi ga kasih kabar dulu ke aku"


"Ini" memberikan berkas yang sudah dia tanda tangani


"Kalau begitu saya permisi dulu pak"


Nino hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya, dan Ervan segera keluar dari ruangan Nino. Ervan pun sempat memikirkan tentang istrinya yang tidak memberikan kabar kepadanya, tetapi hal tersebut hanya terjadi sesaat karena dia menyibukkan kembali dirinya ke dalam pekerjaan


Sekar dan Citra di luar sana melakukan berbagai kegiatan, di mulai dari perawatan para wanita hingga berburu barang-barang mewah. Sekar selalu memberikan kabar kepada Nino, tetapi berbeda dengan Citra yang tak mengabarkan Ervan sama sekali


Ternyata perubahan sikap Citra terjadi atas perintah Sekar, dia meminta Citra untuk tidak melakukan semua hal yang biasa dia lakukan kepada Ervan


Saat jam makan siang tiba Sekar dan Citra pun memilih salah satu rumah makan yang cukup ternama, selama mereka berkeliling mereka menyadari bahwa mereka memiliki selera yang sama. Baik dari warna pakaian dan modelnya, hingga makanan yang mereka sukai


Hati Ervan mulai terganggu karena istrinya benar-benar melupakan kebiasaan yang selama ini dia lakukan, Ervan mengeluarkan ponselnya dan mencoba memeriksa tentang istrinya. Ervan menemukan istrinya memposting banyak foto kebersamaan dirinya dan Sekar


"Biasanya kamu selalu kasih kabar ke aku kalo melakukan apapun, ini kamu sudah melakukan banyak hal tetap aja ga kasih kabar"


Ervan segera menghubungi salah satu pengawal yang menjaga Sekar dan istrinya dari kejauhan


"Selamat siang pak"


"Siang, kamu yang bertugas memimpin pengawalan untuk ibu Sekar dan istri saya"


"Iya pak, apa ada yang perlu saya kerjakan pak?"


"Perhatikan dengan baik, jangan sampai ada orang yang berani mengganggu mereka"


"Baik pak, maaf pak saya harus pergi dulu" sambil memberikan kode kepada pengawal yang lain untuk menghampiri meja Sekar dan Citra


"Ada apa?"


"Ada seorang pria berdiri di dekat meja mereka pak"


"Jauhi orang tersebut dari mereka dan kirimkan foto pria tersebut ke saya" dengan tegas


"Baik pak"


Citra sudah memberitahukan kepada Sekar bahwa orang tersebut adalah orang yang meninggalkan dia saat acara pernikahan, dan beberapa para pengawal sedang bergegas ke arah meja mereka

__ADS_1


__ADS_2