Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Sang Pengganti


__ADS_3

FLASH BACK


Nino dan Ervan sedang menghadiri acara pernikahan anak dari salah satu rekan bisnis mereka, saat itu usaha yang Nino bangun belum sebesar saat ini. Sehingga suka atau pun tidak dia terpaksa hadir di sana


Suasana di tempat tersebut sudah ramai oleh para para kerabat dan rekan bisnis dari orang tua Citra, karena orang tua Citra adalah salah satu pebisnis yang cukup ternama dan terkenal sangat baik di antara para pebisnis lainya


Citra saat itu terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pernikahan berwarna putih, tetapi wajah cemas sudah terlihat jelas di wajahnya. Karena sudah beberapa kali dia coba menghubungi calon suaminya, dan tak satu pun panggilan atau pesan yang dia kirim mendapatkan respon


Mamanya pun masuk ke ruangan tersebut dengan wajah yang cemas, karena dia baru saja dari luar dan papanya sudah mulai mempertanyakan di mana calon menantu mereka


"Gimana sayang?"


Citra menjawab dengan menggelengkan kepalanya


"Coba kamu hubungi sekali lagi, soalnya papa kamu kelihatan mulai kesal sayang"


Citra pun mencoba menghubungi calon suaminya sekali lagi dan tetap tak mendapatkan jawaban sama sekali


"Ga di angkat mah" dengan suara yang bergetar


Saat itu bukan hanya perasaan malu tetapi ada perasaan takut yang menghantui hati Citra, bahkan mamanya pun sudah terlihat semakin panik. Dia yakin akan ada sesaat lagi akan sebuah bencana besar melanda keluarga mereka


Detik demi detik terus berlalu dengan sangat cepat bahkan hingga tiba waktu yang telah di jadwalkan, tidak ada satu pun pihak laki-laki yang menampakkan batang hidungnya di tempat itu


Di saat Citra sudah mulai meneteskan air matanya tiba-tiba saja sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya, dia pun terduduk lemas saat membaca pesan tersebut dan air matanya mengalir dengan sangat deras di mata indahnya


"Maaf aku ga bisa datang ke pernikahan kita, aku belum siap untuk menjalani kehidupan sebagai sebuah keluarga. Sekali lagi aku minta maaf"


Hati Citra bak teriris pada saat itu, bagaimana mungkin laki-laki yang dia percaya bisa membatalkan pernikahan mereka yang sudah di depan mata hanya dengan sebuah pesan. Citra pun tak tau lagi bagaimana cara dia melanjutkan hidupnya


Mamanya yang panik melihat keadaan Citra langsung mengambil ponsel tersebut dari tangan Citra, Dia pun seakan tidak bisa percaya isi pesan tersebut. Hatinya sebagai seorang ibu ikut merasakan kesedihan anaknya dan langsung memeluk tubuh Citra

__ADS_1


"Kamu yang sabar ya sayang"


"Ga boleh mah, dia ga boleh lakuin ini ke aku" menangis dengan hebatnya


"Sabar ya sayang mama ngerti kok kondisi kamu saat ini, mungkin dia memang bukan jodoh kamu"


"Tapi dia ga bisa lari dari tanggung jawab mah, aku sekarang lagi hamil anak dia mah"


Dan di saat itu lah papanya masuk ke dalam ruangan tersebut dan mendengar semuanya


"Apa maksud omongan kamu barusan?" melepaskan tatapan membunuhnya


"Maaf pah"


Papanya Citra yang sedang terbakar emosi langsung melangkahkan kakinya ke arah Citra, tanpa menutup kembali pintu ruangan tersebut dan mulai menampar wajah Citra dengan sangat kuat


"Kamu tau dengan dia ga datang aja sudah mencoret nama baik papa, dan sekarang kamu bilang kalau ternyata kamu sudah hamil anak dia"


"Sekarang juga kamu harus gugurkan kandungan kamu, sebelum orang lain mengetahui tentang itu. Papa bisa tutup mata dengan pembatalan pernikahan kamu, tapi papa ga bisa terima ada seorang yang lahir tanpa seorang ayah di keluarga kita"


Pada saat itu bayangan kelam saat masa kecil Ervan kembali hadir di dalam benaknya, dia ingat masa di mana papanya memukul dirinya yang masih kecil tanpa rasa ampun. Dan mamanya yang mengatakan menyesal tidak membunuh dirinya saat masih berada di dalam kandungan


"Aku yang salah pah, aku mengaku salah tapi tolong pah anak ini ga salah apapun" sambil bersimpuh di kakinya papanya


"Tapi kalo kamu berbuat itu sama saja kamu membunuh papa"


"Aku mohon pah jangan bunuh anak aku pah"


Entah dari mana datangnya keberanian Ervan pada saat itu, tiba-tiba saja dia masuk ke dalam ruangan tersebut dan menutup pintu ruangan tersebut. Dia hanya tak ingin melihat ada orang tua yang memukul anaknya, dan meminta seorang anak yang belum sempat di lahirkan harus kehilangan nyawanya


"Kalau bapak dan ibu mengizinkan biar saya menikahi anak kalian"

__ADS_1


"Kamu sekretaris Nino kan?" menatap tajam


"Ya pak saya memang cuma sekretaris dari pak Nino Erlangga, tapi saya bersedia melakukan hal ini tanpa tujuan apapun. Saya juga berjanji bila suatu saat nanti anak bapak bertemu dengan orang yang lebih baik, dia bisa meminta kami untuk berpisah" dengan tegas dan penuh keyakinan


Pada saat itu papanya Citra menatap ke arah Ervan dengan penuh kecurigaan, dia seakan tak bisa percaya bahwa ada orang yang bersedia melakukan hal seperti tanpa maksud tersembunyi


Tetapi lain hal dengan Citra pada saat itu dia melihat Ervan bagaikan seorang penyelamat bagi dirinya dan anaknya, dan Ervan langsung menempati salah satu ruang di dalam hatinya


"Apa kamu yakin mau melakukan ini?"


"Hanya jika bapak dan ibu mengizinkan"


Ervan mengucapkan semua kata-kata tersebut dengan penuh keyakinan dan wajah yang serius, kedua orang tua Citra langsung menyetujui tawaran dari Ervan. Selain bisa menyelamatkan nama baik mereka, setidaknya mereka tak perlu kehilangan cucu pertama mereka


"Mah panggil orang untuk memperbaiki riasan anak kita, hari ini juga kita tetap akan menikahkan anak kita"


Mamanya pun segera mencari sang perias yang bertanggung jawab untuk acara tersebut


"Kamu boleh pertahankan anak kamu, tapi kamu harus menikah dengan dia" dengan tegas sambil menatap ke arah Citra


"Iya aku mau pah" tanpa ragu sama sekali


Ervan langsung melangkahkan kakinya kebarah Citra dan membantu dirinya untuk berdiri


"Kamu ga usah takut saya ga akan mengambil kesempatan apapun dari kamu, kamu bisa hidup dengan tenang bersama anak kamu. Dan janji saya tadi sampai kapanpun akan tetap berlaku"


Ervan saat itu hanya ingin menyelamatkan Citra dan anaknya, bahkan dia bersedia jika istrinya akan meminta cerai saat bertemu dengan laki-laki lain yang lebih baik dari dirinya. Tetapi satu hal yang tidak Ervan ketahui adalah, saat itu Ervan langsung berhasil mencuri tempat di hati Citra


Lambat laun Ervan sang pengganti calon suami Citra mendapat tempat khusus di keluarga Citra, karena dia benar-benar bertanggung jawab penuh atas semua kebutuhan Citra setelah mereka menikah


FLASH OFF

__ADS_1


__ADS_2