Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Suasana Yang Aneh


__ADS_3

Nino yang sudah berniat untuk membalas Ervan berpura-pura menyibukkan diri dengan segala macam pekerjaan yang sebenarnya tidak terlalu penting, dan sesekali dia pun melirik ke arah Ervan yang sudah memasang wajah tegang


Wajah Ervan pun semakin tegang karena pengawal yang bertugas mengikuti Sekar baru saja mengirimkan dia sebuah pesan, pengawal tersebut memberitahukan bahwa pria yang kemarin baru saja tiba dan bergabung di meja kedua nyonya besar tersebut


Ervan meminta pengawal tersebut mengirimkan foto mereka kepadanya, dia pun mulai mengeraskan rahangnya karena posisi duduk pria tersebut berada tepat di samping istrinya


"Sial!" melemparkan ponselnya ke atas meja Nino


Tanpa sadar Ervan mengungkapkan perasaan di dalam hatinya di hadapan Nino, ingin sekali rasanya saat itu Nino tertawa lepas melihat tingkah Ervan yang tak dapat menutupi rasa cemburu di dalam hatinya


Nino pun berpura-pura tetap menyibukkan diri agar bisa menahan tawanya


"Kamu kenapa?" tanpa menoleh


"Kamu yang kenapa Nino?"


Nino pun menghentikan semua aktivitas yang sedang dia lakukan karena mulai tidak tega melihat Ervan


"Saya mau aja makan siang tapi kalo di tempat istri saya lagi makan"


Ervan bagaikan mendapatkan angin segar di dalam hatinya, karena Nino meminta sesuatu yang memang ingin dia lakukan


"Setuju"


Ervan pun langsung bangkit dari duduknya


"Kenapa kamu semangat banget Van? kamu keliatan lebih bersemangat dari pada saya yang suaminya" tersenyum mengejek


Ervan seperti mendapatkan kembali kesadarannya yang sempat menghilang, dia pun langsung memasang wajah datar seperti biasanya


"Ya kan di sana juga ada istri saya"


"Sejak kapan seorang Ervan perduli sama istrinya? dua kali dia melahirkan kamu ga pernah ada buat dia. Malah saya yang jaga dia rumah sakit" dengan entengnya sambil tersenyum


Nino bangkit dari duduknya setelah memberikan tamparan keras kepada Ervan secara tidak langsung, Nino sudah mulai berjalan ke arah pintu tetapi Ervan masih berada di posisi yang sama memikirkan ucapan Nino


"Apa karena sikap saya selama ini? jadi itu salah satu alasannya dia berubah. Ga bisa sekarang aku akan mulai berubah, aku ga akan semudah itu melepaskan dia. Kalo aku udah berusaha dan dia tetap merasa ada orang yang lebih baik dari aku, aku akan memberikan kebebasan dia untuk memilih"

__ADS_1


"Mau sampe kapan bengong di situ? yang ada nanti istri kita yang cantik itu di rebut laki-laki lain"


Ervan segera bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya mengikuti Nino dari belakang, di sepanjang perjalanan Ervan terus memikirkan ucapan Nino yang terlihat biasa tetapi sangat tepat menusuk hatinya


"Apa kamu udah tau kalo di sana ada..."


"Ya tau lah, karena saya harus tau semua tentang istri saya. Memang nya kamu, saya yakin kamu ga tau makanan kesukaan istri kamu sendiri" tersenyum meledek


Ervan hanya bisa terdiam dan terus melajukan mobilnya, karena semua ucapan Nino benar adanya


"Antara semua cerita hidup kamu cuma satu yang buat saya bingung Van"


"Apa pak?"


"Kenapa dia bisa bertahan selama ini sebagai istri kamu?"


Ervan pun menginjak rem mobil secara tiba-tiba dan membuat Nino sedikit terkejut


"Kamu lagi ngapain sih Van?" menaikkan volume suaranya sambil menatap tajam


"Apa kamu pikir perempuan cuma butuh sebuah status? saat mereka kecewa sama kita, mereka pasti akan mulai mencari seseorang yang bisa mengerti tentang mereka" dengan serius


"Apa kamu tau yang Sekar suka?"


"Bunga" tersenyum


"Makanan kesukaan dia?"


"Semua makanan dia suka asal makan pake nasi, satu lagi dia ga suka makanan western"


"Warna kesukaan dia?"


Nino pun tersenyum meledek ke arah Ervan


"Jadi sekarang kamu lagi cari perbandingan ya? seharusnya kamu jangan lakuin itu sama saya. Karena saya tau semua tentang istri saya"


"Putih dan dia ga suka warna yang mencolok, sama seperti istri kamu"

__ADS_1


"Dari mana kamu tau warna kesukaan Citra?" menatap tajam


"Apa kamu ga sadar istri kamu selalu memakai baju berwarna putih atau warna kalem? apa kamu masih pantas di sebut suami Van? saya cuma bisa berdoa semoga dia ga akan menemukan seseorang yang lebih baik dari kamu"


"Aku ga mau perduli tentang apapun lagi, mulai sekarang aku akan berusaha mempertahankan kamu"


Ervan langsung melajukan mobilnya dengan sangat cepat sedangkan Nino tersenyum tipis, karena dia telah berhasil membuat Ervan menjadi seperti itu


Sesampainya di tempat tujuan mereka untuk pertama kalinya Ervan melangkahkan kakinya lebih cepat dari pada Nino, bahkan posisi dia sudah berada sedikit jauh di depan Nino


"Saatnya kamu mulai memikirkan diri kamu sendiri Van, sudah terlalu banyak yang kamu korbankan untuk saya selama ini"


Ervan semakin mempercepat langkah kakinya karena melihat pria tersebut terus menatap ke arah istrinya, sedangkan Sekar tersenyum tipis melihat kehadiran Ervan dari kejauhan


Saat itu posisi duduk Sekar menghadap ke arah pintu masuk sedangkan Citra sama sekali tidak mengetahui bahwa suaminya sedang berjalan ke arah dirinya


"Kayaknya rencana aku berjalan lancar, sekarang kak Ervan keliatan banget lagi cemburu"


"Maaf tolong pindah dari sini, saya mau duduk di samping istri saya" penuh penekanan


Citra dan Tristan menoleh ke arah belakang secara bersamaan, mereka berdua terkejut melihat Ervan sudah berdiri di belakang mereka dan mengeluarkan hawa dingin yang sangat mematikan


"Kak Ervan kok ada di sini? kakak datang sama siapa kak?" tersenyum


"Saya ke sini sama pak Nino"


Tak lama kemudian Nino pun tiba di meja mereka, Sekar langsung tersenyum sambil menepuk bangku kosong di sebelahnya. Dan sudah pasti Nino langsung mendudukkan tubuhnya di samping Sekar. Ervan pun semakin kesal melihat Nino yang sudah duduk dan Tristan tak juga menyingkir


"Sampai kapan kamu mau duduk di samping istri orang lain?"


Tristan pun langsung bangkit dari duduknya dengan senyuman canggung, dan tak lama kemudian dia pun berpamitan untuk pergi dari tempat itu


Nino dan Ervan pun memesan makanan untuk mereka, sedangkan Sekar dan Citra sudah selesai menyantap makan siang mereka. Terjadi suasana yang aneh di antara mereka semua


Ada Nino yang saat itu sedang menertawakan Ervan yang terlihat seperti orang bodoh, dan ada Sekar yang sedang berbangga hati karna rencananya telah berhasil


Tetapi di sisi lain ada Citra yang merasa sedikit takut karena Ervan terlihat sedang tidak baik-baik saja, Citra sudah terbiasa akan sikap acuh Ervan selama ini. Tetapi dia belum pernah merasakan aura dingin yang Ervan pancarkan saat itu

__ADS_1


__ADS_2